PARADIGMPARADIGM
  • HOME
  • Blog
    • Paradigm Latest Event
    • Personal Development
    • Professional English
    • Service Excellence
    • Our Programs
    • Character Building
    • Others
  • Programs
  • Prakerja
  • About
  • Contact Us
  • en_USEN
    • id_IDID
March 17, 2022 by Annisa Daniswara

Penting! Proaktif Adalah Kunci Produktivitas. Ini 7 Tipsnya!

Penting! Proaktif Adalah Kunci Produktivitas. Ini 7 Tipsnya!
March 17, 2022 by Annisa Daniswara

Hallo, Learner! Saat work from home atau work from office, siapa disini yang seringnya diam saja pas meeting jika ditanya ‘bagaimana pendapat kalian?’ Entah karena malu mengutarakan pendapat, nunggu ada orang lain yang jawab, atau biar cepat selesai aja meetingnya? Hmm… Walaupun cuma satu atau dua kali. Aku, kamu dan orang lain pasti pernah ada di posisi tersebut. Iya apa iya? Hehehe padahal berani berpendapat dan bertanya merupakan salah satu sikap proaktif. Dan sikap proaktif adalah kunci produktivitas dalam bekerja.

Tapi kamu tahu tidak sih. Sebenarnya, apa yang terlintas dalam pikiranmu saat meeting bisa saja sesuatu yang luar biasa. Kalau tidak diutarakan, sesuatu tersebut hanya berenang di kepala, sayang sekali kan? Oleh karena itu, kenalan lebih dekat yuk dengan proactive attitude atau sikap proaktif ini!

Daftar Isi

  • Apa Itu Sikap Proaktif Dalam Bekerja?
  • Proaktif adalah Lawan dari Reaktif, Apa Perbedaannya?
  • Mengapa Kita Perlu Bersikap Proaktif di Tempat Kerja?
  • 7 Tips Untuk Lebih Proaktif di Tempat Kerja
    • Jadilah Penasaran (Curious)
    • Perluas Networking di Luar Divisi
    • Mencari Solusi
    • Perdalam Kemampuan
    • Aktif bertanya dan hubungkan pecahan-pecahan informasi
    • Membantu Teman Kantor
    • Belajar dari kesalahan dan mendengarkan feedback
  • 3 Elemen dalam Sikap Proaktif
    • Manajemen diri
    • Memikirkan atau mempertimbangkan orang lain
    • Menyelaraskan dengan visi atau purpose perusahaan

Apa Itu Sikap Proaktif Dalam Bekerja?

Simplenya, sikap proaktif itu adalah sikap yang aktif (tapi lebih ya aktifnya) atau tindakan mengambil inisiatif. Bertanggung jawab akan hidup merupakan salah satu ciri sikap proaktif. Tindakan yang diambil oleh seseorang yang mempunyai sikap proaktif (proactive attitude) selalu dipikirkan terlebih dahulu, tidak langsung asal respon. Bahkan tindakan yang diambil seringkali selaras dengan nilai-nilai baik (good values) yang dipegang teguh dalam hidup.

Sikap proaktif bisa digunakan dalam berbagai kondisi, jika diasah terus menerus saat kondisi normal dalam bekerja, kita akan terbiasa menghadapi kondisi sulit juga dengan sikap proaktif loh! Sangat membantu bukan?

Proaktif adalah Lawan dari Reaktif, Apa Perbedaannya?

Simplenya, bedanya bisa dilihat dari respons dalam menghadapi sesuatu kok. Sikap reaktif merupakan sikap yang responsive (berlebihan reponsivenya) dalam menanggapi suatu kejadian. Saking responsivenya, tindakan yang diambil tidak diperhitungkan secara matang dan cenderung impulsive.

Jika seseorang yang proaktif bisa berpikir dahulu sebelum bertindak, seseorang yang reaktif malah langsung merespon tanpa berpikir terlebih dahulu. Seseorang yang proaktif memberi upaya dalam melakukan sesuatu yang dapat ia lakukan (Circle of Influence); sedangkan seseorang yang reaktif fokus terhadap apa yang ia tidak bisa kontrol (Circle of Concern) (Covey Stephen, 1989). Contohnya jika sedang ada masalah dalam tim, sikap proaktif yang muncul adalah mencari solusi, sedangkan sikap reaktif yang langsung muncul adalah menyalahkan keadaan, lingkungan atau orang lain terhadap masalah tersebut.

Baca juga : 5 Sikap Optimisme Paling Mendasar, Demi Karir Cemerlang

Mengapa Kita Perlu Bersikap Proaktif di Tempat Kerja?

Penelitian yang dilakukan oleh Sharon K. Parker (2018) mengungkapkan jika sikap proaktif dapat mendorong kinerja dan kontribusi individu dalam tim. Dimana hal tersebut dapat menjadikan akselerasi karir mu untuk lebih baik loh. Karena pekerja yang proaktif cenderung untuk menggunakan inisiatif mereka di tempat kerja. Sikap inisiatif tersebut memunculkan banyak kesempatan (opportunities) yang  datang. Selain itu, langkah-langkah yang diambil seseorang yang proaktif untuk mencegah masalah atau mencari solusi dapat mengurangi perasaan mendesak dan stress di lingkungan kerja.

