Learner, tidak terasa ya kita sudah memasuki pekan pertama di tahun 2022. Siapa nih yang sudah lelah bikin resolusi tahunan gara-gara sering gagal mulu? Sudah seiya-iya bikin banyak list resolusi tahunan, eh hanya satu-dua yang tercapai, atau bahkan tidak sama sekali. Jadinya malas mau bikin resolusi tahun baru lagi. Hmm… Kalau kamu mengalami hal tersebut, cek dulu deh apakah resolusi 2021 kamu sudah menerapkan metode SMART?
Jadi, membuat resolusi tahunan itu tidak hanya tentang menuliskan banyak hal yang ingin kamu capai selama setahun. Kamu harus punya gambaran yang jelas loh mengenai tiap-tiap resolusinya. Sebelum membahas tentang metode SMART, kita cari tahu lebih dulu yuk, hal-hal apa saja sih yang biasanya menyebabkan resolusi tahunan kamu selalu gagal.
Daftar Isi
3 Hal yang Mungkin Membuat Resolusi 2021 Kamu Gagal
-
Terlalu Umum
Siapa nih yang menuliskan resolusi 2021 seperti ini,
“Ingin lebih sehat”
“Ingin lebih banyak uang”
“Ingin sukses”Punya keinginan seperti lebih sehat, lebih banyak menabung dan lebih hemat itu tidak salah. Setiap orang berhak untuk menuliskannya, tidak ada yang melarang. Namun jika kamu menuliskan resolusi kamu hanya seperti itu, wajar jika tidak tercapai. Resolusi seperti terlalu umum alias kurang spesifik!
Ingin lebih sehat dalam hal apa, sehat jasmani atau sehat rohani?
Ingin lebih banyak uang, apakah maksudnya uang di rekening tabungan atau di dalam portofolio investasi?
Ingin sukses, dalam hal apa? Apakah kesuksesan dalam karir, sukses dalam menjalin hubungan atau sukses dalam hal lainnya. -
Tidak Terukur
Yang membuat resolusi kamu biasanya gagal karena tidak terukur. Misal nih, kamu ingin lebih sehat tapi tidak punya ukuran, sehat itu berdasarkan apa? Apakah sehat artinya berat badan kamu memasuki angka ideal. Kalau iya, tepatnya di angka berapa?
Kamu ingin lebih banyak uang, seberapa banyak uang yang ingin kamu punya dalam setahun?
Kamu ingin sukses dalam karir, apakah ukuran suksesnya adalah kenaikan jabatan ataukah kenaikan gaji sekian persen?
-
Tidak Realistis
Punya resolusi yang tidak masuk akal, wajar saja jika kamu gagal meraihnya alias wacana doang. Misalnya kamu ingin mencapai berat badan yang ideal. Turun 12 kg dalam setahun, tapi kamu tidak membuat target-target yang lebih kecil misalnya diturunkan dalam target bulanan, turun 1 kg perbulan dalam setahun. Kalau tidak diturunkan dalam target-target yang lebih kecil, kelihatannya tidak masuk akal kan?
Kamu ingin punya tabungan 60 juta pertahun, kira-kira masuk akal tidak kalau kamu harus menabung 5 juta perbulan? Sedangkan gaji kamu perbulan 7 juta, misalnya. Apakah kamu bisa menekan pengeluaranmu menjadi hanya 2 juta perbulan?
Nah, setelah mengetahui apa yang menyebabkan resolusi 2021 kamu gagal, untuk resolusi di tahun 2022 ini coba deh untuk menerapkan metode SMART.
Baca Juga : Stres Kerja Bikin Burnout? Terapkan 5 Mindfulness Ini
Metode SMART? Apakah Sudah Kamu Terapkan Pada Resolusi 2021?
Metode SMART merupakan sebuah tools yang bisa kamu gunakan dalam merencanakan dan mencapai tujuan tertentu. Meskipun ada beberapa interpretasi yang berbeda dari berbagai seumber, umumnya metode SMART merupakan akronim dari Specific (spesifik), Measurable (terukur), Attainable (dapat dicapai), Realistic (realistis) dan Time-Frame (waktu).
