‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual adalah mempengaruhi. Dalam artikel ini, kita akan membahas mengapa menjual adalah seni yang perlu dilatih. Tim sales membutuhkan sales training program untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mencapai kesepakatan dengan calon pelanggan sejak awal pertemuan.
Daftar Isi
Jadi, Mengapa Kemampuan Menjual Dikatakan ‘Seni?’
Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tim sales bertujuan untuk mempengaruhi pembeli, mulai dari pendekatan dengan calon pelanggan yang tepat, memahami kebutuhan mereka, menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan sampai closing dengan harapan calon pelanggan terpengaruh dan membeli produk atau layanan mereka. Pengaruh adalah hal yang sangat penting karena informasi tentang produk saja tidak cukup. Yang menggerakkan mereka bukan sekedar informasi namun bagaimana informasi tersebut disajikan.
Dikutip dari Harvard Business Review Book, Prof. Ben Shapiro dan John J. Sviokla dalam buku mereka bertajuk ‘Seeking Customers’,
“Despite the tremendous contributions of information and communications technology, selling is still largely a function of interpersonal relations, which are guided by the artful ability to recognize motivations, needs, and perceptions.”
Dijelaskan dalam buku tersebut bahwa meskipun teknologi informasi dan komunikasi memberikan kontribusi yang luar biasa, penjualan sebagian besar masih merupakan dampak dari hubungan personal, yang dipandu oleh kemampuan para penjual untuk memahami keinginan, kebutuhan, dan persepsi/harapan pelanggan. Karena itu, tim sales perlu dilatih tentang bagaimana membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan para pelanggan.
Sales Training Program ‘Close The Deal at Hello’ bersama Pakuwon Jati
Sales training bertajuk “Closing the Deal at Hello” telah diselenggarakan oleh PARADIGM dan Pakuwon Jati selama 2 hari. Training ini diikuti oleh tim sales marketing dan tim support Pakuwon Jati Jakarta.
“Closing the Deal at Hello” diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan tim sales dalam mencapai kesepakatan bisnis sejak awal pertemuan. Para peserta didorong untuk membangun hubungan yang kuat dengan calon pelanggan dan memahami kebutuhan mereka sejak awal interaksi.
Selain itu, training ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan tim support yang dilibatkan dalam memberi dukungan optimal terhadap upaya penjualan, memahami perubahan strategi, serta memastikan keberlanjutan praktik-praktik terbaik dalam menutup kesepakatan sejak awal pertemuan.
Peggy Putri dan Rama Dhonanto menjadi trainer dalam agenda training kali ini. Mereka membagi sesi training menjadi 4 sub topik: Customer Centric Selling, Build Strong First Impression, Persuasive Communication with Story-telling serta Practice and Focus Group Discussion.
“Melalui training ini, kami harap tim sales dan tim support dapat mencapai tingkat efektivitas yang lebih tinggi dalam proses penjualan,” Ungkap Peggy.
Rama juga berharap training tersebut membuat para peserta bisa membangun hubungan berkelanjutan dengan para pelanggan di lingkungan properti Pakuwon Jakarta.
Referensi:
https://www.hoffeldgroup.com/is-selling-an-art-or-a-science/



