
Komunikasi merupakan salah satu faktor penting yang dapat menyukseskan sebuah perusahaan dalam membangun tujuannya. Sayangnya, komunikasi efektif terkadang menjadi tantangan sulit terutama ketika harus berhubungan dengan atasan atau rekan kerja yang lebih senior.
Saat dituntut untuk berkomunikasi dengan top level management, pernah nggak sih kamu merasa kesulitan? Alasannya bisa bermacam-macam, mulai dari sungkan takut salah ngomong hingga terlalu tidak percaya diri saat berbicara.
Padahal, memiliki hubungan yang baik dengan atasan di tempat kerja dan dapat berkomunikasi dengannya secara efektif berpengaruh pada bagaimana pandanganmu dalam bekerja.
Atasan dalam perusahaan memegang peran penting untuk peningkatan karirmu. Ketika kamu bisa berkomunikasi secara efektif, kamu bisa bangun setiap hari dengan perasaan tenang untuk bekerja. Sebaliknya, mungkin kamu akan takut setiap kali masuk kerja saat komunikasimu dengan atasan tidak berjalan baik.
Oleh karena itu, cobalah untuk membangun komunikasi efektif dengan atasan secara stabil sekaligus tetap setia pada nilai dan pendapatmu sebagai individu saat bekerja.
Daftar Isi
Apa itu komunikasi efektif?
Komunikasi efektif adalah proses pertukaran informasi, gagasan serta perasaan yang terjalin dengan baik dan saling mendengarkan. Dalam sebuah organisasi perusahaan, komunikasi efektif menjadi bagian integral dari bisnis yang efisien dan sukses.
Tak hanya menyampaikan informasi, komunikasi efektif memungkinkan sebuah gagasan mampu dijelaskan dengan baik, sehingga bisa dipahami oleh lawan bicara secara jelas.
Pola komunikasi tersebut membantu setiap orang dalam perusahaan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, membantu membangun hubungan klien dan karyawan yang berkualitas, dan membuat karyawan tetap terlibat sekaligus produktif.
Selain itu, komunikasi efektif didasarkan pada hubungan interpersonal dan profesional yang dikembangkan melalui kesadaran terhadap kesopanan, mendengarkan dengan penuh perhatian, partisipasi aktif, dan bahasa tubuh yang sesuai dengan situasi.
Tak heran bila komunikasi tersebut jadi salah satu soft skill yang perlu dikembangkan saat bekerja, karena memiliki pengaruh besar bagi individu dan perusahaan terutama dalam menjalin hubungan internal antar karyawan serta atasan.
“Communication – the human connection – is the key to personal and career success,” – Paul J. Meyer.
Dilansir dari laman pencari kerja Indeed, bentuk komunikasi di tempat kerja yang paling umum digunakan diantaranya adalah:
- Komunikasi tertulis, melalui memo atau surel.
- Komunikasi lisan, seperti berbicara dengan orang lain.
- Komunikasi non-verbal, misalnya mengangguk sebagai tanda mengerti.
- Keterampilan mendengarkan, termasuk diantaranya mendengarkan secara aktif.
Pentingnya komunikasi di tempat kerja tak hanya perlu dipelajari oleh karyawan, tetapi juga atasan. Pasalnya, karyawan jadi komponen penting dalam komunikasi di tempat kerja terutama saat merasa dipahami dan didengar oleh manajemen atau atasan mereka.
Saat karyawan merasa nyaman berkomunikasi dengan pihak manajemen, kemungkinan mereka akan lebih memahami apa yang diharapkan perusahaan dan tetap produktif sepanjang hari dalam bekerja.
Meski begitu, komunikasi efektif karyawan ke atasan dinilai lebih sulit dibangun dibanding atasan ke karyawan. Banyak faktor yang membuat seorang pekerja merasa ragu untuk berkomunikasi kepada pihak manajemen.
Lalu, bagaimana penerapan komunikasi efektif dengan atasan yang baik? Simak 5 Tipsnya berikut ini:
5 Tips untuk membangun komunikasi efektif dengan atasan
-
Jelaskan secara to the point apa yang ingin kamu katakan
Atasanmu mungkin sibuk dan tidak memiliki banyak waktu untuk duduk dan mendengarkan hal yang akan kamu sampaikan. Daripada membicarakan banyak informasi yang tidak berhubungan dengan apa yang akan kamu katakan, nyatakan dengan jelas pesanmu agar atasan dapat memutuskan hasilnya tepat waktu.
-
Tunjukkan work values atau nilai-nilai dalam bekerja saat berpendapat
Selalu ingat bahwa kamu diterima bekerja karena suatu alasan, seperti memiliki kualifikasi, pengalaman, dan kepribadian yang sesuai dengan perusahaan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menyuarakan pendapat.
