Halo, Leader! Sebagai seorang pemimpin di tempat kerja, anda pasti ingin tim kerja anda menjadi lebih produktif, bukan? Yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan dan perkembangan bisnis atau perusahaan yang anda kelola. Ya, anda mungkin berpikir bahwa customer-lah yang paling berpengaruh pada kemajuan perusahaan anda. Tidak salah memang, namun perlu dipahami lebih dulu bahwa perkembangan perusahaan tidak lepas dari peran serta tim kerja di dalamnya. Untuk itu, anda perlu memperhatikan pengembangan diri mereka secara personal.
Pengembangan diri tim kerja anda memang bukan satu-satunya faktor yang berdampak pada perkembangan bisnis. Namun dilansir dari LexisClick, penelitian menunjukkan bahwa memperhatikan pengembangan diri untuk setiap anggota tim kerja dapat meningkatkan produktivitas dan motivasi sepuluh kali lipat!
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendukung pengembangan diri tim kerja adalah dengan mengenalkan mereka pada Personal Development Plan (PDP). Apakah anda sudah pernah mendengarnya? Atau barangkali pernah membuatnya ketika anda masih bekerja sebagai seorang staf di tempat kerja sebelumnya?
Kalau iya, anda barangkali sudah tahu apa saja manfaat dari PDP, minimal bagi diri sendiri sehingga anda bisa membagikan pengalaman anda kepada tim kerja. Jika belum, anda perlu tahu apa itu Personal Development Plan dan apa manfaat dari mendukung pengembangan diri tim kerja dengan PDP tersebut.
Daftar Isi
Definisi Personal Development Plan (PDP)
Dilansir dari Success Stream, personal development adalah pengembangan berkelanjutan baik dalam karir maupun kehidupan personal. Pengembangan tersebut berupa mempelajari keterampilan baru, menjaga kesehatan mental dan mempunyai kualifikasi baru yang mengarah pada peluang peningkatan karir. Jadi PDP bagi karyawan adalah tools yang dipakai untuk mewujudkan pengembangan personal karyawan tersebut, dimulai dari merencanakan, mengeksekusi hingga mengevaluasi. Intinya, bukan hanya sebatas perencanaan, ya. Namun perlu ada dukungan dari anda sebagai leader maupun dari management team di tempat kerja untuk merealisasikannya.
https://www.instagram.com/p/By-Br1jA9Jm/
Kunci pengembangan diri dalam pembuatan PDP adalah karyawan harus lebih dulu mengetahui strengths (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang) dan threats (tantangan) dalam diri anda sendiri. Hal tersebut lebih dikenal dengan analisis SWOT. Penting bagi tiap-tiap tim kerja untuk benar-benar jujur dalam mengisi SWOT tersebut. Analisis diri yang akurat menjadi awal dari pengembangan diri mereka.
Baca Juga : Analisis SWOT Diri Sendiri, Begini Caranya
Mendukung Pengembangan Diri Karyawan dengan Personal Development Plan, Ini 5 Manfaatnya Bagi Perusahaan
-
Karyawan Merasa Terlibat
Menurut survey Gallup, tenaga kerja yang merasa terlibat, produktivitasnya akan meningkat sebesar 21%. Anda sebagai leader perusahaan, kami yakin mempunyai visi untuk memajukannya, berinvestasi dalam banyak hal demi adanya perkembangan perusahaan. Namun ketika membawahi sebuah tim, apakah anda yakin bahwa tim anda berkomitmen pada visi yang sama? Mengingat bahwa kemajuan perusahaan anda bukanlah hal terpenting bagi mereka. Mereka tidak selalu setuju dengan nilai-nilai yang anda anut. Dalam bekerja, tim anda pasti mempunyai kepentingan masing-masing. Kepentingan mereka barangkali tidak sampai ke tahap memajukan perusahaan.
Salah satu hal yang bisa anda upayakan adalah berinvestasi pada tim kerja anda dengan memfasilitasi Personal Development mereka. Tunjukkan bahwa anda juga ingin melihat mereka berkembang secara personal, karir maupun hal lainnya. Seiring dengan perkembangan bisnis yang anda tuju. Dengan begitu, tim kerja akan merasa diakui dan terlibat sebagai bagian penting dalam sebuah tim. Ketika mereka dapat melihat manfaat kedalam diri mereka sendiri, mereka lebih cenderung mendukung cara berpikir anda sebagai leader.
