{"id":13459,"date":"2022-02-21T14:31:20","date_gmt":"2022-02-21T14:31:20","guid":{"rendered":"https:\/\/paradigm.co.id\/?p=13459"},"modified":"2023-01-04T12:01:03","modified_gmt":"2023-01-04T05:01:03","slug":"toxic-relationship-lingkungan-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/","title":{"rendered":"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Learner<\/em>, berbicara tentang lingkungan kerja, tentunya kamu pasti ingin dong mendapatkan tempat yang nyaman dan bisa membuatmu tumbuh dengan kompetensi keahlian lebih baik lagi. Sayangnya, hal tersebut seringkali terhambat ketika ternyata lingkungan kerja tidak sesuai seperti ekspektasi yang diinginkan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu penyebabnya bisa terjadi karena <em>toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika berada dalam keadaan tersebut, pekerjaan terasa sulit dan berat untuk dilakukan. Apalagi nggak ada teman kerja yang mau terbuka untuk membantu, akhirnya bisa bikin kamu stres kerja sampai <em>burnout<\/em>. Akhirnya, produktivitas kerja menurun.<\/span><\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_55 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" >Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Apa_Itu_Toxic_Relationship\" title=\"Apa Itu Toxic Relationship?\">Apa Itu Toxic Relationship?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Tanda-Tanda_Toxic_Relationship_di_Lingkungan_Kerja_Jangan_Disepelekan\" title=\"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Jangan Disepelekan!\">Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Jangan Disepelekan!<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Komunikasi_Antar_Pegawai_yang_Buruk\" title=\"Komunikasi Antar Pegawai yang Buruk\">Komunikasi Antar Pegawai yang Buruk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Rekan_Kerja_yang_Saling_Bergosip_Tentang_Rekan_Kerja_Lain_Terus-menerus_di_Depanmu\" title=\"Rekan Kerja yang Saling Bergosip Tentang Rekan Kerja Lain Terus-menerus di Depanmu\">Rekan Kerja yang Saling Bergosip Tentang Rekan Kerja Lain Terus-menerus di Depanmu<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Saat_Lingkungan_Kerja_Banyak_yang_Menganggap_Remeh_Pekerjaan_It%E2%80%99s_a_Toxic\" title=\"Saat Lingkungan Kerja Banyak yang Menganggap Remeh Pekerjaan, It\u2019s a Toxic!\">Saat Lingkungan Kerja Banyak yang Menganggap Remeh Pekerjaan, It\u2019s a Toxic!<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#7_Cara_Mengatasi_Toxic_Relationship_di_Lingkungan_Kerja_Agar_Tidak_Stres_Berkepanjangan\" title=\"7 Cara Mengatasi Toxic Relationship di Lingkungan Kerja Agar Tidak Stres Berkepanjangan\">7 Cara Mengatasi Toxic Relationship di Lingkungan Kerja Agar Tidak Stres Berkepanjangan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Bicaralah_dengan_Tenang\" title=\"Bicaralah dengan Tenang\">Bicaralah dengan Tenang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Membangun_relasi_dengan_manajemen_perusahaan\" title=\"Membangun relasi dengan manajemen perusahaan\">Membangun relasi dengan manajemen perusahaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Tetapkan_batasan_sikap\" title=\"Tetapkan batasan sikap\">Tetapkan batasan sikap<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Tinggalkan_dunia_kerja_di_%E2%80%98pintu%E2%80%99_kantor_saat_jam_pulang_telah_tiba\" title=\"Tinggalkan dunia kerja di \u2018pintu\u2019 kantor saat jam pulang telah tiba\">Tinggalkan dunia kerja di \u2018pintu\u2019 kantor saat jam pulang telah tiba<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Berhenti_Menjadi_%E2%80%98People_Pleaser%E2%80%99\" title=\"Berhenti Menjadi \u2018People Pleaser\u2019\">Berhenti Menjadi \u2018People Pleaser\u2019<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#Jangan_mudah_tersinggung\" title=\"Jangan mudah tersinggung\">Jangan mudah tersinggung<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Toxic_Relationship\"><\/span>Apa Itu Toxic Relationship?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, secara bahasa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">toxic relationship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan istilah untuk menggambarkan suatu hubungan atau relasi yang tidak seimbang. Bukan hanya untuk pasangan, hal itu juga bisa terjadi dalam dunia kerja dan dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan fisik hingga mental pekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.eurekalert.org\/news-releases\/708076\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><span style=\"font-weight: 400;\">penelitian<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dilakukan oleh University of South Australia dalam British Medical Journal, <em>toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja bisa meningkatkan risiko depresi hingga 300%. Publikasi yang dirilis pada 2021 tersebut juga mengungkap bahwa lingkungan kerja <em>toxic<\/em> mempengaruhi pengeluaran perusahaan lebih banyak. Pasalnya, hal itu membuat pekerja kelelahan dan tidak maksimal dalam bekerja hingga sering izin cuti karena stres.