Baca Juga: 15 Manfaat Public Speaking untuk Pengembangan Diri dan Karirmu

7 Tips Untuk Lebih Proaktif di Tempat Kerja

  1. Jadilah Penasaran (Curious)

Hayo bukan penasaran sama gosip kantor ya, tetapi penasaran karena ingin belajar lagi dan lagi. Memunculkan pertanyaan ‘kenapa’, bisa jadi pembuka dari belajar lagi loh: ‘kenapa bisa begini ya?’, ‘kok hasilnya bisa beda ya sama bulan lalu, kenapa ya?’, ‘loh kok sekarang banyak webinar ya, kenapa ya?’. Pertanyaan tersebut muncul dari rasa penasaran (curious).

  1. Perluas Networking di Luar Divisi

Salah satu cara menjadi proaktif adalah perluas networking di luar divisi
Source : Pavel Danilyuk for Pexels

Iya, kenalan sama temen dari divisi lain. Dengan ini, zona nyaman kita bisa meluas loh. Karena kita terbiasa dalam lingkungan dengan teman-teman kerja yang berbeda skill maupun backgroundnya.

  1. Mencari Solusi

Jika ada permasalahan muncul, langsung deh munculkan sikap mencari solusi. Fokus terhadap sesuatu yang dalam kendali kita.  Daripada menyalahkan masalah, lebih baik cari jalan keluar untuk menyelesaikannya. Segera ambil tindakan dan bergerak untuk memberi solusi.

  1. Perdalam Kemampuan

Dalam digitalization era ini banyak sekali platform untuk memperdalam skills. Baik mengikuti webinar, online courses, membaca buku ataupun melihat channel youtube yang sesuai. Proaktif untuk mengasah skill baik hard skills maupun soft skills bisa membuat kinerjamu lebih oke.

  1. Aktif bertanya dan hubungkan pecahan-pecahan informasi

Saat menjadi karyawan baru, pernah tidak merasa bahwa banyak yang kita tidak pahami. Kita harus mampu untuk mencari tahu sendiri. Kenyataanya, senior, teman sekantor maupun atasan tidak memberikan “full” namun bisa jadi hanya secara garis besarnya. Nah, kita tidak bisa nih hanya menunggu orang lain mengajarkan kita ‘bagaimana caranya’. Selain bertanya, kita lebih baik ambil inisiatif untuk belajar sendiri dan menghubungkan pecahan informasi yang kita dapatkan dari lingkungan kita bekerja. Dengan begitu jawaban utuh akan terbentuk yang kemudian  berhasil menjawab ketidaktahuan kita akan sesuatu.

  1. Membantu Teman Kantor

“Aduh pekerjaan ku saja sudah banyak, ditambah harus bantu orang lain”.

Eits, membantu teman satu kantor bukan berarti harus mengorbankan kerjaanmu kok. Kamu bisa mengerjakan sesuai urutan prioritas dan urgensi, setelah selesai, kita bisa bantu teman kantor kita yang datang meminta bantuan. Kabar baiknya, dari membantu teman kita, kita juga banyak belajar hal baru atau membuat skill yang sudah kita punyai lebih terasah.

Contohnya kita mempunyai posisi sebagai staff administrasi, teman kita dari divisi marketing meminta bantuan cara mengerjakan excel untuk sales value suatu project. Saat membantu, kita belajar hal baru yang mungkin masih awam yaitu sales value dalam marketing; dan kemampuan excel yang sudah kita punyai mampu lebih terasah lagi.

  1. Belajar dari kesalahan dan mendengarkan feedback

Perihal aku maupun kamu, pasti pernah ya membuat kesalahan. Apalagi jika baru pertama mencoba. Nah jika kita melakukan kesalahan di tempat kerja, biasanya ada feedback dari atasan. Daripada ngomel sendiri karena kesal, lebih baik kita ambil feedback yang bisa bantu kita mengatasi kesalahan tersebut. Sikap proaktif ini bisa jadi ranah evaluasi agar performance kita lebih baik di tempat kerja loh.

Baca juga : Komunikasi adalah Kunci Service Excellent, Pahami 5 Faktor Ini

3 Elemen dalam Sikap Proaktif

Selain tips diatas, bagaimana ya agar sikap proaktif kita benar?  Sharon K. Parker (2018) menemukan bahwa sikap proaktif yang dapat memaksimalkan kesuksesan adalah sikap proaktif yang bijaksana (wise proactivity). Terdapat tiga elemen dalam proaktif bijaksana:

  1. Manajemen diri

Pikir-pikir bersikap proaktif itu perlu energi yang lebih ya? Job desk utama atau pekerjaan yang wajib saja sudah membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih. Jika terlalu banyak ambil inisiatif, bisa masuk ke perangkap burnout nih. Nah untuk membuat sikap proaktif kita efisien, manajemen diri sangat penting. Salah satu manajemen diri yang baik adalah melakukan pekerjaan sesuai dengan skala prioritas dan urgensi dari Eisenhower Matrix.

