Personal Development

Produktivitas Artinya Apa? Pahami 7 Perbedaan Sibuk dan Produktif

Learner, adakah orang terdekat kamu yang terlihat super sibuk? Memiliki jadwal harian yang padat sampai-sampai tidak ada waktu untuk bersantai dengan teman dan keluarga. Kalau iya, menurutmu apakah dia bisa disebut sebagai orang yang produktif? Katanya sih, produktif dan sibuk adalah dua hal yang berbeda. Banyak orang yang ingin produktif namun sebetulnya mereka hanya sibuk beraktivitas, banyak orang yang ingin meningkatkan produktivitas namun pada akhirnya tidak punya cukup waktu untuk beristirahat. Hmm… Memang produktivitas artinya apa sih? Mari kita bahas pada artikel kali ini.

Produktivitas Artinya Apa Sih?

Sebetulnya, kata ‘produktivitas’ tidak bisa kita definisikan begitu saja tanpa tahu konteksnya apa. Karena menurut U.S. Bureau of Labor Statistic, sebuah situs resmi pemerintahan Amerika Serikat, produktivitas terdiri dari berbagai level,

  1. Individual worker’s productivity
  2. Company’s productivity
  3. Industry or sector productivity
  4. Business sector productivity
  5. National productivity

Nah, dalam artikel ini kita hanya akan membahas produktivitas pada poin nomor 1 ya, alias produktivitas dalam konteks individual atau personal yang nantinya akan berpengaruh pada pekerjaan. Banyak yang mengira produktif adalah ketika kita mampu menceklis semua daftar aktivitas harian yang kita buat. Padahal, produktif bukan hanya tentang berapa banyak hal yang bisa kita kerjakan dalam kurun waktu tertentu. 

Ryan Fuller dalam The Paradox of Workplace Productivity HBR, mengartikan bahwa produktivitas adalah jumlah nilai yang dihasilkan dibagi dengan jumlah biaya (atau waktu) yang dibutuhkan untuk melakukannya. Artinya, produktivitas lebih dari sekadar menceklis aktivitas yang telah dibuat. Namun perlu memperbesar output (yang dihasilkan) dan memperkecil input (waktu) yang dihabiskan dalam melakukan sesuatu. Ini berarti berbicara produktivitas dalam konteks personal adalah berbicara bagaimana mengatur aktivitas menjadi lebih efisien.
Ngomong-ngomong soal sibuk, setelah tahu produktivitas itu apa, jadi sebetulnya apa saja sih bedanya sibuk dan produktif?

Baca Juga: Berpikir Kreatif Adalah Penunjang Produktivitas, Simak 7 Tips Ini

Perbedaan Sibuk dan Produktif

  1. Hal yang Ingin Diselesaikan

    Kalau kamu berpikir bahwa menyelesaikan lebih banyak hal dalam delapan jam kerja, anda cenderung akan menjadi orang sibuk, bukan produktif. Memasukkan terlalu banyak hal ke dalam daftar to do list harian, pada akhirnya hanya memindahkan sebagiannya ke hari berikutnya. Kebalikan dari orang produktif, mereka justru mengurangi jumlah to do list harian berdasarkan urutan prioritas. Mereka tahu betul bahwa tidak perlu menyelesaikan 30 tugas dalam sehari, justru mengurangi daftar tugas hingga 50 persen.
    “My goal is no longer to get more done, but rather to have less to do.” –Francine Jay, author.

  2. Tahu Kapan Berkata ‘’Ya” dan “Tidak”

    Orang sibuk tidak pernah bilang tidak pada orang lain, dia selalu bilang ‘ya’ ketika diminta untuk mengerjakan tugas lain yang tidak ada daftar tugas yang penting. Meskipun orang lain bilang hal itu mendesak, jika tidak ada kaitannya dengan goals kamu, tidak perlu mengiyakannya. Tugas yang mendesak tidak selalu berarti penting.  Bagi orang produktif, berkata ‘tidak’ adalah tentang melindungi sumber daya mereka yang terbatas yaitu waktu, jadi ia bisa menggunakan waktunya untuk hal lain yang jauh lebih penting.

  3. Kemampuan Meminimalisir Distraksi

    Apakah kamu termasuk orang yang mengerjakan tugas dengan ponsel yang terus ada disampingmu? Dengan pengaturan notifikasi yang selalu aktif. Saat sedang asyik-asyiknya mengerjakan tugas, Telepon berdering seringkali membuat kamu terdistraksi dan susah fokus kembali? Atau mungkin kamu punya kebiasaan mengecek email setiap jam hanya untuk memastikan apakah ada inbox yang masuk. Nah, salah satu ciri dari orang yang sibuk adalah tidak adanya ‘sistem’ yang dibangun dalam penyelesaian tugas. Sesederhana menonaktifkan notifikasi pada gadget lain saat sedang menyelesaikan tugas. Karena, terdistraksi hal lain bisa membuat otak seseorang menjadi lebih lambat, lo.