<br \/><\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_13465\" aria-describedby=\"caption-attachment-13465\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13465\" src=\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Stres-dan-burnout-karena-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-1024x682.jpg\" alt=\"Stres dan burnout karena toxic relationship di lingkungan kerja\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Stres-dan-burnout-karena-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Stres-dan-burnout-karena-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-300x200.jpg 300w, https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Stres-dan-burnout-karena-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-768x512.jpg 768w, https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Stres-dan-burnout-karena-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13465\" class=\"wp-caption-text\">Source : <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/kantor-bekerja-duduk-dalam-ruangan-8297139\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mikhail Nilov for Pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, <em>toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja perlu dikendalikan. Terkadang, keadaan tersebut tidak disadari lo oleh para pekerja. Mengenali tanda-tanda <em>toxic relationship<\/em> bisa jadi salah satu cara buat kamu menghadapi hal itu saat bekerja.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tanda-Tanda_Toxic_Relationship_di_Lingkungan_Kerja_Jangan_Disepelekan\"><\/span><b>Tanda-Tanda <em>Toxic Relationship<\/em> di Lingkungan Kerja, Jangan Disepelekan!<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komunikasi_Antar_Pegawai_yang_Buruk\"><\/span><b>Komunikasi Antar Pegawai yang Buruk<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memasuki hari pertama kerja menjadi saat- saat yang menentukan apakah kamu akan nyaman dalam perusahaan tersebut atau tidak. Namun jika ternyata rekan kerja tidak tertarik untuk menyambutmu, hal itu bisa jadi adanya tanda-tanda hubungan tidak sehat di lingkungan kerja lo. Apalagi jika mereka juga enggan untuk membantu dan memperkenalkanmu pada rekan kerja lain. Bahkan, saat kamu membutuhkan bantuan, mereka selalu berkata \u2018sibuk\u2019 atau \u2018tidak memiliki waktu\u2019 untuk menjelaskan. Kurangnya komunikasi menjadi salah satu tanda budaya kerja yang <em>toxic.<\/em><\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rekan_Kerja_yang_Saling_Bergosip_Tentang_Rekan_Kerja_Lain_Terus-menerus_di_Depanmu\"><\/span><b>Rekan Kerja yang Saling Bergosip Tentang Rekan Kerja Lain Terus-menerus di Depanmu<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita memang tidak pernah bisa selalu siap untuk menghadapi sifat atau tingkah laku semua orang, terutama dalam perusahaan. Maka, tak heran bila seringkali terjadi konflik perbedaan pendapat hingga kritik di dalamnya. Namun, hal tersebut akan membuat hubungan kerja menjadi tidak sehat saat perbedaan itu sering menjadi bahan untuk bergosip antar rekan kerja. Apalagi dilakukan secara terus-menerus dan membicarakan hal buruk tanpa sepengetahuan rekan kerja lain yang sedang digosipkan? Duh\u2026 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">red flag <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">deh untuk lingkungan kerja penuh gosip. Lalu, bagaimana ya cara menyikapi gosip di linkungan kerja?<br \/><\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/gosip-di-lingkungan-kerja\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Baca Juga: Gosip di Lingkungan Kerja Adalah Hal Biasa, Ini 5 Cara Mengatasinya<\/a><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b><\/b><br \/>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Saat_Lingkungan_Kerja_Banyak_yang_Menganggap_Remeh_Pekerjaan_It%E2%80%99s_a_Toxic\"><\/span><b>Saat Lingkungan Kerja Banyak yang Menganggap Remeh Pekerjaan, I<em>t\u2019s a Toxic!