Hai, para leaders… Kamu setuju dong kalau masalah dalam pekerjaan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Sebagai leader perusahaan, kamu pasti menemukan masalah demi masalah yang kadang membuat kamu dan tim kerja jadi overthinking. Kira-kira bagaimana ya cara mengatasi overthinking mereka?
Hmm… Sebagai leader, setiap menemui masalah, mungkin yang kamu pikirkan adalah apa solusi yang bisa kamu berikan pada tim agar terbebas dari masalah. Padahal, menurut situs Trello, kepemimpinan bukanlah tentang menciptakan lingkungan pekerjaan yang terbebas dari masalah. Namun bagaimana seorang leader memilih pendekatan dalam mengelola tumpukan masalah yang tidak bisa dihindari. Baik masalah yang dihadapinya secara langsung maupun yang dihadapi oleh setiap tim kerjanya.
“If you want to maximize effectiveness—for yourself and your team—the best way to approach and manage those problems is with a solution-oriented mindset.” – Deanna deBara in Trello.
Daftar Isi
Solution Based Thinking, Pendekatan dalam Mengelola Masalah
Yap. Pendekatan terbaik untuk mengelola masalah adalah dengan memiliki mindset berorientasi solusi, atau biasa disebut dengan Solution Based Thinking. Kamu sebagai leader, apakah menurutmu menjadi seseorang yang berorientasi solusi saja sudah cukup bagi perusahaan? Jawabannya tidak. walaupun kamu adalah seseorang yang berorientasi solusi, bukan berarti itu cukup bagi perusahaan. Karena untuk mencapai tujuan bersama, tim yang bekerja dengan kamu juga harus berorientasi solusi.
“The whole purpose of you being a leader is that you can create that [solution-oriented mindset] in others.” -Olsson
Kamu setuju, dong? Tidak efektif kan kalau setiap ada masalah, leader harus turun tangan untuk bantu menyelesaikannya. Apalagi kalau masalahnya sepele dan di besar-besarkan tim hanya karena mereka tidak mengerti bagaimana cara mengatasi overthinking.
Baca juga : Perbedaan Solution Based Thinking dan Problem Based Thinking
Lalu, bagaimana cara mengatasi overthinking tim kerjamu agar mereka bisa berorientasi solusi? Hmm… Sebagai perusahaan penyedia jasa training salah satunya Solution Based Thinking Training, biasanya kami memulai dengan Gamification salah satunya adalah Gandiwa Gamification.

Game ini bukan hanya untuk seru-seruan, loh. Tapi juga agar setiap anggota tim memahami peran masing-masing individu sebagai pemimpin maupun team player. Selain gamification, Paradigm juga menyelenggarakan berbagai model pemecahan masalah, 3 diantaranya sebagai berikut,
Model Pemecahan Masalah, Cara Mengatasi Overthinking Tim Kerja
-
Fish Bone Model
Game ini dinamakan fish bone model karena memang bentuknya menyerupai kerangka ikan. Game ini mencari tahu sebab-akibat suatu masalah, kecacatan atau kegagalan dalam suatu proses. Artinya, game ini membantu mencari akar permasalahan dan variabel-variabel potensial yang berkaitan. Konsep fish bone model sudah ada sejak 1920-an, dipopulerkan oleh seorang Profesor dari Jepang, Kaoru Ishikawa. Karena itu, fish bone model sering juga disebut Ishikawa.
Selain menemukan penyebab masalah yang ada, fish bone model juga digunakan untuk mencegah masalah. Fish bone model telah digunakan oleh banyak perusahaan besar salah satunya Mazda Motors. Mazda menggunakan fish bone model untuk merancang mobil sport Miata (MX5).