Dilansir dari situs Mindtools, metode ini bisa digunakan oleh siapa saja, dimana saja tanpa memerlukan pelatihan khusus. Karena itu, Paradigm juga sangat merekomendasikan kamu untuk menerapkan metode ini dalam membuat resolusi 2022.
5 Metode SMART yang Perlu Kamu Terapkan dalam Membuat Resolusi 2022
-
Specific
Seperti yang tadi telah disebutkan, salah satu hal yang mungkin membuat resolusi kamu gagal adalah kurang spesifik. Resolusi yang terlalu umum biasanya karena kamu tidak benar-benar tahu apa yang kamu mau alias hanya ikut-ikutan.
“Making a concrete goal is really important rather than just vaguely saying ‘I want to lose weight.’ You want to have a goal: How much weight do you want to lose and at what time interval?” -Katherine L. Milkman, Profesor di Wharton School, University of Pennsylvania.Jadi dalam membuat resolusi, kamu harus tahu dulu ya apa yang kamu mau! Dan buatlah lebih spesifik. Begini contoh resolusi yang spesifik :
– Saya ingin berat badan saya ideal. Saat ini berat badan saya 66 kg. Agar ideal, berat badan saya harus turun 6 kg dalam 3 bulan kedepan.
– Akhir tahun 2022 saya ingin membeli mobil Daihatsu Ayla seharga 120juta secara cash.
– Membaca 24 buku dalam setahun -
Measurable
Coba bayangkan, kalau resolusi kamu hanya seperti ini misalnya,
“Menurunkan berat badan”. Kira-kira, resolusi tersebut bisa dikatakan sukses, kalau berat badanmu turun berapa kilogram? Bingung, kan?Itulah mengapa resolusi kamu harus spesifik, agar dapat diukur dan agar kamu tahu pencapaiannya tepat atau tidak. Jika resolusimu adalah Berat badan turun 6 kg dalam 3 bulan kedepan, kamu jadi terbayang kan berarti dalam sebulan, paling tidak berat badanmu harus turun 2 kg.
-
Attainable
Agar resolusi tercapai, jangan hanya fokus goal jangka panjangnya, kamu harus punya gambaran step by step untuk mencapainya. Bagaimana caranya agar dalam sebulan bisa turun 2kg? Misalnya berolahraga secara teratur 15 menit sehari atau dua hari sekali.
“Kemenangan-kemenangan kecil itu penting sekali,” – Peggy Putri, COO of Paradigm
-
Realistic
Realistis, artinya kita harus tahu apa yang kita miliki dan tidak miliki. Kalau akhir tahun 2022 kamu berencana membeli mobil Daihatsu Ayla seharga 120juta secara cash, apakah memungkinkan menabung 10 juta dalam sebulan? Jangan-jangan, sumber pendapatan kamu hanya 1 yaitu dari gaji bulanan yang bahkan tidak mencapai angka 10 juta. Lalu bagaimana cara kamu mencari sumber pendapatan lainnya?
Jika resolusi kamu tidak realistis, hanya akan menjadi sebuah wacana, yang kemungkinan besar akan gagal lagi, lagi dan lagi.
-
Time-Frame

Source : Bich Tran for Pexels Agar resolusi kamu semakin jelas, tetapkan time-frame yang benar. Untuk memudahkan kamu, siapkan sebuah jurnal untuk mengukur sejauh mana pencapaian resolusi dalam kurun waktu tertentu. Break-down resolusimu menjadi target-target kecil yang harus kamu capai setiap bulan, setiap minggu atau bila perlu setiap hari. Lakukan ceklis setiap kali telah berhasil mencapainya.
Bagaimana, sudah tahu kan apakah resolusi 2022 yang kamu buat sudah sesuai dengan metode SMART atau belum? Kalau belum, ambil waktu sejenak untuk merenungkan dan merusmuskannya, ya. Jangan lupa tuliskan resolusimu sedetail mungkin. Bila perlu, tempelkan di dinding tembok kamar, sebagai motivasi apabila motivasi kamu menurun dalam perjalanan mencapai resolusi. Selamat mencoba!
Source :
https://www.nytimes.com/guides/smarterliving/resolution-ideas
https://www.mindtools.com/pages/article/smart-goals.html