<\/em><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan utama antara lingkungan kerja yang penuh tekanan dan <em>toxic<\/em> yaitu bahwa pekerjaan<em> toxic<\/em> membuat seseorang memperlakukan orang lain dengan tidak hormat. Misalnya, ketika rekan kerjamu menyepelekan pesan surel dari kolega atau klien dan dianggap normal oleh perusahaan. Menjadi pengamat dari sikap buruk rekan kerja secara terus-menerus, memiliki konsekuensi negatif jangka panjang. Jika tidak segera dihentikan, tak menutup kemungkinan jika kamu bisa melakukan hal yang sama. Karena perilaku buruk itu menular.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kamu mulai menyadari adanya tanda-tanda <em>toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja, ada 2 pilihan yang bisa dilakukan. Pertama, kamu bisa menghindari lingkungan tersebut dengan mengajukan diri untuk keluar dari perusahaan. Kedua, berani mengatasi keadaan toxic di lingkungan kerja dengan tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu belum mendapatkan opsi pekerjaan lain untuk pindah perusahaan, maka pilihan kedua diatas dapat diterapkan. Lalu, bagaimana caranya mengatasi toxic relationship di lingkungan kerja?<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Cara_Mengatasi_Toxic_Relationship_di_Lingkungan_Kerja_Agar_Tidak_Stres_Berkepanjangan\"><\/span><b>7 Cara Mengatasi Toxic Relationship di Lingkungan Kerja Agar Tidak Stres Berkepanjangan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<ol>\n<li><b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Mencari Rekan Kerja yang Positif dan Sepaham<\/b><b><\/b><\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_13466\" aria-describedby=\"caption-attachment-13466\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-13466\" src=\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mencari-rekan-kerja-yang-positif-cara-mengatasi-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja.jpg\" alt=\"Mencari rekan kerja yang positif, cara mengatasi toxic relationship di lingkungan kerja\" width=\"600\" height=\"426\" srcset=\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mencari-rekan-kerja-yang-positif-cara-mengatasi-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja.jpg 1280w, https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mencari-rekan-kerja-yang-positif-cara-mengatasi-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-300x213.jpg 300w, https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mencari-rekan-kerja-yang-positif-cara-mengatasi-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-1024x727.jpg 1024w, https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mencari-rekan-kerja-yang-positif-cara-mengatasi-toxic-relationship-di-lingkungan-kerja-768x545.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-13466\" class=\"wp-caption-text\">Source : <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/id-id\/foto\/wanita-dengan-jas-biru-2422293\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jopwell for Pexels<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika lingkungan kerja cenderung didominasi oleh rekan kerja<em> toxic<\/em>, setidaknya ada kemungkinan beberapa rekan kerja lain yang memiliki energi positif. Bahkan, bisa jadi kamu juga menemukan seseorang yang juga merasakan hal yang sama lelahnya saat menghadapi toxic relationship di lingkungan kerja. Saat menemukan orang tersebut dalam perusahaan, cobalah untuk saling berbagi isu toxic relationship di lingkungan kerja dengannya. Ketika mendapatkan rekan kerja yang sepaham, kalian bisa saling bersimpati dan menguatkan satu sama lain untuk mengatasi hubungan tidak sehat dalam bekerja.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><b><\/b>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bicaralah_dengan_Tenang\"><\/span><b>Bicaralah dengan Tenang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia kerja, saling membicarakan rekan kerja lain merupakan hal biasa. Namun kondisi tersebut tentunya tidak boleh dibiarkan terus-menerus karena bisa menyebabkan hubungan tidak sehat antar pekerja. Oleh karena itu, ketika kamu berada dalam pusaran gosip yang dilakukan oleh teman kerjamu, beranikanlah diri untuk berbicara dengan tenang. Cobalah bersikap netral dan arahkan pembicaraan ke topik baru. Saat kamu terlihat tidak tertarik pada pembicaraan tersebut, rekan kerjamu akan menyadari jika kamu enggan untuk diajak bergosip.