Personal Development

Penting! Proaktif Adalah Kunci Produktivitas. Ini 7 Tipsnya!

Hallo, Learner! Saat work from home atau work from office, siapa disini yang seringnya diam saja pas meeting jika ditanya ‘bagaimana pendapat kalian?’ Entah karena malu mengutarakan pendapat, nunggu ada orang lain yang jawab, atau biar cepat selesai aja meetingnya? Hmm… Walaupun cuma satu atau dua kali. Aku, kamu dan orang lain pasti pernah ada di posisi tersebut. Iya apa iya? Hehehe padahal berani berpendapat dan bertanya merupakan salah satu sikap proaktif. Dan sikap proaktif adalah kunci produktivitas dalam bekerja.

Tapi kamu tahu tidak sih. Sebenarnya, apa yang terlintas dalam pikiranmu saat meeting bisa saja sesuatu yang luar biasa. Kalau tidak diutarakan, sesuatu tersebut hanya berenang di kepala, sayang sekali kan? Oleh karena itu, kenalan lebih dekat yuk dengan proactive attitude atau sikap proaktif ini!

Apa Itu Sikap Proaktif Dalam Bekerja?

Simplenya, sikap proaktif itu adalah sikap yang aktif (tapi lebih ya aktifnya) atau tindakan mengambil inisiatif. Bertanggung jawab akan hidup merupakan salah satu ciri sikap proaktif. Tindakan yang diambil oleh seseorang yang mempunyai sikap proaktif (proactive attitude) selalu dipikirkan terlebih dahulu, tidak langsung asal respon. Bahkan tindakan yang diambil seringkali selaras dengan nilai-nilai baik (good values) yang dipegang teguh dalam hidup.

Sikap proaktif bisa digunakan dalam berbagai kondisi, jika diasah terus menerus saat kondisi normal dalam bekerja, kita akan terbiasa menghadapi kondisi sulit juga dengan sikap proaktif loh! Sangat membantu bukan?

Proaktif adalah Lawan dari Reaktif, Apa Perbedaannya?

Simplenya, bedanya bisa dilihat dari respons dalam menghadapi sesuatu kok. Sikap reaktif merupakan sikap yang responsive (berlebihan reponsivenya) dalam menanggapi suatu kejadian. Saking responsivenya, tindakan yang diambil tidak diperhitungkan secara matang dan cenderung impulsive.

Jika seseorang yang proaktif bisa berpikir dahulu sebelum bertindak, seseorang yang reaktif malah langsung merespon tanpa berpikir terlebih dahulu. Seseorang yang proaktif memberi upaya dalam melakukan sesuatu yang dapat ia lakukan (Circle of Influence); sedangkan seseorang yang reaktif fokus terhadap apa yang ia tidak bisa kontrol (Circle of Concern) (Covey Stephen, 1989). Contohnya jika sedang ada masalah dalam tim, sikap proaktif yang muncul adalah mencari solusi, sedangkan sikap reaktif yang langsung muncul adalah menyalahkan keadaan, lingkungan atau orang lain terhadap masalah tersebut.

Baca juga : 5 Sikap Optimisme Paling Mendasar, Demi Karir Cemerlang

Mengapa Kita Perlu Bersikap Proaktif di Tempat Kerja?

Penelitian yang dilakukan oleh Sharon K. Parker (2018) mengungkapkan jika sikap proaktif dapat mendorong kinerja dan kontribusi individu dalam tim. Dimana hal tersebut dapat menjadikan akselerasi karir mu untuk lebih baik loh. Karena pekerja yang proaktif cenderung untuk menggunakan inisiatif mereka di tempat kerja. Sikap inisiatif tersebut memunculkan banyak kesempatan (opportunities) yang  datang. Selain itu, langkah-langkah yang diambil seseorang yang proaktif untuk mencegah masalah atau mencari solusi dapat mengurangi perasaan mendesak dan stress di lingkungan kerja.

Baca Juga: 15 Manfaat Public Speaking untuk Pengembangan Diri dan Karirmu

7 Tips Untuk Lebih Proaktif di Tempat Kerja

  1. Jadilah Penasaran (Curious)

Hayo bukan penasaran sama gosip kantor ya, tetapi penasaran karena ingin belajar lagi dan lagi. Memunculkan pertanyaan ‘kenapa’, bisa jadi pembuka dari belajar lagi loh: ‘kenapa bisa begini ya?’, ‘kok hasilnya bisa beda ya sama bulan lalu, kenapa ya?’, ‘loh kok sekarang banyak webinar ya, kenapa ya?’. Pertanyaan tersebut muncul dari rasa penasaran (curious).

  1. Perluas Networking di Luar Divisi

Source : Pavel Danilyuk for Pexels

Iya, kenalan sama temen dari divisi lain. Dengan ini, zona nyaman kita bisa meluas loh. Karena kita terbiasa dalam lingkungan dengan teman-teman kerja yang berbeda skill maupun backgroundnya.

  1. Mencari Solusi

Jika ada permasalahan muncul, langsung deh munculkan sikap mencari solusi. Fokus terhadap sesuatu yang dalam kendali kita.  Daripada menyalahkan masalah, lebih baik cari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Segera ambil tindakan dan bergerak untuk memberi solusi.

  1. Perdalam Kemampuan

Dalam digitalization era ini banyak sekali platform untuk memperdalam skills. Baik mengikuti webinar, online courses, membaca buku ataupun melihat channel youtube yang sesuai. Proaktif untuk mengasah skill baik hard skills maupun soft skills bisa membuat kinerjamu lebih oke.

