PARADIGMPARADIGM
  • HOME
  • Blog
    • Paradigm Latest Event
    • Personal Development
    • Professional English
    • Service Excellence
    • Our Programs
    • Character Building
    • Others
  • Programs
  • Prakerja
  • About
  • Contact Us
  • id_IDID
    • en_USEN
Februari 24, 2020 by Natasha Renata

Analisis SWOT Diri Sendiri? Begini Caranya…

Analisis SWOT Diri Sendiri? Begini Caranya…
Februari 24, 2020 by Natasha Renata

“Tak kenal maka tak sayang.” Sering nggak sih kalian mendengar pernyataan itu? Pernyataan yang kesannya mungkin klasik atau sekedar template saja ini ternyata punya makna yang mendalam. Biasanya, peribahasa itu kerap dikaitkan saat kondisi seseorang ingin mulai berkenalan dengan orang lain secara mendalam. Seringkali kita dengar manfaat mengenal orang lain, salah satunya adalah menambah jaringan atau networking. Namun ada satu hal yang juga sangat penting yaitu mengenal diri sendiri. Katanya, mengenal diri sendiri secara efektif bisa menggunakan analisis SWOT, bagaimana ya cara analisis SWOT diri sendiri?

Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Orang Lain

Yap, seperti kutipan diatas, mengenal diri sendiri adalah kekuatan, mengenal diri sendiri berarti sebuah langkah untuk menghargai segala sesuatu yang melekat pada diri kita. Dengan mengenal diri sendiri, berarti kita memberikan kuasa pada diri kita sebagai langkah untuk berkembang. Salah satu cara untuk memulainya bisa dengan teknik analisis SWOT diri sendiri.

Daftar Isi

  • Apa itu SWOT?
  • Bagaimana Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri?
    • Strengths (kekuatan)
    • Weaknesses (kelemahan)
    • Opportunities (kesempatan)
    • Threats (ancaman)

Apa itu SWOT?

SWOT merupakan singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (kesempatan) dan Threats (ancaman).

Salah satu pencetus pertama kali analisis SWOT adalah Albert Humphrey, pada kisaran tahun 1960-1970an. Tujuan dari mengenal keempat instrumen ini awalnya dirancang sebagai alat untuk mengevaluasi posisi strategis seorang individu di dalam sebuah organisasi. Misalnya saja, bagaimana kelebihan yang dimiliki seseorang bisa dimaksimalkan untuk membawa organisasi menjadi lebih baik kedepannya.

Namun seiring berjalannya waktu, analisis SWOT ini tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan atau organisasi saja, tapi juga sebagai sebuah alat evaluasi diri agar setiap individu dapat mengenal diri mereka lebih baik lagi. Dengan mengenal diri lebih baik lagi, diharapkan kita dapat memetakan apa saja yang menjadi kekuatan atau nilai jual dan juga mengurangi kemungkinan gagal karena kekurangan yang kita miliki.

Bagaimana Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri?

Untuk melakukan analisis SWOT diri sendiri, pertama-tama kita dapat mengelompokkannya ke dalam dua kategori utama berdasarkan sumbernya, yaitu:

Dua sumber dalam analisis SWOT diri sendiri

Yap. Bagilah menjadi dua kelompok: internal dan eksternal.

Sumber internal, maksudnya kamu perlu mencari jawabannya pada dirimu sendiri. Boleh saja kamu bertanya pada orang-orang terdekat untuk menambah referensi. Tapi saya yakin, kamulah yang lebih tahu bagaimana dirimu sebenarnya. Sumber internal terdiri dari dua hal :

  1. Strengths (kekuatan)

    yaitu analisis situasi, kondisi atau sifat yang merupakan kekuatan dari diri kamu saat ini. Atau bisa juga berkaitan dengan hard skill dan soft skill yang kamu miliki. Untuk mengetahui kekuatanmu, kamu perlu menilai kelebihan yang selama ini kamu punya. Dalam hard skill, misalnya kamu merasa mudah setiap melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan menulis, maka bisa dikatakan bahwa menulis adalah salah satu kelebihanmu. Maka dari itu, kamu bisa mengembangkannya di bidang creative writing, copywriting atau penulis konten social media. Dalam soft skill, misalnya kamu punya kemampuan dalam mempengaruhi dan bernegosiasi dengan orang lain. Kamu bisa mengembangkan kemampuan tersebut agar menjadi negosiator handal.

  2. Weaknesses (kelemahan)

    yaitu analisis situasi, kondisi atau sifat yang merupakan kelemahan diri kamu saat ini. Untuk mengetahuinya, kamu perlu menyadari apa saja yang menjadi kekuranganmu selama ini. Dalam hard skill, misalnya kamu merasa tidak terlalu bagus setiap mengerjakan pekerjaan desain, bisa jadi desain ini lah yang merupakan kelemahanmu. Atau kamu punya sifat mudah gugup setiap kali berbicara di depan umum. Tuliskan saja dulu apa-apa yang menurut dirimu sendiri, kamu lemah/buruk dalam hal tersebut.