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><b><\/b>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membangun_relasi_dengan_manajemen_perusahaan\"><\/span><b>Membangun relasi dengan manajemen perusahaan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi sebagian orang, berbicara dengan atasan mungkin akan membuat situasi kerja tidak nyaman. Meski begitu, saat banyak rekan kerja tim berperilaku <em>toxic<\/em> dan membuat produktivitas kerja menurun, hal tersebut menjadi penting untuk diceritakan pada atasan. Tujuannya agar atasan lebih menyadari isu tersebut dan meningkatkan budaya kerja lebih baik. Saat bercerita, tetaplah bersikap netral dan berpegang pada fakta. Selain itu, komunikasikan dengan jelas apa yang telah kamu lakukan untuk menghadapi situasi tersebut dan mintalah masukan mereka.<\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><b><\/b>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tetapkan_batasan_sikap\"><\/span><b>Tetapkan batasan sikap<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana jika <em>toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja dilakukan oleh atasan? Tentunya kita pasti akan sungkan untuk menegur atau melawannya. Meski begitu, kita tetap harus punya batasan diri agar tidak larut dalam keadaan tersebut. Saat keadaan <em>toxic<\/em> sudah membuat semangat kerja menurun, cobalah untuk \u2018melawan\u2019 dengan membangun komunikasi asertif. Berkomunikasi dengan jujur dan tegas bisa menjadi salah satu cara untuk menyadarkan perilaku toxic agar tak berulang. Namun jika hal tersebut tidak merubah apapun, cobalah untuk meminta bantuan pada divisi manajemen sumber daya manusia.<\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><b><\/b>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tinggalkan_dunia_kerja_di_%E2%80%98pintu%E2%80%99_kantor_saat_jam_pulang_telah_tiba\"><\/span><b>Tinggalkan dunia kerja di \u2018pintu\u2019 kantor saat jam pulang telah tiba<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski jam kantor telah usai, kita sering memikirkan banyak hal yang telah seharian terjadi. Bahkan, tak jarang hal-hal <em>toxic<\/em> seperti rekan kerja yang banyak bergosip, beban kerja tidak realistis, dan adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bullying <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam pekerjaan dapat menjadi beban pikiran yang tidak bisa berhenti meski jam kantor telah usai. Padahal, hal itu bisa diatasi dengan menciptakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">work life balance. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kesadaran untuk tidak banyak membicarakan kehidupan kantor di luar jam kerja, bisa mengurangi stress berkepanjangan. Karena pada akhirnya, tidak sehat bagi kita untuk memikirkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan. Maka dari itu, cobalah menciptakan kehidupan di luar kantor yang lebih menyenangkan!<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><b><\/b>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berhenti_Menjadi_%E2%80%98People_Pleaser%E2%80%99\"><\/span><b>Berhenti Menjadi <\/b><b><i>\u2018People Pleaser\u2019<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">people pleaser <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ditujukan untuk seseorang yang selalu memprioritaskan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Dalam dunia kerja, sifat tersebut membuat seseorang sulit untuk mengatakan \u2018tidak\u2019 saat mendapatkan perintah dari atasan atau rekan kerja lain. Akibatnya, mereka memiliki beban kerja lebih banyak dan seringkali \u2018dimanfaatkan\u2019 untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya tidak ingin dilakukannya. Padahal, terkadang kita perlu untuk mengatakan \u2018tidak\u2019 dalam pekerjaan dan hanya fokus mengerjakan pekerjaan utama. Hal itu juga bisa membuat kita belajar untuk memprioritaskan pekerjaan agar bisa lebih terstruktur.<\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jangan_mudah_tersinggung\"><\/span><b>Jangan mudah tersinggung<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berada dalam<em> toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja dapat menguras energi. Oleh karena itu, kita harus paham untuk mengatasinya. Sadari jika kita tidak dapat mengubah bagaimana cara orang lain untuk berperilaku atau memperlakukan kita. Namun kita memiliki daya untuk mengendalikan diri sendiri dalam memberikan reaksi dan tanggapan. Maka dari itu, hal terbaik yang bisa dilakukan dalam mengatasi situasi tersebut dengan mengesampingkan emosi dan melihat masalah secara lebih objektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu indikator kesuksesan dalam bekerja adalah mampu membangun dan membina hubungan kerja yang positif. Berada dalam lingkungan kerja yang toxic bisa menghancurkan produktivitas. Meski begitu, mempelajari cara untuk mengatasi<em> toxic relationship<\/em> di lingkungan kerja secara efektif mampu membuatmu melangkah ke keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Juga, jangan lupa untuk mencintai pekerjaanmu, ya! Seperti kata Steve Jobs,<\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;The only way to do great work is to love what you do. If you haven&#8217;t found it yet, keep looking.