    Source: Energepic.com for Pexels

    Sebuah studi di King’s College London University menemukan bahwa terus menerus beralih antara mengerjakan tugas yang satu dengan tugas yang lainnya dapat menyebabkan penurunan 10 poin IQ, menurunkan kemampuan untuk fokus.
    Sedangkan, orang yang produktif membuat sebuah sistem dan pengaturan seperti kapan harus memeriksa email atau mengecek media sosial. Mereka menerapkan slot waktu yang singkat dan spesifik untuk tugas yang tidak begitu penting. Hal tersebut dapat membuat seseorang lebih konsentrasi pada apa yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan pada hari tersebut.

  4. Antara Multitasking dan Monotasking

    Orang sibuk cenderung melakukan beberapa hal sekaligus. Kadang saat mereka mengerjakan tugas di laptop, ada begitu banyak tab yang aktif dibuka secara bersamaan. Orang produktif lebih memilih mengerjakan tugas satu demi satu sesuai dengan skala prioritasnya, mereka mencurahkan  fokus mereka pada tugas-tugas yang paling penting seefisien mungkin. Mereka paham kalau boleh melakukan lebih dari 1 tugas hanya jika hal lain kurang penting.

  5. Memilih dan Memilah Apa yang Perlu dan Tidak Perlu

    Paham dong kalau melakukan suatu hal itu membutuhkan fokus, energi dan waktu? Kamu boleh saja ingin mempelajari berbagai hal yang berbeda. Mempelajari cara membuat website, belajar menulis novel, belajar bermain biola, dan belajar hal lainnya yang tidak berkaitan dengan goals anda.
    Dalam kehidupan dan karir, kamu perlu memilih apa yang perlu dipelajari dan apa yang tidak perlu, Tidak semua hal harus kamu kuasai, lo. Kalau kamu memang merasa lemah dalam mendesain sesuatu, kamu bisa mendelegasikan tugas itu kepada yang lain. Curahkan fokus, energi dan waktu kamu hanya pada satu atau dua hal yang sesuai denganmu.

  6. Kapan Bekerja dan Kapan Beristirahat

    Orang-orang sibuk terus berada dalam meja kerja mereka untuk menyelesaikan banyaknya tugas. Dengan kata lain, orang sibuk jarang istirahat. Pikirnya, istirahat berarti ia sengaja menunda pekerjaan. Sedangkan orang-orang produktif tahu kapan harus memberi diri mereka waktu untuk menyegarkan diri.
    Memberi jeda pada diri sendiri adalah sesederhana beristirahat dengan berjalan-jalan sambil mendengarkan musik, membuat teh dan kopi, menonton komedi favorit atau melihat keluar jendela. Mereka paham bahwa mereka dapat mencapai efisiensi yang lebih tinggi ketika membiarkan otak beristirahat setelah beberapa jam bekerja.
    Baca Juga: Manajemen Waktu Adalah Kunci Sukses, Berikut 10 Manfaatnnya

  7. Antara Tertekan dan Merasa Tenang

    Orang sibuk merasa dikejar-kejar waktu dan ada tekanan untuk menceklis banyaknya daftar tugas harian, bahkan mereka cenderung terlalu banyak berpikir. Orang sibuk cenderung terlihat keren dengan kesibukannya, sementara orang produktif terlihat lebih santai, hanya menyelesaikan sedikit daftar hal yang perlu dilakukan dengan perasaan yang tenang dan tidak terburu-buru.
    “If you spend too much time thinking about a thing, you’ll never get it done.” Bruce Lee, actor

Ingin belajar lebih dalam mengenai produktivitas artinya apa dan bagaimana cara meningkatkan produktivitas?

Referensi

The main secret of having a productive day (and the tips to get you there) | Spica

The Differences Between Busy and Productive People | Inc.com

Busy vs. Productive: 7 Tips To Be Productive, Not Busy – Personal Excellence

PARADIGM

People & Professional Development Company.

Recent Posts

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan Pelanggan

Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…

4 weeks ago

Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training Program

‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…

2 months ago

Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career

While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…

2 months ago

Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…

2 months ago

Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership Training

Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…

6 months ago

Persiapan Expo, Pakuwon Jati Gaet PARADIGM adakan Sales Training

Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…

6 months ago