Character Building

Tidak Harus Wirausaha, Ini Makna Kemerdekaan dalam Bekerja

“17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita!” Learner, tidak terasa ya kita sudah memasuki bulan Agustus. Euforia HUT RI ke- 76 justru semakin terasa, nih. Bendera merah-putih sudah dikibarkan dimana-mana. By the way, berbicara tentang kemerdekaan, apa sih makna kemerdekaan bagi kamu? Khususnya dalam karir. Jika masih bekerja pada orang lain, menjadi pegawai/karyawan di suatu lembaga/perusahaan, apakah artinya diri kita masih belum merdeka?

Sebagian orang berpendapat bahwa kemerdekaan dalam karir adalah saat seseorang sudah tidak lagi bekerja pada orang lain, alias memilih jalur wirausaha. Karena berwirausaha artinya kamu menjadi ‘bos’ untuk dirimu sendiri, Katanya begitu. Apakah kamu sependapat dengan mereka?

Hmm… Kalau saya, tidak. Menurut saya setiap orang tidak selalu harus menjadi wirausaha untuk bisa dikatakan merdeka. Dalam bekerja, kita bebas memaknai kemerdekaan menurut versi masing-masing. Merdeka dalam bekerja versi saya adalah ketika kita bisa lebih mandiri dalam proses bekerja dan menikmati pekerjaan yang kita jalani.

Yap. Makna kemerdekaan sebagai pekerja, kuncinya adalah kemandirian. Kita memang bekerja pada orang lain, kita mungkin masih menjadi karyawan biasa yang belum menempati level manajerial. Namun, apapun posisi kita saat ini, kita harus bisa lebih mandiri dalam proses bekerja. Apa saja ciri-ciri kalau kita sudah mandiri dalam proses bekerja?

Makna Kemerdekaan dalam Bekerja :

1. Mampu Memotivasi Diri (Self Motivation)

Source : Brooke Cagle fro Unsplash


Kenapa kemampuan memotivasi diri menjadi salah satu ciri makna kemerdekaan dalam bekerja? Sebab sebanyak apa pun kamu mendapatkan dorongan dari orang lain, tidak akan gunanya jika tidak punya dorongan yang kuat dari dalam dirimu.

Coba bayangkan, kalau kamu hanya mengandalkan motivasi eksternal alias berharap akan selalu ada orang lain yang memotivasi diri kamu. Lelah sedikit saja kamu minta disemangati. Mau bertindak harus ada dorongan dari orang lain. Repot, bukan?

Dalam proses bekerja, motivasi diri berguna untuk membuat diri kamu bergerak dari pikiran menjadi tindakan. Lalu bagaimana sih cara memotivasi diri agar makna kemerdekaan dalam bekerja bisa dirasakan?

Cara Memotivasi Diri

1. Gali lebih jauh apa alasan bekerja?

Apakah kamu bekerja hanya karena tidak ingin disebut pengangguran? Apakah kamu bekerja hanya karena menjalani sebuah fase? Fase sekolah, kuliah, lulus, bekerja, menikah dan seterusnya.

Jangan sampai kamu bahkan tidak tahu apa motivasi kamu dalam bekerja.

2. Break-down tugas

Pernahkah saat kamu punya banyak tugas yang harus diselesaikan namun tidak tahu harus memulai darimana? Nah, biasanya itu terjadi karena pikiranmu memandang bahwa tugas terlalu besar, kompleks dan sulit untuk diselesaikan. Kadang-kadang, hal tersebut bisa membuat motivasi diri menjadi rendah. Kalau mengalaminya, cobalah untuk memecahkan (break-down) tugas tersebut menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan mudah dilakukan.

Baca Juga : Tips Kerja di Rumah Selama PPKM Biar Makin Produktif

2. Punya Kesadaran Diri (Self Awareness)

Source : Fares Hamouche for Unsplash


Salah satu hal yang seringkali membuat kamu tidak merasa mempunyai makna kemerdekaan dalam bekerja adalah karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya kamu mau. Salah satunya karena kamu belum mengenal dirimu sendiri. Mengenal diri sendiri dalam hal ini maksudnya adalah adanya pengetahuan dan pemahaman tentang emosi, keyakinan, asumsi, kemampuan, motivasi, minat dan bakat yang ada pada diri sendiri.

Kesadaran diri lebih dikenal dengan istilah Self-Awareness, kamu pasti sering mendengarnya, kan? Untuk membantu kamu lebih memiliki kesadaran diri, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Pertama, coba kamu tanyakan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini :

  • Apa jenis ilmu yang lebih senang kamu lakukan? Ilmu tentang teori fundamental atau ilmu penerapan yang sifatnya lebih praktis?
  • Apakah kamu lebih menyukai pekerjaan yang menghabiskan waktu di laboratorium, kantor atau pekerjaan lapangan?
  • Apakah kamu lebih menyukai pekerjaan yang mengharuskan kamu berkomunikasi secara lisan atau secara tertulis?
  • Apakah kamu lebih menyukai pekerjaan yang melibatkan banyak orang atau lebih suka bekerja sendiri?
  • Apakah kamu adalah orang yang menikmati perjalanan dan bertemu dengan banyak orang? Atau justru hal itu sangat melelahkan bagimu?