Sedangkan, sumber eksternal maksudnya kamu perlu mencari tahu jawaban-jawabannya dari luar dirimu. Sumber eksternal terdiri dari dua hal :

  1. Opportunities (kesempatan)

    yaitu analisis segala kesempatan atau peluang dari luar diri kita yang dapat membuat kita bisa berkembang. Kesempatan bisa berupa sesuatu yang berkaitan dengan kelebihanmu atau hal lain yang tidak ada kaitannya dengan kelebihanmu. Misal kamu punya kelebihan menulis (seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya). Di era digital, kesempatan sebagai penulis semakin terbuka lebar apabila kamu mau beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena di era digitalisasi, seorang penulis tidak terbatas hanya sebagai penulis buku fisik. Namun penulis konten website dengan tehnik SEO (SEO Content Writer), penulis sistem dalam aplikasi (UX Writer) dan penulis-penulis dalam media lainnya yang mempunyai peran dan sistem yang berbeda.

    Sedangkan, peluang yang tidak ada kaitannya dengan kelebihanmu misalnya kamu punya ‘privilage’ berupa dukungan dari keluarga, bahkan berupa dukungan fasilitas juga. Hal ini merupakan peluang yang bagus, loh! Harus kamu manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

  2. Threats (ancaman)

    yaitu analisis ancaman dari luar diri kita yang dapat menghambat diri kita untuk berkembang. Misalnya saja kita selama ini berada dalam hubungan pertemanan yang tidak sehat dan membuat kita menjadi sulit beraktifitas. Ancaman juga bisa berkaitan dengan kelemahan yang kamu punya. Misalnya kamu punya kelemahan dalam berbahasa inggris. Apabila kamu stuck dan tidak mau belajar meningkatkannya, bisa bisa tertinggal dari yang lain karena bagaimanapun, kemampuan berbahasa inggris telah menjadi skill wajib bagi kamu yang ingin karirnya meningkat. Ancaman ini harus segera diatasi, agar kita bisa tumbuh secara maksimal.

Baca juga: Bersiap Diri Demi Pengembangan Karir di Tahun 2025

Dari empat elemen tersebut, kita dapat memulai untuk membuat susunan/matriks mengenai SWOT yang ada di dalam diri kita. Pada awalnya mungkin dirasa sulit untuk mengenal langsung keempat elemen tersebut. Jangan khawatir, kalian dapat berdiskusi dengan orang terdekat atau melihat pengalaman yang selama ini kalian rasakan. Dengan begitu, kita akan lebih terbuka dan terasa lebih mudah untuk mengidentifikasinya.

Identifikasi tehnik SWOT untuk mengenal diri sendiri

Analisis SWOT ini membuat kita dapat menilai diri langsung dari empat sisi yang berbeda. Hasilnya dapat menjadi sebuah acuan untuk membuat diri kita berkembang menjadi lebih baik lagi dan percaya dengan diri sendiri. Setelah melakukan analisis SWOT, kita dapat menyadari kekuatan yang perlu kita pertahankan, kelemahan yang sebaiknya perlu kita hindari, kesempatan yang perlu kita syukuri dan manfaatkan dengan tepat, serta ancaman yang dapat kita jauhi.

Siapa tahu setelah mengenal diri sendiri seperti ini, kamu bisa lebih mengenal dirinya? 😉 (NR)

Sources:

https://www.ilmubahasa.net/2018/07/analisis-swot-beserta-contohnya.html#

https://www.mindtools.com/pages/article/newTMC_05.htm

http://besoksenin.co/mengenal-diri-sendiri-dengan-analisis-swot-supaya-kamu-belajar-memahami-diri-sendiri-sebelum-memahami-orang-lain/

Caves, R. W. (2004). Encyclopedia of the City. Routledge. p. 653

Previous articleApa Itu Networking dan Inilah 10 Tips Membangunnya!Next article Bekerja dari Rumah, Mungkinkah?Ilustrasi Mempelajari Skill
Natasha Renata
Natasha is the Account Manager of PARADIGM. Born and raised in Jakarta, she can tell you which road is faster than the other. A foodies, she's definitely someone you want to be with when you need someone to talk to while eating a good food.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MOST POPULAR

  • Pelatihan Komunikasi Efektif 'Passion with Action & Effective Communication'
    Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMaret 31, 2024
  • Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruari 29, 2024
  • Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career
    Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your CareerFebruari 29, 2024
  • Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan
    Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja PerusahaanFebruari 28, 2024
  • Excellent Leadership Training Pakuwon Jati bersama PARADIGM
    Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership TrainingOktober 31, 2023
logo paradigm white

PARADIGM endeavors to treat each customer with respect and kindness, to grow through innovation, invention, and creativity and to incorporate honesty and integrity in all aspects of business.

recent post

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMaret 31, 2024
Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruari 29, 2024
Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your CareerFebruari 29, 2024
Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja PerusahaanFebruari 28, 2024

CONTACT INFORMATION

OPERATIONAL OFFICE
Gedung Permata Cikini
lt. 3, Jl. Pegangsaan Timur No 7 Kel. Pegangsaan Kec. Menteng Jakarta Pusat 10320

CORRESPONDING OFFICE
Penthouse Plaza Marein
lt. 23, Jakarta Selatan, Indonesia
business@paradigm.co.idwww.paradigm.co.id
Monday - Friday 9.00 AM - 6.00 PM (WIB)
PT. Paradigma Lintas Semesta ©2023