Source: RODNAE Productions for Pexels
Halo learner! Berbicara tentang dunia profesional khususnya Human Resource, pasti kamu nggak asing lagi nih dengan salah satu praktisi yang namanya sudah sering sekali muncul di berbagai platform digital. Yap, Dudi Arisandi! Chief People Officer dari tiket.com. Baru baru ini PARADIGM melakukan interview dengannya mengenai bagaimanakah pemimpin yang baik dan berpegang pada value people and customer oriented, seperti culture yang digalakkan di tempatnya bekerja.
Anyway, tahu nggak sih kalau Dudi Arisandi dikenal dengan bapak pantun dalam dunia per-HR-an? Di setiap sesi sharingnya di berbagai platform, Ia hampir tak pernah absen melontarkan pantunnya. Bahkan di sela-sela sesi interview dengan PARADIGM pun begitu,
Beli tiket ke pulau
Sarapannya telur dadar
Kalau anak-anak tiket lagi galau
Ada pundak Pak Dudi buat bersandar
Wah wah… kira-kira leader style yang bagaimana sih yang beliau terapkan di lingkungan kerja? Sampai-sampai jadi sandaran oleh anak-anak tiket.com.
Berbicara tentang kepemimpinan, kamu sebagai staff di kantor pasti pengen banget dong punya atasan yang baik? Atau kamu yang memang sudah menjadi seorang pemimpin yang punya tim, pasti pengen juga jadi pemimpin yang baik. Nah gimana ya caranya menjadi pemimpin yang baik, bahkan bukan hanya good leader namun excellent leader?
Daftar Isi
Menurut Dudi, excellent leader adalah pemimpin yang punya bervalue people and customer oriented. Jadi bukan hanya memberikan yang terbaik kepada pelanggan namun juga kepada tim kerja. Sebagaimana core value HAPPY yang diterapkan di tiket.com (Hungry, Agile, People and customer oriented, Performance driven, dan Yourself). Lalu, pemimpin yang people-oriented itu yang bagaimana sih?
Adalah pemimpin yang visible, alias mudah di reach-out oleh tim. Tujuannya agar barrier antara atasan dengan bawahan bisa diminimalisir. Ditempat kerja, inilah beberapa penerapannya,
Leader yang people-oriented adalah leader yang mau mendengarkan tim kerja. Mendengar ini bukan berarti hanya mendengarkan mereka saat berbicara ya, namun mendengarkan suara mereka termasuk pendapat, ide, kritik, dan saran. Dalam perusahaan yang menerapkan people-oriented seperti tiket.com, perbedaan pendapat antara leader dan staff bukanlah sesuatu yang harus dihindari.
Coba ingat-ingat ketika hari pertama kamu bekerja, siapa saja atasan yang menyambut kamu? Nah, penerapan di lingkungan kerja Dudi Arisandi, sejak hari pertama karyawannya bergabung, salah satu Board of Director (BOD) menyambut langsung. Siapa pun yang baru bergabung termasuk anak intern pun, salah satu direktur akan menyambutnya, berbeda dari kebiasaan di banyak perusahaan dimana yang menyambut karyawan baru hanya tim Human Resources atau learning team.
Selain itu, setelah 1 hingga 2 bulan, seluruh tim yang baru bergabung akan berkumpul dan berdiskusi bersama seluruh BOD, bukan hanya BOD dalam divisinya saja. Menurut Dudi Arisandi, kita sebagai atasan perlu menyempatkan waktu, sesibuk apapun. Sebagai tim kerjanya, mereka tidak ada batasan dalam bertanya. bahkan pertanyaan yang belum terjawab pada sesi diskusi akan tetap dijawab melalui email. Jadi, tidak ada satupun suara yang terlewatkan. Hal ini bisa membuat karyawan merasa dihargai karena concern mereka didengar.
Siapa diantara kamu yang menggunakan aplikasi Slack ditempat kerja. PARADIGM dan TIKET.COM menggunakannya lo. Sebagai salah satu decision leadership, leader perlu memastikan untuk hanya menggunakan 1 media komunikasi utama, agar jalur koordinasinya tidak menyebar kemana-mana. Apapun jika setiap divisi atau koordinasi yang lebih kecil memerlukan grup WhatsApp atau lainnya maka tidak ada larangan, namun jalur koordinasi utama harus tetap melalui channel komunikasi yang utama agar efektif.
Menarik ya? Namun pada setiap decision leadership pasti ada saja nih tantangannya, kira-kira dari pengalaman seorang Dudi Arisandi, apa saja ya tantangan yang pernah dihadapi?
Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Milenial Vs Tradisional, Kamu Dan Seniormu Tipe Leader Yang Mana?
Baca Juga: Tim Anda Generasi Z? Agar Efektif, Terapkan Gaya Kepemimpinan Berikut Ini!
Anyway, yang sudah diterapkan Dudi Arisandi dan perusahaan tempatnya bekerja tersebut sesuai dengan apa yang diajarkan trainer kami dalam sesi Excellent Leader lo. Berbicara tentang sesuatu yang excellent adalah berbicara tentang komitmen. Ada 3 hal yang menjadi fokus seorang leader yang excellent:
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…