Learner, siapa nih yang di tanggal 9 November 2022 lalu join event PARADIGM bersama @america? Event tersebut mengenai ‘Finding Your Personal Branding’. Menarik ya? Kalau mendengar istilah ‘personal branding’, apa yang teringat di benakku? Sebuah karakter? Konten sosial media? Atau malah sebuah pencitraan? Hmm… Masing-masing dari kamu bisa jadi mempunyai gambaran yang berbeda-beda, entah itu cenderung ke hal yang positif atau negatif. Banyak event dan konten-konten yang membahas mengenai cara membentuk personal branding. Untuk membantu mengembangkan karir secara profesional, PARADIGM mengadakan workshop tersebut di @america Pacific Place Mall, Jakarta Selatan.
Ada yang mengatakan kalau personal branding itu sangat penting, ada juga yang bilang personal branding is bullshit! Waduh… Apa iya? Menurut H. Clay Myers, Certified Professional Coach dan Cinta Maulida, Certified People Development, personal branding itu penting banget, lo. Apalagi buat kamu yang ingin membangun profesionalisme dalam karir.
Kalau mendengar profesi pemain basket handal, pasti kamu langsung teringat dengan Michael Jordan bukan? Kalau kamu mendengar kata Jerome Polin, kemungkinan yang ada dalam benak kamu adalah youtuber, matematika atau slogan mantap djiwaaaa! Nah, itulah pentingnya personal branding. Memang apa sih personal branding?
Daftar Isi
Ketahui Dulu Definisinya, Sebelum Tahu Cara Membentuk Personal Branding
“Personal branding is the conscious and intentional effort to create and influence public perception of ourselves.” – personalbrand.com
Yap, pemateri lebih suka mengutip definisi dari situs tersebut karena memuat 2 kata kunci: conscious and intentional effort juga create and influence public. Personal branding adalah upaya yang secara sadar dilakukan, artinya kita memang sengaja untuk dibentuk, tidak terbentuk begitu saja tanpa usaha. Selain itu, personal branding juga sengaja dibentuk untuk mempengaruhi orang lain. Artinya ada tujuan yang jelas. Nah, kalau kamu ditanya, apakah personal branding itu pencitraan, kamu jawab apa nih?
Personal Branding dan Pencitraan
Mungkin kamu pernah mendengar cibiran orang tentang personal branding, “Halah, pencitraan doang.” Hmm.. Padahal keduanya berbeda lo. Pencitraan biasanya cenderung melebih-lebihkan, tidak tulus dan kurang sesuai dengan jati diri, dilakukan dengan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan simpati publik. Sedangkan personal branding adalah membentuk citra sesuai dengan keunikan diri sendiri, dilakukan dengan tujuan jangka panjang, tujuannya untuk memberikan pengaruh positif pada banyak orang. Personal branding juga dilakukan untuk tujuan yang lebih profesional.
Tujuan Personal Branding
-
Monetisasi Kemampuan atau Hobi
Pernah dengar pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar? Nah, salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah membangun personal branding mengenai apa yang kamu bisa, apa yang kamu senang lakukan, asalkan sesuatu hal yang positif ya.
-
Mendapatkan Tawaran Pekerjaan atau Promosi
Saat ini, media sosial yang banyak digunakan dengan tujuan profesional adalah LinkedIn. Banyak HR yang kemungkinan besar akan mengecek profil kamu dari LinkedIn atau sosial media lainnya seperti instagram.
-
Membangun Bisnis dan Menarik Pelanggan
Sudah tahu belum, nama dan kredibilitas kamu adalah ‘powerful currency’ dalam lingkaran pekerjaan dan bisnis, lo! Personal branding dapat membantu kamu dalam mengembangkan bisnis.
-
Dikenal Di Tempat Kerja
Bekerja di suatu perusahaan, bukan berarti kamu akan begitu saja dikenal dan diingat oleh semua karyawan, kecuali kalau kamu bekerja di perusahaan yang jumlah karyawannya relatif kecil. Dalam lingkup kantor saja belum dikenal apalagi oleh pihak luar. Agar kehadiran kamu memberikan kesan abadi, kamu perlu membentuk personal branding sesuai dengan keunikan diri. Ketika lebih dikenal karena kemampuan, membuka banyak kemungkinan terhadap peluang bagus lo untuk perkembangan karirmu. Lalu, bagaimana cara membentuk personal branding?
Cara Membentuk Personal Branding
Langkah awal untuk membentuknya adalah menemukan persona dirimu. Bagaimana caranya? Gunakan tools dari BigName berikut ini,

Untuk memudahkan kamu dalam mengisinya, berikut ini pertanyaan pemantik dari setiap bagian dalam tools tersebut,
-
Identity
– “Where do you come from?”
– “What makes you a special person?”
– “What do you stand for?”
– “What do you want to achieve?”
– “What are your biggest goals?”
– “What do you feel proud of?”
Dari pertanyaan tersebut kamu bisa menemukan hal-hal berikut ini,
– Your values, purpose, vision
– Personality
– Physical characteristics
– Personal history
– Personal SWOT -
Competence
Pertanyaan pemantiknya adalah “What can you do well?” yang mana kamu akan menemukan apa kemampuan, bakat dan skill set kamu. -
Profession
“In what arena you can prove your skill set?” bisa menjadi pertanyaan yang kamu ajukan kepada dirimu, untuk menemukan Talent pool/job market atau dimana Industri yang tepat untukmu. -
Reason to Believe
Bagaimana cara meyakinkan orang. Nah, kamu bisa menggunakan pertanyaan satu ini, “What makes you credible?”. Beberapa hal ini bisa membuat kredibilitas meningkat:
– Resume, portfolio, track record
– Clientele, endorsement
– Intellectual property
Nah, selanjutnya kalau kamu sudah menemukan personal branding, bagaimana cara memaksimalkannya?
Baca Juga: 15 Strategi Bisnis dalam Membangun Branding
Tips Memaksimalkan Personal Branding

Menurut Clay dan Cinta, ada 4 hal yang bisa kamu lakukan untuk memaksimalkan personal branding,
-
Reflect: Ask question to yourself
Pernah tidak kamu mencari namamu di Google Search? Cobalah dan mulai dari sekarang. Kalau belum, jadikan dirimu agar lebih mudah ditemukan Google. -
Apply a 1% principle on developing yourself
Kepercayadirian datang dari pengalaman. Buat dirimu lebih baik setiap harinya! -
Optimize your marketing channel
Pelajari bagaimana menggunakan sosial media untuk bersuara, tunjukkan apa kemampuanmu. -
Practice gratitude & self-love
Pada akhirnya, tidak ada satupun yang sama sepertimu. Latihlah untuk terus bersyukur dan mencintai diri sendiri.




