“Tak kenal maka tak sayang.” Sering nggak sih kalian mendengar pernyataan itu? Pernyataan yang kesannya mungkin klasik atau sekedar template saja ini ternyata punya makna yang mendalam. Biasanya, peribahasa itu kerap dikaitkan saat kondisi seseorang ingin mulai berkenalan dengan orang lain secara mendalam. Seringkali kita dengar manfaat mengenal orang lain, salah satunya adalah menambah jaringan atau networking. Namun ada satu hal yang juga sangat penting yaitu mengenal diri sendiri. Katanya, mengenal diri sendiri secara efektif bisa menggunakan analisis SWOT, bagaimana ya cara analisis SWOT diri sendiri?
Yap, seperti kutipan diatas, mengenal diri sendiri adalah kekuatan, mengenal diri sendiri berarti sebuah langkah untuk menghargai segala sesuatu yang melekat pada diri kita. Dengan mengenal diri sendiri, berarti kita memberikan kuasa pada diri kita sebagai langkah untuk berkembang. Salah satu cara untuk memulainya bisa dengan teknik analisis SWOT diri sendiri.
Daftar Isi
Apa itu SWOT?
SWOT merupakan singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan) dan Threats (ancaman).
Salah satu pencetus pertama kali analisis SWOT adalah Albert Humphrey, pada kisaran tahun 1960-1970an. Tujuan dari mengenal keempat instrumen ini awalnya dirancang sebagai alat untuk mengevaluasi posisi strategis seorang individu di dalam sebuah organisasi. Misalnya saja, bagaimana kelebihan yang dimiliki seseorang bisa dimaksimalkan untuk membawa organisasi menjadi lebih baik kedepannya.
Namun seiring berjalannya waktu, analisis SWOT ini tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan atau organisasi saja, tapi juga sebagai sebuah alat evaluasi diri agar setiap individu dapat mengenal diri mereka lebih baik lagi. Dengan mengenal diri lebih baik lagi, diharapkan kita dapat memetakan apa saja yang menjadi kekuatan atau nilai jual dan juga mengurangi kemungkinan gagal karena kekurangan yang kita miliki.
Bagaimana Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri?
Untuk melakukan analisis SWOT diri sendiri, pertama-tama kita dapat mengelompokkannya ke dalam dua kategori utama berdasarkan sumbernya, yaitu:

Yap. Bagilah menjadi dua kelompok: internal dan eksternal.
Sumber internal, maksudnya kamu perlu mencari jawabannya pada dirimu sendiri. Boleh saja kamu bertanya pada orang-orang terdekat untuk menambah referensi. Tapi saya yakin, kamulah yang lebih tahu bagaimana dirimu sebenarnya. Sumber internal terdiri dari dua hal :
-
Strengths (kekuatan)
yaitu analisis situasi, kondisi atau sifat yang merupakan kekuatan dari diri kamu saat ini. Atau bisa juga berkaitan dengan hard skill dan soft skill yang kamu miliki. Untuk mengetahui kekuatanmu, kamu perlu menilai kelebihan yang selama ini kamu punya. Dalam hard skill, misalnya kamu merasa mudah setiap melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan menulis, maka bisa dikatakan bahwa menulis adalah salah satu kelebihanmu. Maka dari itu, kamu bisa mengembangkannya di bidang creative writing, copywriting atau penulis konten social media. Dalam soft skill, misalnya kamu punya kemampuan dalam mempengaruhi dan bernegosiasi dengan orang lain. Kamu bisa mengembangkan kemampuan tersebut agar menjadi negosiator handal.
-
Weaknesses (kelemahan)
yaitu analisis situasi, kondisi atau sifat yang merupakan kelemahan diri kamu saat ini. Untuk mengetahuinya, kamu perlu menyadari apa saja yang menjadi kekuranganmu selama ini. Dalam hard skill, misalnya kamu merasa tidak terlalu bagus setiap mengerjakan pekerjaan desain, bisa jadi desain ini lah yang merupakan kelemahanmu. Atau kamu punya sifat mudah gugup setiap kali berbicara di depan umum. Tuliskan saja dulu apa-apa yang menurut dirimu sendiri, kamu lemah/buruk dalam hal tersebut.
Sedangkan, sumber eksternal maksudnya kamu perlu mencari tahu jawaban-jawabannya dari luar dirimu. Sumber eksternal terdiri dari dua hal :
-
Opportunities (kesempatan)
yaitu analisis segala kesempatan atau peluang dari luar diri kita yang dapat membuat kita bisa berkembang. Kesempatan bisa berupa sesuatu yang berkaitan dengan kelebihanmu atau hal lain yang tidak ada kaitannya dengan kelebihanmu. Misal kamu punya kelebihan menulis (seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya). Di era digital, kesempatan sebagai penulis semakin terbuka lebar apabila kamu mau beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena di era digitalisasi, seorang penulis tidak terbatas hanya sebagai penulis buku fisik. Namun penulis konten website dengan tehnik SEO (SEO Content Writer), penulis sistem dalam aplikasi (UX Writer) dan penulis-penulis dalam media lainnya yang mempunyai peran dan sistem yang berbeda.
Sedangkan, peluang yang tidak ada kaitannya dengan kelebihanmu misalnya kamu punya ‘privilage’ berupa dukungan dari keluarga, bahkan berupa dukungan fasilitas juga. Hal ini merupakan peluang yang bagus, loh! Harus kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
-
Threats (ancaman)
yaitu analisis ancaman dari luar diri kita yang dapat menghambat diri kita untuk berkembang. Misalnya saja kita selama ini berada dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat dan membuat kita menjadi sulit beraktifitas. Ancaman juga bisa berkaitan dengan kelemahan yang kamu punya. Misalnya kamu punya kelemahan dalam berbahasa inggris. Apabila kamu stuck dan tidak mau belajar meningkatkannya, bisa bisa tertinggal dari yang lain karena bagaimanapun, kemampuan berbahasa inggris telah menjadi skill wajib bagi kamu yang ingin karirnya meningkat. Ancaman ini harus segera diatasi, agar kita bisa tumbuh secara maksimal.
Baca juga: Bersiap Diri Demi Pengembangan Karir di Tahun 2025
Dari empat elemen tersebut, kita dapat memulai untuk membuat susunan/matriks mengenai SWOT yang ada di dalam diri kita. Pada awalnya mungkin dirasa sulit untuk mengenal langsung keempat elemen tersebut. Jangan khawatir, kalian dapat berdiskusi dengan orang terdekat atau melihat pengalaman yang selama ini kalian rasakan. Dengan begitu, kita akan lebih terbuka dan terasa lebih mudah untuk mengidentifikasinya.

Analisis SWOT ini membuat kita dapat menilai diri langsung dari empat sisi yang berbeda. Hasilnya dapat menjadi sebuah acuan untuk membuat diri kita berkembang menjadi lebih baik lagi dan percaya dengan diri sendiri. Setelah melakukan analisis SWOT, kita dapat menyadari kekuatan yang perlu kita pertahankan, kelemahan yang sebaiknya perlu kita hindari, kesempatan yang perlu kita syukuri dan manfaatkan dengan tepat, serta ancaman yang dapat kita jauhi.
Siapa tahu setelah mengenal diri sendiri seperti ini, kamu bisa lebih mengenal dirinya? 😉 (NR)
Sources:
https://www.ilmubahasa.net/2018/07/analisis-swot-beserta-contohnya.html#
https://www.mindtools.com/pages/article/newTMC_05.htm
Caves, R. W. (2004). Encyclopedia of the City. Routledge. p. 653




