“Bagaimana jenjang karir di perusahaannya?” Pernah mendapat pertanyaan itu saat kamu bercerita tentang pekerjaan? Bagi banyak orang, jenjang karir adalah salah satu pertimbangan utama dalam mencari pekerjaan.
Namun, banyak juga orang yang tidak terlalu memikirkan jenjang karir. Baik karena baru mulai bekerja atau memang tidak mengetahui bahwa jenjang karir adalah hal yang penting. Hal ini sebenarnya sangat wajar. Memilih jenjang karir memang bisa cukup membingungkan dan melibatkan berbagai aspek dalam hidup.
Nah, melalui artikel ini, kamu bisa mengetahui berbagai hal tentang jenjang karir. Mulai dari apa itu jenjang karir, contoh jenjang karir, kenapa jenjang karir penting, hingga tips untuk mendapatkan jenjang karir yang kamu inginkan.
Daftar Isi
Sebelum membahas lebih jauh tentang jenjang karir, ada baiknya kamu memahami dulu apa itu jenjang karir atau career path.
Secara sederhana, jenjang karir adalah rangkaian jabatan atau posisi yang kamu miliki agar bisa sampai ke tujuan karir profesional yang kamu inginkan. Jenjang karir ini bisa bersifat jangka pendek atau jangka panjang sesuai target yang kamu harapkan.
Idealnya, jenjang karir bersifat linear. Akan tetapi, sangat jarang orang yang bisa mencapai jenjang karir secara linear. Seringkali, seseorang mengambil jalan karir yang bersifat lateral atau bahkan melakukan setback atau kemunduran posisi jika dibutuhkan.
Ada beberapa hal yang menyebabkan jenjang karir tidak berjalan secara linear. Seperti perubahan tujuan karir, prioritas keluarga, atau berbagai hambatan lain yang muncul seiring perjalanan.
Ada banyak jenis jenjang karir yang bisa kamu temukan dan pertimbangkan. Apalagi, prioritas dan tujuan setiap orang tentu saja berbeda-beda. Karena itu, jenjang karir yang kamu lewati bisa jadi berbeda dengan kebanyakan orang.
Meski begitu, ada beberapa contoh jenjang karir yang cukup umum. Berikut ini beberapa contoh jenjang karir yang bisa kamu jadikan pertimbangan:
Jurusan Sains Komputer ? Intern Web Developer ? Junior Web Developer ? Software Engineer ? Manager IT ? Head of IT
Sosial Media Specialist ? Content Marketing Associate ? Marketing Lead ? Head of Marketing ? Chief Marketing Officer (CMO)
Finance Major ? Junior Accountant ? Senior Accountant ? Corporate Controller ? Chief Finansial Officer
Sarjana Pendidikan ? Asisten Guru / Dosen ? Guru / Dosen ? Asisten Kepala Sekolah / Asisten Dekan ? Kepala Sekolah / Dekan
Sales Associate ? Kasir ? Team Leader ? Asisten Store Manager ? Store Manager ? District Manager
Pada perusahaan besar atau perusahaan pemerintah, sistem jenjang karir adalah sesuatu yang sudah ada. Sehingga, akan lebih mudah untuk mendapatkan promosi di dalamnya. Namun, bukan berarti kamu tidak bisa mendapatkan jenjang karir yang tepat di perusahaan lainnya.
Baca Juga: 10 Tips Komunikasi Efektif dengan Atasan, Simak Ulasannya!
Jenjang karir dapat diibaratkan sebagai tangga dalam karir yang ditempuh. Semakin meningkat jenjang karirnya, artinya semakin tinggi pencapaian profesional yang diraih. Sejalan dengan hal tersebut, umumnya jenjang karir yang semakin tinggi juga selaras dengan jabatan dan pendapatan.
Namun, tidak setiap jenjang karir adalah peningkatan jabatan. Dalam banyak kasus, yang paling penting adalah peningkatan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki. Dengan adanya dua hal tersebut, maka kesempatan yang lebih baik juga akan lebih terbuka.
Banyak orang yang menganggap bahwa bekerja sama dengan berkarir. Padahal, bekerja dan berkarir adalah dua hal yang berbeda.