&#8221; -Steve Jobs<\/span><\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<h4><strong>Source :<\/strong><\/h4>\n<p><a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/forbescoachescouncil\/2018\/11\/16\/what-to-do-when-workplace-relationships-turn-toxic\/?sh=fa6053f47631\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.forbes.com\/sites\/forbescoachescouncil\/2018\/11\/16\/what-to-do-when-workplace-relationships-turn-toxic\/?sh=fa6053f47631<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/content.mycareersfuture.gov.sg\/6-ways-survive-toxic-workplace\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/content.mycareersfuture.gov.sg\/6-ways-survive-toxic-workplace\/<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.purewow.com\/wellness\/toxic-work-environment\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.purewow.com\/wellness\/toxic-work-environment<\/span><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.news24.com\/w24\/Work\/Jobs\/10-tell-tale-signs-youre-in-a-toxic-relationship-with-your-job-20200703\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.news24.com\/<\/span><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berbicara tentang lingkungan kerja, tentunya pasti ingin dong mendapatkan tempat yang nyaman dan bisa membuat kamu tumbuh dengan kompetensi keahlian lebih baik lagi. Sayangnya, hal tersebut seringkali terhambat ketika ternyata lingkungan kerja tidak sesuai seperti ekspektasi yang diinginkan. Salah satu penyebabnya bisa terjadi karena toxic relationship di lingkungan kerja. Kenali tanda-tandanya beserta 7 cara Mengatasinya.<\/p>\n<p> <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":9,"featured_media":13464,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_mi_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false},"categories":[47],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.6.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Toxic relationship di lingkungan kerja menghambat produktivitas dan pertumbuhan karirmu, lo. Kenali tanda-tanda dan 7 Cara Mengatasinya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Toxic relationship di lingkungan kerja menghambat produktivitas dan pertumbuhan karirmu, lo. Kenali tanda-tanda dan 7 Cara Mengatasinya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"PARADIGM\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-21T14:31:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-04T05:01:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tanda-Tanda-Toxic-Relationship-di-Lingkungan-Kerja-Ini-7-Cara-Mengatasinya-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Asy Syaffa Nada A.\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Asy Syaffa Nada A.\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\"},\"author\":{\"name\":\"Asy Syaffa Nada A.\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/person\/4089962edcfaaf6a63d46e738528e66d\"},\"headline\":\"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!\",\"datePublished\":\"2022-02-21T14:31:20+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-04T05:01:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\"},\"wordCount\":1308,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Personal Development\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\",\"url\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\",\"name\":\"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#website\"},\"datePublished\":\"2022-02-21T14:31:20+00:00\",\"dateModified\":\"2023-01-04T05:01:03+00:00\",\"description\":\"Toxic relationship di lingkungan kerja menghambat produktivitas dan pertumbuhan karirmu, lo. Kenali tanda-tanda dan 7 Cara Mengatasinya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/\",\"name\":\"PARADIGM\",\"description\":\"We Don&#039;t Teach, We Educate\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#organization\",\"name\":\"PARADIGM\",\"url\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/\",\"sameAs\":[],\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/PARADIGM-Black1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/PARADIGM-Black1.png\",\"width\":1242,\"height\":538,\"caption\":\"PARADIGM\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/person\/4089962edcfaaf6a63d46e738528e66d\",\"name\":\"Asy Syaffa Nada A.