Personal Development

FLEKSIBEL DALAM BEKERJA? TERAPKAN 5 TIPS INI!

Sejak virus Covid-19 menyebar dan mulai menghantui Indonesia bulan Maret tahun lalu, banyak aspek yang berubah ya dalam kehidupan kita sehari-hari? Mulai dari kebiasaan dalam berinteraksi, pola hidup sampai sistem kerja di berbagai instansi/perusahaan. Suka tidak suka, semenjak pemerintah menerapkan kebijakan Work From Home untuk meminimalisir resiko merebaknya virus tersebut, instansi/perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel.

Tentu saja penerapan sistem kerja seperti Work From Home secara otomatis menuntut setiap tenaga kerja agar menjadi individu yang juga fleksibel, tidak peduli ia berada di level apapun dalam pekerjaannya.

Fleksibilitas, dikutip dari The Balance Careers adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan jangka pendek dengan cepat dan tenang, sehingga bisa menangani masalah atau tugas yang tidak terduga secara efektif. Karena itulah fleksibilitas adalah skill yang sangat penting untuk dimiliki setiap orang, apalagi dalam dunia kerja yang kebutuhannya berubah-ubah seiring dengan kemajuan teknologi.

Lalu, bagaimana caranya menjadi pribadi yang punya fleksibilitas dalam bekerja?

5 Tips Fleksibel dalam Bekerja

  1. Open-Minded

    Menjadi pribadi yang fleksibel dalam bekerja dimulai dari memiliki pola pikir yang terbuka. Maksudnya adalah mau menerima hal-hal yang bertentangan dengan apa yang diyakininya sendiri. Pribadi yang open minded memahami bahwa setiap orang memiliki perspektif yang berbeda dan ada lebih dari satu metode dalam melakukan sesuatu.

    Misalnya nih, sebuah metode telah berhasil diterapkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Nah pribadi yang open minded tetap terbuka pada metode lain yang akan membuat pekerjaannya lebih efektif. Pola pikir seperti ini akan membuat seseorang lebih fleksibel dan mudah beradaptasi ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. Menampung ide, pendapat dan kritik dari rekan kerja dalam pengambilan keputusan perusahaan adalah salah satu realisasi dari pribadi yang open minded.

  2. Berpegang pada Core-Value

    Clark Tibbs for Unsplash

    Meskipun terbuka terhadap berbagai opsi, bersikap fleksibel bukan berarti mengorbankan core value diri kita, ya! Begitu juga dengan core value perusahaan/instansi tempat kita bekerja. Sederhananya, fleksibilitas harus mengacu pada core value yang nantinya akan dijadikan landasan dalam segala aktivitas dan pengambilan keputusan. Core value akan dijadikan pertimbangan tentang do and don’t dalam suatu aktivitas perusahaan.

  3. Kegagalan adalah Pembelajaran

    Menjadi fleksibel dalam bekerja memang tidak mudah. Terkadang, dalam proses berusaha menjadi pribadi yang fleksibel, hasilnya tidak selalu seperti yang diharapkan, akan ada saatnya kita gagal beradaptasi dengan perubahan. Untuk itu, tanamkan dalam pola pikirmu bahwa menjadi fleksibel dalam bekerja adalah tentang memaknai sebuah proses, bukan hanya tentang hasil. Jadikan kegagalan sebagai suatu pembelajaran berharga, ya.

  4. Lakukan Perencanaan yang Tidak Mengikat

    Walaupun memiliki fleksibilitas itu baik, bukan berarti kita berjalan tanpa rencana. Dalam ilmu manajemen, perencanaan adalah hal pertama yang harus dilakukan dalam proses mencapai tujuan. Melakukan perencanaan sangat penting agar kita mempunyai gambaran yang jelas tentang langkah-langkah yang harus ditempuh dan berguna untuk memperhitungkan resiko.

    Image: Firmbee for Unsplash

    Tapi, jangan terikat dengan perencanaan, ya. Kamu harus belajar fleksibel alias bersiap untuk mengubah arah apabila ternyata rencana yang telah dibuat tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

    Goal Must Be Rigid, Way Must Be Flexible.  -Unknown

  5. Pelajari Skill Baru yang Relevan

    Fokus pada jobdes dan bidang yang sedang kamu jalani di tempat kerja itu bagus. Tapi, jangan sampai membuat kamu jadi tidak mau belajar skill baru. Cobalah meriset tentang skill lain yang diprediksi akan sangat dibutuhkan dimasa mendatang, paling tidak yang masih relevan dengan bidang kamu saat ini. Punya pengetahuan dan skill di bidang lain membuat kamu bisa melihat berbagai perspektif saat dihadapkan pada situasi tertentu.

    Jadi, kalau suatu saat skill yang dibutuhkan dalam dunia karir mengalami perubahan, kamu telah siap. Sebagai referensi, kamu bisa membaca artikel kami tentang 10 Skill Terpenting! Demi Pengembangan Karir 5 Tahun Lagi

REFERENSI :

How to Be Flexible at Work – Career Skills From MindTools.com

Kathy. 2019. 25 Ways I Can Improve My Flexibility at Work | News | Open Sourced Workplace

Widya Imrani

Widya is the Content Writer of PARADIGM. She is an outgoing introvert who loves drinking tea. You must try to tell a story to her, she can listen you for hours!

Recent Posts

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan Pelanggan

Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…

1 month ago

Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training Program

‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…

2 months ago

Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career

While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…

2 months ago

Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…

2 months ago

Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership Training

Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…

6 months ago

Persiapan Expo, Pakuwon Jati Gaet PARADIGM adakan Sales Training

Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…

7 months ago