Secara sederhana, bekerja adalah melakukan pekerjaan untuk mendapatkan upah. Sedangkan berkarir adalah menekuni suatu bidang pekerjaan untuk tujuan yang lebih panjang seperti cita-cita atau ambisi.
Dengan kata lain, jenjang karir adalah keseluruhan proses hidup. Sedangkan bekerja adalah bagian dari berkarir. Sehingga, seseorang yang berkarir pasti bekerja. Sedangkan orang yang bekerja bisa saja tidak berkarir.
Bagi beberapa orang, menemukan jenjang karir adalah sesuatu yang cukup membingungkan. Namun, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menemukan jenjang karir yang sesuai.
Sebelum mulai menentukan jenjang karir yang tepat, kamu bisa mulai dengan melakukan assesment. Kamu bisa menggunakan tools seperti self-assesment, career test, atau berkonsultasi dengan konselor karir.
Dengan melakukan asesment, kamu bisa mengetahui minat, kemampuan, value, hingga kepribadianmu. Dari hal tersebut, kamu bisa menemukan jenjang karir yang paling sesuai untuk kamu.
Jenjang karir adalah sesuatu yang akan kamu lakukan dalam jangka panjang. Karena itu, kamu bisa mulai dari hal yang kamu anggap penting dan sukai.
Bagi banyak orang, gaji bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih jenjang karir. Kesesuaian dengan nilai yang dipegang, kebahagiaan, ekspektasi, atau perasaan puas juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan.
Menemukan jenjang karir yang tepat seringkali membutuhkan beberapa percobaan. Karena itu, tidak ada salahnya untuk mulai bekerja meskipun kamu belum benar-benar yakin dengan karir yang kamu inginkan. Banyak orang yang justru menemukan karir impian setelah mencoba beberapa pekerjaan di beberapa perusahaan.
Hubungan atau networking bisa saja memberi jenjang karir yang tidak kamu bayangkan sebelumnya. Banyak orang yang menemukan karir impian melalui networking yang mereka bangun. Dengan membangun networking, kamu juga bisa bertemu banyak orang dan mendapatkan pandangan mengenai jenjang karir ke depannya.
Setiap orang memiliki gaya hidup yang berbeda. Sebagai contoh, kamu mungkin ingin bekerja sebagai reporter, tapi tidak suka bangun pagi, jadwal yang dinamis, atau berbicara dengan narasumber. Kalau kamu memaksakan diri menjadi reporter, akan cukup sulit menyesuaikan keduanya.
Karena itu, penting untuk mempertimbangkan gaya hidup atau kebiasaan yang kamu miliki saat memilih jenjang karir. Termasuk preferensi bekerja di dalam ruangan atau di lapangan. Ataupun preferensi bekerja dengan orang lain atau bekerja sendiri.
Kesesuaian gaya hidup dengan jenjang karir adalah hal yang penting kalau kamu menganggap kepuasan dan kebahagiaan dalam bekerja adalah hal yang penting.
Hampir setiap tahun selalu ada jenis pekerjaan dan kesempatan baru. Selain itu, dinamika dalam industri kerja juga dapat memunculkan perubahan-perubahan kecil maupun besar. Karena itu, kamu tidak perlu khawatir kalau jenjang karir yang kamu pilih tidak selalu berjalan mulus dan sesuai rencana.
Apapun pilihan karir yang kamu pilih, era digital menuntut kita untuk senantiasa hadir secara digital. Dengan begitu, perekrut bisa menemukanmu dengan mudah. Tidak jarang, personal branding memberikan dampak yang signifikan terhadap jenjang karir.
Nah, itulah beberapa hal mengenai jenjang karir yang perlu kamu ketahui. Jenjang karir adalah proses dan perjalanan jangka panjang. Karena itu, tidak perlu tergesa-gesa untuk mendapatkan hasilnya.
How to Choose the Right Career Path in 7 Simple Steps – YouTube
Career Path: Definition, Examples & How to Plan a Successful One Out (goodwall.io)
How to Make a Career Choice When You Are Undecided (thebalancecareers.com)
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…