\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566e64056ef945f2d9e3c1e477401dad?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566e64056ef945f2d9e3c1e477401dad?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Asy Syaffa Nada A.\"},\"description\":\"Syaffa is a Freelance Content Writer at Paradigm, type of an introvert who always excited to learn and adaptable with new things. Besides writing, she loves to making story and drawing doodle at @dudlethings~\",\"url\":\"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/author\/syaffa\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!","description":"Toxic relationship di lingkungan kerja menghambat produktivitas dan pertumbuhan karirmu, lo. Kenali tanda-tanda dan 7 Cara Mengatasinya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!","og_description":"Toxic relationship di lingkungan kerja menghambat produktivitas dan pertumbuhan karirmu, lo. Kenali tanda-tanda dan 7 Cara Mengatasinya!","og_url":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/","og_site_name":"PARADIGM","article_published_time":"2022-02-21T14:31:20+00:00","article_modified_time":"2023-01-04T05:01:03+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Tanda-Tanda-Toxic-Relationship-di-Lingkungan-Kerja-Ini-7-Cara-Mengatasinya-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Asy Syaffa Nada A.","twitter_card":"summary","twitter_misc":{"Written by":"Asy Syaffa Nada A.","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/"},"author":{"name":"Asy Syaffa Nada A.","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/person\/4089962edcfaaf6a63d46e738528e66d"},"headline":"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!","datePublished":"2022-02-21T14:31:20+00:00","dateModified":"2023-01-04T05:01:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/"},"wordCount":1308,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#organization"},"articleSection":["Personal Development"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/","url":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/","name":"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#website"},"datePublished":"2022-02-21T14:31:20+00:00","dateModified":"2023-01-04T05:01:03+00:00","description":"Toxic relationship di lingkungan kerja menghambat produktivitas dan pertumbuhan karirmu, lo. Kenali tanda-tanda dan 7 Cara Mengatasinya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/toxic-relationship-lingkungan-kerja\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tanda-Tanda Toxic Relationship di Lingkungan Kerja, Ini 7 Cara Mengatasinya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#website","url":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/","name":"PARADIGM","description":"We Don&#039;t Teach, We Educate","publisher":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#organization","name":"PARADIGM","url":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/","sameAs":[],"logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/PARADIGM-Black1.png","contentUrl":"https:\/\/paradigm.co.id\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/PARADIGM-Black1.png","width":1242,"height":538,"caption":"PARADIGM"},"image":{"@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/person\/4089962edcfaaf6a63d46e738528e66d","name":"Asy Syaffa Nada A.","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/paradigm.co.id\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566e64056ef945f2d9e3c1e477401dad?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/566e64056ef945f2d9e3c1e477401dad?s=96&d=mm&r=g","caption":"Asy Syaffa Nada A."},"description":"Syaffa is a Freelance Content Writer at Paradigm, type of an introvert who always excited to learn and adaptable with new things. Besides writing, she loves to making story and drawing doodle at @dudlethings~","url":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/author\/syaffa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13459"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13459"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16628,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13459\/revisions\/16628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paradigm.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}