“Duh… Gue udah capek sama kerjaan gue, pokoknya gue mau resign!” Hayo, siapa nih yang target 2022 mau resign dari pekerjaan sekarang? Atau jangan-jangan itu target kamu dari tahun-tahun sebelumnya tapi sampai sekarang masih wacana? Hmm… Apakah kamu sudah yakin 100% untuk resign? Karena resign tidak sesederhana tentang keluar dari pekerjaan lama dan mencari pekerjaan baru, lo. Keputusan kamu untuk resign bisa berdampak pada kondisi finansial, peluang karir serta kehidupan kamu di masa mendatang. Untuk itu, sebelum resign, ada banyak hal penting yang harus kamu pahami dari sekadar mencari-cari contoh surat resign kerja yang baik dan benar di internet.
Learner, hal terpenting yang harus kamu pahami sebelum memutuskan untuk resign adalah apakah alasan resign kamu sudah profesional. Kamu sudah pernah mendengar tentang sebuah fenomena yang dinamakan Great Resignation? Itu lo, fenomena yang muncul semenjak adanya pandemi Covid-19. Nah, jangan sampai, kamu memutuskan resign hanya karena ikut-ikutan ‘memeriahkan’ fenomena tersebut.
Daftar Isi
Great Resignation, Ini Penjelasannya…
Jadi, Great Resignation adalah sebuah fenomena resign besar-besaran, dimana karyawan berbondong-bondong keluar dari pekerjaan mereka, entah dengan tujuan menjalankan bisnis pribadi maupun untuk berganti pekerjaan. Yap, seperti yang telah disampaikan, fenomena ini belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Berawal dari Pandemi Covid-19, para pekerja mengalami dampak fisik juga mental, mereka mulai mengevaluasi dan merefleksikan value-value dalam kehidupan mereka termasuk dalam karir.
https://www.instagram.com/p/CVSr2ePP3Av/
Dilansir dari Inc., yang menyebabkan orang-orang resign bukan hanya karena ketidakpuasan mengenai gaji. Bahkan analisis data besar-besaran yang dilakukan oleh Revelio Labs dan Glassdoor menyatakan bahwa perihal kompensasi berupa gaji menempati urutan ke 16 diantara faktor-faktor lain yang memprediksi terjadinya pergantian karyawan pada banyak perusahaan.
7 Hal Penting Sebelum Resign, Sebelum Kamu Mencari-Cari Contoh Surat Resign Kerja
-
Pahami Alasan Kamu Ingin Resign
Biasanya nih, seseorang memtuskan resign karena salah satu dari dua alasan ini: tidak menyukai pekerjaan di tempat kerja sekarang atau melihat peluang yang lebih baik di tempat lain. Nah, sebelum mencari-cari contoh surat resign dan menyusunnya coba renungkan, deh. Yang mana alasan kamu ingin resign? Salah satunya, keduanya atau tidak dua-duanya?
Kalau misalkan kamu merasa tidak puas dengan bidang pekerjaan yang sekarang dijalani dan memang ingin mencoba bidang lain yang berbeda, barangkali resign menjadi keputusan terbaik. Tapi kalau sebetulnya kamu merasa cukup puas dengan bidang pekerjaan sekarang dan masalahnya adalah menginginkan sistem kerja yang lebih fleksibel, misalnya. Barangkali resign bukan satu-satunya solusi.
Coba bicarakan dulu pada atasanmu dikantor. Siapa tau Ia punya solusinya, termasuk jika kamu menginginkan kenaikan gaji dan hal-hal yang mendukung kinerjamu menjadi lebih baik. Ingat ya, mereka bukan cenayang yang bisa memahami apa harapanmu kalau kamu saja tidak pernah menyampaikannya. Menurut Meredith Graham, pemberi kerja dimasa kini cenderung lebih fleksibel, lo.
“Employers are really flexible right now because they want to retain their talent,” Meredith Graham, chief people officer di Ensono, penyedia layanan dan solusi bisnis.
Jadi, coba komunikasikan dulu, ya!
Baca Juga : Stress Kerja Bikin Burnout? Terapkan 5 Mindfulness Ini! -
Pastikan Punya Tabungan
Pernah tidak kamu mendengar seruan ini,
“Jangan buru-buru resign sebelum mendapatkan pekerjaan baru!” Ya, barangkali kamu sudah tidak tahan dengan pekerjaan yang sekarang. Rasanya ingin resign detik ini juga. Hmm… Sabar, tenang dulu. Coba deh kamu berpikir realistis. Tidak ada yang bisa menjamin kalau kamu akan segera mendapatkan pekerjaan baru setelah resign. Tidak jarang, orang-orang mengalami masa-masa menganggur cukup lama setelah resign. Entah dalam hitungan bulan bahkan tahun.

Source : Karolina Grabowska for Pexels Jadi, kalau misalkan kamu belum mendapatkan pekerjaan pengganti yang lebih baik, sebelum resign pastikan kamu punya tabungan dan dana darurat yang cukup untuk bertahan hidup selama belum bekerja lagi. Kalau kamu masih single, barangkali kamu hanya perlu memenuhi kebutuhanmu sendiri. Kalau kamu sudah menikah apalagi punya beberapa tanggungan, jangan asal resign alias nekat ya. Pikirkan pemenuhan kebutuhan mereka selama kamu menganggur.