-
Karyawan Bahagia = Customer Bahagia
Seperti yang sudah kami paparkan, perkembangan perusahan yang anda pimpin tidak terlepas dari peran serta tim kerja di dalamnya. Anda tentu ingin customer merasa bahagia dengan produk dan service perusahaan, bukan? Eits, sebelum memikirkan customer, mari pikirkan bagaimana membuat tim kerja anda merasa bahagia dengan pekerjaan mereka.
“Clients do not come first. Employees come first. If you take care of your employees, they will take care of the clients.” – Sir Richard Branson
Ya, sudah menjadi rahasia umum bahwa jika kita bahagia dengan diri kita sendiri, kita akan lebih bahagia untuk membantu orang lain. Kebahagiaan itu menular! Artinya, tim kerja yang bahagia bisa membuat mereka maksimal dalam bekerja, berupaya memberikan Service Excellence (pelayanan yang unggul) kepada customer. Service excellence yang diterima customer pada akhirnya akan membuat mereka bahagia dan loyal. Customer yang bahagia dan loyal akan berdampak pada peningkatan perusahaan.
-
Meminimalisir Pergantian Karyawan

Source : Fauxels for Pexels Sebagai seorang leader, anda tentu tidak ingin terjadi pergantian staf yang tinggi dan secara terus-menerus, bukan? Proses rekrutmen itu melelahkan, barangkali bisa memakan biaya yang tidak sedikit, atau setidaknya memakan waktu. Kalau anda ingin mereka berkomitmen pada perusahaan, bekerja dengan anda dalam jangka waktu yang lama, anda juga perlu menunjukkan komitmen kepada mereka.
Mendukung pengembangan diri tim kerja dengan PDP juga membantu anda sebagai leader untuk menganalisa: apakah peran yang mereka lakoni sekarang sesuai dengan minat dan potensi? Apakah pekerjaan mereka membuat mereka puas dan berdampak pada kinerja? Anda dapat menggunakan PDP ini sebagai pertimbangan untuk memindahkan mereka ke posisi yang lebih sesuai apabila memungkinkan. Hal tersebut dapat meminimalisir pergantian karyawan. Karena terkadang, karyawan mencari tempat kerja baru bukan karena mereka mencari kompensasi yang lebih baik secara finansial. Namun mereka membutuhkan tempat dimana mereka bisa mengeksplor diri, bukan hanya stuck di satu peran secara terus-menerus.
Dengan menunjukkan keseriusan anda pada pengembangan personal tim kerja, mereka cenderung akan merasa dihargai atas kerja keras mereka dalam berkontribusi pada perusahaan. Mereka cenderung bekerja dengan anda dalam jangka waktu yang lama daripada mencari-cari pekerjaan lain dimana pemimpinnya belum tentu bisa menghargai mereka.
-
Mengidentifikasi Skill Gaps
Meninjau PDP setiap tim kerja anda adalah cara yang bagus untuk mengetahui apakah ada skill gaps pada mereka. Misalnya nih, kinerja tim anda yang memegang posisi Content Writer sudah memperlihatkan bahwa ia mempunyai kemampuan dalam menulis dan linguistik. Tulisan-tulisannya sangat berpotensi untuk meningkatkan traffic pengunjung website perusahaan anda. Namun kemampuan menulis saja sangat tidak cukup. Ia perlu belajar mengenai tekhnik-tekhnik SEO agar webiste anda mudah ditemukan oleh calon customer.
Nah, dari analisis tersebut, anda bisa mencarikan pelatihan yang tepat untuk menutupi celah kekurangan tim anda tersebut. Secara personal, ia merasa skillnya meningkat. Secara profesional, hal itu sangat bagus untuk meningkatkan kinerja dia dalam bekerja yang pada akhirnya dapat berdampak apda kemajuan perusahaan. Menarik, bukan?
-
Business KPI
Terakhir, data yang terkumpul dari semua PDP tim anda, bisa membantu untuk menganalisis kepuasan kerja, kebutuhan pelatihan, sistem kerja dan lainnya. Anda pun dapat mengevaluasi kinerja anda sebagai leader. Anda dapat memetakan hasilnya terhadap output perusahaan, mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang tidak dalam proses mencapai tujuan perusahaan. Sangat bagus untuk perkembangan diri anda sendiri juga, bukan?
Source :
How a personal development plan can benefit your business (lexisclick.com)
How to write & manage personal development plans (PDPs) | TSW Training