Karyawan yang dapat mengemukakan pendapatnya terhadap realitas dan tantangan perusahaan dapat menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan atasan. Meski begitu, tetaplah berbicara dengan fakta, keyakinan, dan saran yang masuk akal. -
Sadar akan bahasa tubuh saat berbicara
Saat berkomunikasi dengan atasan, pastikan kamu memiliki gestur atau bahasa tubuh yang percaya diri. Berdirilah tegak dan hindari gelisah serta postur tubuh membungkuk. Selalu pertahankan kontak mata dan condongkan tubuh ke dalam percakapan.
-
Membangun jalur komunikasi terbuka
Komunikasi efektif dengan atasan salah satunya dapat berjalan dengan baik ketika memiliki hubungan komunikasi yang terbuka. Untuk melawan perasaan ragu saat akan berkomunikasi dengan atasan, cobalah membangun transparansi dan kepercayaan dalam hubungan kerja.
Sejumlah kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk lebih terbiasa berkomunikasi dengan atasan diantaranya menjadwalkan pertemuan mingguan untuk membahas masalah apapun, membangun hubungan baik, dan mencari saran.
Jika hal tersebut tidak diperlukan dalam peranmu di perusahaan, coba untuk bersosialisasi dengan atasan sebanyak mungkin. Seperti di dapur atau saat makan siang tim (tanpa terlihat menyebalkan). -
Memiliki orientasi terhadap solusi
Ketika kamu menemui atasan untuk membicarakan suatu masalah, pastikan juga telah memiliki solusi. Hal tersebut akan menunjukkan bahwa kamu cukup proaktif dan dipercaya untuk melanjutkan pekerjaan yang diberikan.
Tunjukkan bahwa kamu akan menceritakan masalah ke atasan dan mengatakan bahwa masalah tersebut telah kamu kendalikan akan membuktikan bahwa kamu memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk maju dalam perusahaan. Jangan lupa juga untuk menanyakan pendapat atasan tentang solusi yang kamu berikan.
Selain tips penerapan komunikasi efektif dengan atasan seperti yang telah dijelaskan, pastikan juga jangan lakukan 5 hal berikut ini saat berbicara dengan bos:
5 Hal yang tidak boleh dilakukan ketika berkomunikasi dengan atasan
-
Membetulkan atau mengoreksi pembicaraan atasan di depan banyak orang
Sejumlah orang tidak suka dikoreksi di hadapan banyak orang. Valid nggak? Oleh karena itu, jika topik yang dibicarakan atasan atau rekan kerja dalam rapat merupakan kesalahan serius dan perlu dikoreksi, cobalah untuk mengatakannya saat semua tim telah meninggalkan ruang rapat. -
Berbicara dengan atasan saat merasa emosi
Akan ada suatu waktu dimana kamu merasa kesal dan ingin berbicara pada atasan karena rekan kerja atau pekerjaan yang berjalan tak sesuai dengan rencana. Padahal, kamu telah mengerahkan banyak waktu dan tenaga untuk mendapatkan hasil maksimal dari pekerjaan tersebut.
Meski sedang merasa begitu emosi, cobalah memberi waktu pada diri sendiri agar lebih tenang sekaligus untuk mengendalikan perasaan. Berbicara dengan atasan saat merasa kesal tak dapat menyelesaikan apapun, selain pembicaraan yang hanya membingungkan satu sama lain. -
Menunggu Pujian
Saat harus mempresentasikan pekerjaan, lakukan dengan percaya diri sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki. Jangan berbicara atau membangun komunikasi efektif hanya untuk mendapatkan pujian. Atasan tidak dapat membaca pikiranmu ketika kamu merasa kurang yakin dengan pekerjaan, langsung tanyakan bagaimana kinerjamu ketika membutuhkan validasi. -
Memotong pembicaraan atasan
Ketika sedang membangun komunikasi efektif dengan atasan, jangan sekalipun mencoba untuk memotong topik saat atasan berbicara. Pastikan kamu sabar dan mau menunggu hingga atasan selesai bicara, sehingga setelah obrolan selesai, kamu bisa menyampaikan pendapat yang lebih konstruktif sekaligus tidak menyinggung. -
Menyembunyikan kesalahan dan kesulitan dalam pekerjaan
Menyembunyikan kesalahan dalam pekerjaan termasuk tindakan tidak etis di tempat kerja. Ketika kamu salah atau kesulitan di tempat kerja, jangan disembunyikan apalagi ketika mengobrol dengan atasan.
Jika melakukan kesalahan atau memiliki kesulitan, coba komunikasikan dengan atasan. Sebab, tugas mereka adalah membimbing dan mengajari kamu cara untuk maju. Hal itu dapat mengatasi masalah kecil sebelum masalah besar terjadi.
Komunikasi efektif merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki saat bekerja, terutama untuk mengatasi rasa sungkan saat berbicara dengan atasan. Oleh karena itu, terapkan cara-cara yang penting untuk membangun komunikasi efektif seperti 5 tips yang telah dijelaskan. Sudah siap berani berdiksusi dengan atasan?