Bagaimana, apakah kamu sudah bisa menjawabnya? Kalau belum, coba deh sisihkan waktu untuk merenungkannya. Apabila kamu sudah bisa menjawabnya, kamu akan lebih mudah menemukan pekerjaan dan karir yang bagaimana yang lebih cocok untukmu.

Contohnya begini, anggaplah saat ini kamu adalah tenaga kesehatan yang bekerja di laboratorium. Kamu sudah bekerja selama 3 tahun namun merasa sangat tidak menikmati pekerjaan tersebut. Hari demi hari yang membosankan kamu lalui hanya demi mendapatkan penghasilan setiap bulan.

Kalau kamu hanya merasa bosan sehari dua hari itu tidak masalah. Mungkin kamu hanya sedang jenuh dengan rutinitas. Namun jika sepanjang hari, minggu dan bulan terus begitu. Bisa jadi kamu memang tidak cocok bekerja di laboratorium. Bisa jadi kamu sebenarnya lebih menyukai pekerjaan lapangan. Sayangnya kamu tidak pernah meluangkan waktu untuk mencari tahu tentang dirimu sendiri.

Masih bingung bagaimana cara untuk lebih mengenal diri sendiri? Coba deh ikuti tes-tes kepribadian. Yap! Itulah cara kedua yang patut kamu coba. Berikut ini rekomendasi tes kepribadian untukmu,

Rekomendasi Tes Kepribadian

Tes kepribadian MBTI mengacu pada 2 jenis kepribadian menurut Carl Jung: ekstrovert dan introvert. Dalam tes ini ada 16 jenis kepribadian berbeda.

Tes kepribadian DISC dirancang untuk mengukur dominance (dominasi), influence (pengaruh), steadiness (kestabilan), and conscientiousness (kesungguhan).

3. Punya Regulasi Diri (Self Regulation)

Source : Elisa Ventur for Unsplash

Terakhir, kemerdekaan dalam bekerja ditandai dengan kemampuan dalam mengontrol diri dalam pertumbuhan pribadi dan profesional. Regulasi diri ini didasarkan pada motivasi diri dan kesadaran diri.

Jadi, kalau kamu sudah tau motivasi diri dan sudah mengenal dirimu dengan baik. Selanjutnya kamu perlu mengasah kemampuan dalam mengontrol diri, termasuk dalam hal ini emosi dan pengaruh dari luar.

Kalau menurut Daniel Goleman, self regulation adalah satu dari lima elemen kecerdasan emosional (empat elemen lainnya yaitu mengetahui emosi, memotivasi diri sendiri, memahami emosi orang lain dan mengelola hubungan).

Regulasi diri ini penting banget! Apalagi dimasa pandemi yang mengharuskan kamu bekerja dari rumah. Pertanyaan penting yang perlu kamu tanyakan berkaitan dengan regulasi diri :

  • Siapa yang memberikan pengawasan pada pekerjaanmu?
  • Bagaimana kamu mengatur waktu dalam proses menyelesaikan pekerjaan?
  • Apa hasil yang kamu inginkan dari pekerjaan yang kamu lakukan?
  • Bagaimana cara kamu tetap fokus pada pekerjaan ketika emosimu sedang tidak stabil?
  • Bagaimana cara kamu menyingkirkan berbagai distraksi yang ada saat kamu sedang bekerja?

Ketika kita tahu bagaimana cara mengelola emosi, bagaimana cara meminimalisir distraksi, kita bisa menjalani keseharian dengan lebih produktif. Kita sadar sepenuhnya bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah upaya untuk mencapai pertumbuhan diri dan profesionalitas dalam karir. Bukan hanya sekedar menghabiskan waktu 8 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu hanya untuk mendapatkan gaji diakhir bulan. Kita ‘merdeka’ dari perasaan tertekan dan stres dalam bekerja. Kita punya tujuan jangka panjang dalam pekerjaan dan menikmati setiap proses dalam bekerja. Itulah makna kemerdekaan dalam bekerja.

Source :

Working Independently | WebGURU (neu.edu)

Independence | Learning Hub

Widya Imrani

Widya is the Content Writer of PARADIGM. She is an outgoing introvert who loves drinking tea. You must try to tell a story to her, she can listen you for hours!

Recent Posts

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan Pelanggan

Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…

4 weeks ago

Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training Program

‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…

2 months ago

Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career

While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…

2 months ago

Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…

2 months ago

Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership Training

Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…

6 months ago

Persiapan Expo, Pakuwon Jati Gaet PARADIGM adakan Sales Training

Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…

6 months ago