Dalam eksekusinya, membuat to-do-list dan selalu update kalendermu adalah pilihan yang tepat!

https://www.instagram.com/p/B9jtt6DgQSx/

  1. Memikirkan atau mempertimbangkan orang lain

Kira-kira jika kita sudah proaktif mengutarakan ide misalkan, impactnya hanya pada kita atau bisa saja pada tim kita ya? Dalam pekerjaan, mengerjakan project tertentu kita diharuskan bergerak dalam sebuah tim. Jadi ketika proaktif mengambil inisiatif tertentu, bukan hanya kita sebagai individu yang harus dipikirkan, namun ada tim, organisasi bahkan stakeholder yang harus menjadi pertimbangan.

Contohnya kita memberi ide dalam meeting untuk menambah jam lembur agar menjadi 15 jam/minggu agar sales outcome melebihi target tiga bulan lalu. Padahal jam lembur bukan pada kita saja impactnya, namun satu tim harus bertambah jam lembur untuk success metric yang diluar target. Kan kasihan ya.

  1. Menyelaraskan dengan visi atau purpose perusahaan

Selayaknya melakukan research yang ada batasan penelitiannya. Sikap proactive juga batasannya, yaitu harus selaras dengan visi tempat kita bekerja. Hal tesebut agar project atau pekerjaan keep on track.

Alangkah lebih baiknya jika tips-tips diatas memperhatikan ketiga elemen ini ya, agar sikap proaktifmu dalam memberi kontribusi yang baik dalam produktivitas bekerja.

Mengutip ucapan George Bernard Shaw,

‘‘There are three kinds of people: those who make things happen, those who watch what happens, and those who wonder what happened.’’

Kita termasuk tipe yang mana ya? Kabar baiknya, kita punya andil untuk memilih menjadi proaktif mengambil tindakan dengan mengikuti tips-tips diatas; atau reaktif yang hanya melihat dan menyalahkan keadaan. Semoga kita semua berhasil bertanggung jawab atas kehidupan kita ya! Good Luck Learner!

Sources:

  • Canon Singapore. (n.d). The Right Way to be Proactive.
  • Covey, Stephen R.(1989). The Seven Habits of Highly Effective People: Restoring the Character Ethic. New York: Simon and Schuster. (Book)
  • How to be Proactive and Take Initiative at Work.OpEx Managers.
  • McCoy, Brian. (2020). The Secret to Being More Proactive at Work.
  • Parker, Sharon K., Wang, Y., and Liao, Jenny. (2018). When Is Proactivity Wise? A Review of Factors That Influence the Individual Outcomes of Proactive Behavior. Annual Review of Organizational Psychology and Organizational 6:221–48. (Book)
  • Peterson, Mady. (n.d). 
  • Scroggs, Laura. (n.d). The Eisenhower Matrix: Avoid The “Urgency Trap” with Dwight D. Eisenhower’s Famous Prioritization Framework.  
Previous articleTim Anda Generasi Z? Agar Efektif, Terapkan Gaya Kepemimpinan Berikut Ini!Tim Anda Generasi Z, Agar Efektif, Terapkan Gaya Kepemimpinan Berikut IniNext article 21 Pertanyaan Tentang Public Speaking Paling Umum. Ini Jawabannya!21 Pertanyaan tentang Public Speaking Paling Umum, Ini Jawabannya!
Annisa Daniswara
Annisa Daniswara Santoso is a Contributor at PARADIGM. She hopes our writing can be a beautiful part of your journey.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST POPULAR

  • Pelatihan Komunikasi Efektif 'Passion with Action & Effective Communication'
    Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMarch 31, 2024
  • Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruary 29, 2024
  • Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career
    Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your CareerFebruary 29, 2024
  • Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan
    Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja PerusahaanFebruary 28, 2024
  • Excellent Leadership Training Pakuwon Jati bersama PARADIGM
    Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership TrainingOctober 31, 2023
logo paradigm white

PARADIGM endeavors to treat each customer with respect and kindness, to grow through innovation, invention, and creativity and to incorporate honesty and integrity in all aspects of business.

recent post

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMarch 31, 2024
Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruary 29, 2024
Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your CareerFebruary 29, 2024
Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja PerusahaanFebruary 28, 2024

CONTACT INFORMATION

OPERATIONAL OFFICE
Gedung Permata Cikini
lt. 3, Jl. Pegangsaan Timur No 7 Kel. Pegangsaan Kec. Menteng Jakarta Pusat 10320

CORRESPONDING OFFICE
Penthouse Plaza Marein
lt. 23, Jakarta Selatan, Indonesia
business@paradigm.co.idwww.paradigm.co.id
Monday - Friday 9.00 AM - 6.00 PM (WIB)
PT. Paradigma Lintas Semesta ©2023