-
Maksimalkan Fasilitas yang Ada
Biasanya, perusahaan memberikan hak cuti bagi karyawan. Nah, Berhubung kamus udah terpikirkan untuk resign, coba cek apakah kamu masih punya jatah cuti? Sebelum resign, manfaatkan jatah cuti tersebut untuk beristirahat, kalau perlu pergi liburan. Barangkali nih, setelah liburan kamu sadar bahwa yang kamu butuhkan ya hanya jeda sebentar, bukan berhenti alias resign. Barangkali kamu hanya sedang merasa lelah, bukan menyerah. -
Evaluasi Kompensasi Selain Gaji
Meskipun kamu sudah mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan lain, coba deh bandingkan kompensasi dan fasilitas dari tempat kerjamu saat ini dengan apa yang ditawarkan perusahaan lain. Apakah disana menyediakan fasilitas learning and development untuk mendukung pengembangan diri seperti ditempatmu yang sekarang?
Apakah disana terdapat jenjang karir yang membuat kamu tidak stuck dalam perjalanan karir. Apakah disana tersedia fasilitas tunjangan kesehatan dan dana pensiun? Apakah ada hak cuti setiap tahunnya? Bandingkan manfaat dari banyak hal selain kompensasi berupa gaji, ya. Karena berkarir bukan hanya soal besaran gaji. -
Miliki Career Path
Yap, sebelum memutuskan resign kamu perlu memiliki gambaran jalur karir kedepannya akan seperti apa. Mendapatkan pekerjaan baru setelah resign saja belum cukup! Dalam proses mencari pekerjaan baru, coba lakukan riset apakah pekerjaan baru tersebut akan membawa kamu lebih dekat dengan tujuan karir dalam jangka panjang. Apakah akan jauh lebih baik daripada pekerjaan sebelumnya?
Misalnya nih, pekerjaan kamu sebelumnya dibidang administrasi, tujuan kamu resign adalah ingin memulai karir di bidang kepenulisan yang lebih sesuai dengan minat, kamu pun sadar punya potensi yang besar untuk dikembangkan. Tapi karena kamu tidak punya gambaran career path, ketika kamu mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai sales marketing, kamu malah menerimanya. Padahal kamu tidak ada minat yang besar di bidang tersebut. Karena itu, cobalah untuk merencanakan career path, ya. Tidak semua kesempatan yang datang harus diambil, kan?
-
Sudah Yakin? Perhatikan Etika, Cari Contoh Surat Resign yang Baik dan Benar
https://www.instagram.com/p/CXBb9GaBEkJ/
Kalau dari kelima pertimbangan tersebut, kamu merasa sudah yakin ingin resign. Baru deh kamu mulai mencari-cari contoh surat resign yang baik dan benar seperti apa. Beritahukan kepada atasan atau manager secara lisan dan tertulis. Biasanya, paling tidak jangka waktu antara pemberitahuan resign dan hari terakhir kamu bekerja adalah satu bulan.
Namun hal itu relatif, ya. Ada yang lebih pendek dan ada yang lebih panjang jangka waktunya. Ikuti kebijakan yang berlaku di tempat kerjamu. Ingat, tidak ada yang dibenci atasan selain menerima surat pengajuan resign dan perkataan bahwa karyawannya akan langsung meninggalkan pekerjaan besok!
Barangkali kamu memang sudah tidak tahan berada disana, tapi ingat bahwa reputasi kamu dipertaruhkan karena hal tersebut. Tidak mau dong memberikan kesan buruk kepada rekan kerjamu? Bahkan kesan buruk tersebut bisa menyebar sampai ke tempat kerjamu yang baru nanti. Kamu diterima kerja dengan cara baik-baik, maka resign-lah dengan cara yang baik-baik juga. -
Bangun Koneksi
Masih berkaitan dengan menjaga reputasi, sebelum benar-benar meninggalkan tempat kerja jangan lupa untuk membangun koneksi dengan rekan kerjamu. Ingatlah bahwa memiliki dan menjaga koneksi sangat penting untuk kedepannya.
Membangun koneksi ini termasuk menyelesaikan tugas-tugas yang harus kamu selesaikan sebelum pergi. Bantu rekan lain dengan membantu proses handover kepada karyawan baru yang akan menggantikanmu. Intinya, jangan ‘kabur’ dari tanggung jawab dengan alibi, “Ah, lagian gue mau resign ini, bodo amat.” Big no! Siapa tahu nih, selang beberapa tahun lagi kamu akan bekerja kembali di perusahaan tersebut. Tidak ada yang tahu, kan?
Intinya, sebelum mencari-cari contoh surat resign kerja, pertimbangkan dengan matang 7 hal tersebut ya.
Poin-Poin Penting pada Surat Resign Kerja
- Nama kota dan tanggal
- Nama perusahaan Alamat perusahaan
- Salam pembuka
- Maksud dan tujuan
- Penjelasan mengapa ingin mengundurkan diri
- Cantumkan tanggal kapan akan resign
- Ucapkan terima kasih dan permohonan maaf
- Salam penutup dan tanda tangan
Contoh Surat Resign Kerja
Sudah mantap untuk resign? Berikut ini contoh surat resign yang bisa kamu ajukan ke atasanmu.

Source :