  1. Aktif bertanya dan hubungkan pecahan-pecahan informasi

Saat menjadi karyawan baru, pernah tidak merasa bahwa banyak yang kita tidak pahami. Kita harus mampu untuk mencari tahu sendiri. Kenyataanya, senior, teman sekantor maupun atasan tidak memberikan “full” namun bisa jadi hanya secara garis besarnya. Nah, kita tidak bisa nih hanya menunggu orang lain mengajarkan kita ‘bagaimana caranya’. Selain bertanya, kita lebih baik ambil inisiatif untuk belajar sendiri dan menghubungkan pecahan informasi yang kita dapatkan dari lingkungan kita bekerja. Dengan begitu jawaban utuh akan terbentuk yang kemudian  berhasil menjawab ketidaktahuan kita akan sesuatu.

  1. Membantu Teman Kantor

“Aduh pekerjaan ku saja sudah banyak, ditambah harus bantu orang lain”.

Eits, membantu teman satu kantor bukan berarti harus mengorbankan kerjaanmu kok. Kamu bisa mengerjakan sesuai urutan prioritas dan urgensi, setelah selesai, kita bisa bantu teman kantor kita yang datang meminta bantuan. Kabar baiknya, dari membantu teman kita, kita juga banyak belajar hal baru atau membuat skill yang sudah kita punyai lebih terasah.

Contohnya kita mempunyai posisi sebagai staff administrasi, teman kita dari divisi marketing meminta bantuan cara mengerjakan excel untuk sales value suatu project. Saat membantu, kita belajar hal baru yang mungkin masih awam yaitu sales value dalam marketing; dan kemampuan excel yang sudah kita punyai mampu lebih terasah lagi.

  1. Belajar dari kesalahan dan mendengarkan feedback

Perihal aku maupun kamu, pasti pernah ya membuat kesalahan. Apalagi jika baru pertama mencoba. Nah jika kita melakukan kesalahan di tempat kerja, biasanya ada feedback dari atasan. Daripada ngomel sendiri karena kesal, lebih baik kita ambil feedback yang bisa bantu kita mengatasi kesalahan tersebut. Sikap proaktif ini bisa jadi ranah evaluasi agar performance kita lebih baik di tempat kerja loh.

Baca juga : Komunikasi adalah Kunci Service Excellent, Pahami 5 Faktor Ini

3 Elemen dalam Sikap Proaktif

Selain tips diatas, bagaimana ya agar sikap proaktif kita benar?  Sharon K. Parker (2018) menemukan bahwa sikap proaktif yang dapat memaksimalkan kesuksesan adalah sikap proaktif yang bijaksana (wise proactivity). Terdapat tiga elemen dalam proaktif bijaksana:

  1. Manajemen diri

Pikir-pikir bersikap proaktif itu perlu energi yang lebih ya? Job desk utama atau pekerjaan yang wajib saja sudah membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih. Jika terlalu banyak ambil inisiatif, bisa masuk ke perangkap burnout nih. Nah untuk membuat sikap proaktif kita efisien, manajemen diri sangat penting. Salah satu manajemen diri yang baik adalah melakukan pekerjaan sesuai dengan skala prioritas dan urgensi dari Eisenhower Matrix.

Dalam eksekusinya, membuat to-do-list dan selalu update kalendermu adalah pilihan yang tepat!

  1. Memikirkan atau mempertimbangkan orang lain

Kira-kira jika kita sudah proaktif mengutarakan ide misalkan, impactnya hanya pada kita atau bisa saja pada tim kita ya? Dalam pekerjaan, mengerjakan project tertentu kita diharuskan bergerak dalam sebuah tim. Jadi ketika proaktif mengambil inisiatif tertentu, bukan hanya kita sebagai individu yang harus dipikirkan, namun ada tim, organisasi bahkan stakeholder yang harus menjadi pertimbangan.

Contohnya kita memberi ide dalam meeting untuk menambah jam lembur agar menjadi 15 jam/minggu agar sales outcome melebihi target tiga bulan lalu. Padahal jam lembur bukan pada kita saja impactnya, namun satu tim harus bertambah jam lembur untuk success metric yang diluar target. Kan kasihan ya.

  1. Menyelaraskan dengan visi atau purpose perusahaan

Selayaknya melakukan research yang ada batasan penelitiannya. Sikap proactive juga batasannya, yaitu harus selaras dengan visi tempat kita bekerja. Hal tesebut agar project atau pekerjaan keep on track.

Alangkah lebih baiknya jika tips-tips diatas memperhatikan ketiga elemen ini ya, agar sikap proaktifmu dalam memberi kontribusi yang baik dalam produktivitas bekerja.

Mengutip ucapan George Bernard Shaw,

‘‘There are three kinds of people: those who make things happen, those who watch what happens, and those who wonder what happened.’’

Kita termasuk tipe yang mana ya? Kabar baiknya, kita punya andil untuk memilih menjadi proaktif mengambil tindakan dengan mengikuti tips-tips diatas; atau reaktif yang hanya melihat dan menyalahkan keadaan. Semoga kita semua berhasil bertanggung jawab atas kehidupan kita ya! Good Luck Learner!

Sources:

Annisa Daniswara

Annisa Daniswara Santoso is a Contributor at PARADIGM. She hopes our writing can be a beautiful part of your journey.

Recent Posts

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan Pelanggan

Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…

1 month ago

Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training Program

‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…

2 months ago

Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career

While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…

2 months ago

Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…

2 months ago

Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership Training

Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…

6 months ago

Persiapan Expo, Pakuwon Jati Gaet PARADIGM adakan Sales Training

Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…

6 months ago