-
The 5 Whys
The 5 Whys sering digunakan bersamaan dengan Fish Bone Model. The 5 Whys dimulai dengan pernyataan masalah yang terjadi, lalu menyebutkan pertanyaan ‘mengapa’sebanyak 5 kali.Contoh penggunaan The 5 Whys : Motor kamu berhenti ditengah jalan saat perjalanan menuju kantor Tanyakan ‘mengapa’sebanyak 5 kali,
Pertanyaan ke 1 : Mengapa motor saya berhenti ditengah jalan? Karena kehabisan bensin
Pertanyaan ke 2 : Mengapa bisa kehabisan bensin? Karena tidak membeli bensin dalam perjalanan menuju kantor
Pertanyaan ke 3 : Mengapa tidak membeli bensin? Karena tidak sempat dan takut terlambat
Pertanyaan ke 4 : Mengapa tidak sempat dan takut terlambat? Karena bangun kesiangan
Pertanyaan ke 5 : Mengapa bangun kesiangan? Karena tidur terlalu larut
Saat menggunakan Fish Bone Model, setelah menetapkan penyebab utamanya, kita bisa menggunakan The 5 Whys untuk mencari tahu berbagai akar penyebab suatu masalah, nantinya setiap cabang masalah akan membentuk sub-cabang.
-
Root Cause Analysis
Dalam ilmu kedokteran, mengobati gejala dan menyembuhkan sakit adalah 2 hal yang berbeda dan mudah dipahami. Misalnya ada pasien yang mengalami patah tulang dan merasakan sakit yang luar biasa. Untuk mengobati gejala, Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit, namun untuk menyembuhkan tulangnya, Dokter harus melakukan perawatan yang berbeda.
Sekarang, bayangkan kamu sedang menghadapi masalah dalam pekerjaan yang membuat stress berat. Apa yang kamu lakukan? Lompat dari lantai atas agar stres langsung hilang? Atau mencari tahu gejala-gejala dari masalah agar bisa di minimalisir? Sedangkan masalah utamanya akan tetap ada.
Nah, Root Cause Analysis adalah sebuah teknik yang popular dan sering digunakan dalam problem solving ditempat kerja. Asumsi dalam Root Cause Analysis, bahwa penyebab masalah di suatu area memicu masalah di area lainnya. Kamu bisa menemukan apa akar penyebab masalah dan bagaimana itu bisa tumbuh serta memicu masalah-masalah lainnya yang sedang dihadapi.
Panduan Penilaian dalam Solution Based Thinking Training
Dalam proses training, kami menggunakan panduan untuk mengukur sejauh mana klien sudah menerapkan mindset solution based thinking. 5 hal yang kami nilai diantara sebagai berikut :

-
-
Strategic Thinking
Berpikir strategis berarti kapabilitas seseorang dalam membuat strategi yang efektif untuk mencapai tujuan. Salah satu pola pikir yang harus ditanamkan pada tim kerja adalah, bahwa berpikir strategis bukan hanya untuk leader atau senior eksekutif. Karena setiap tim juga memiliki tujuan-tujuan tertentu yang harus mereka capai dalam pekerjaan. Dan hal ini adalah salah satu yang kemampuan yang tidak tertulis dalam setiap deskripsi pekerjaan.
-
Competitiveness
Kompetitif bukan berarti mampu mengalahkan semua saingan, atau bersaing secara tidak sehat. Memiliki sifat dan mental kompetitif membuat tim berusaha mengerahkan seluruh potensi yang mereka punya untuk mencapai setiap tujuan dalam pekerjaan. Mereka memiliki dorongan batin untuk bekerja lebih keras, belajar lebih banyak dan keingintahuan yang tinggi. Tim juga tidak akan mudah menyerah ketika menemui kendala dalam mencapai tujuan. Tentunya tujuan yang baik, ya.
-
Problem Identification
Kemampuan memecahkan masalah memang penting, namun kemampuan untuk mengidentifikasi masalah juga tidak kalah penting karena merupakan bagian dari proses pemecahan masalah. Dalam mengidentifikasi masalah, tim harus mampu membedakan mana yang merupakan gejala, inti masalah beserta akar masalahnya.
-
Communication
Kemampuan berkomunikasi bukan hanya tentang kemampuan berbicara, ya, Namun tentang bagaimana tim mampu menyampaikan gagasan, ide, maupun pemecahan masalah agar mampu dipahami dan diterima oleh yang lain, baik tim kerja lain maupun semua stakeholders yang terlibat.
-
Team work
Kemampuan bekerja sama dengan team berpengaruh pada bagaimana mereka mampu menjalankan perannya, baik untuk mencapai tujuan bersama maupun mencapai sebuah konsensus. Yap. Mengetahui job description saja tidak cukup, setiap anggota tim harus tahu dimana ia berperan dan apa tujuan perusahaan yang ingin dicapai melalui dirinya.
-
Bagaimana? Sudah ada gambaran bagaimana cara mengatasi overthinking tim kerjamu? Jika kamu ingin tahu lebih jauh tentang program kami khususnya Solution Based Thinking Training. Sila kontak tim kami here.
SOURCE :
Tout, Jonathan. Fishbone Diagram Explained | Reliable Plant
Content Team, Analisis Penyebab Akar – Pemecahan Masalah Dari MindTools.com



