Source : Thirdman for Pexels
“Aduh, besok ditunjuk jadi MC nih, gimana dong cara ngurangin nervous-nya? Takut banget!” Learner, di dunia kerja, ada kalanya kamu perlu tampil di depan umum. Entah untuk sekadar memimpin meeting dengan tim internal, menjadi MC event kantor, atau menjadi pembicara di acara talkshow. Kalau belum terbiasa, tugas tersebut bisa jadi cukup menegangkan bagimu, pernah tidak kamu mengalaminya? Hmm… Mungkin ada banyak pertanyaan lain tentang public speaking yang terngiang di kepalamu selain mengenai cara mengurangi nervous tersebut. Kira-kira apa ya jawabannya?
Nah, sebelum kamu makin overthinking, kamu bisa cek daftar pertanyaan tentang public speaking berikut ini… Barangkali sebagian besar pertanyaan kamu bisa langsung terjawab nih!
Daftar Isi
Biasanya, ini adalah pertanyaan tentang public speaking yang paling umum. Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa kamu juga harus menguasai public speaking, “Padahal kan ini bukan ranah kerjaan saya. Kenapa harus saya sih?”
Learner, sebetulnya jawabannya cukup sederhana: dengan menguasai kemampuan public speaking, kamu membuka lebih banyak peluang untuk dirimu sendiri. Bukan hanya dalam karir, tapi juga dalam berbagai aspek dalam hidup. Yang mungkin saja baru akan kamu temukan nanti ketika jam terbangmu sudah cukup tinggi.
Nah, ini nih jawaban dari pertanyaanmu terkait bagaimana cara mengurangi nervous tadi. Kamu harus tahu apa yang akan disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Yap, kuncinya adalah latihan! Jadi, pastikan kamu sudah melakukan latihan sebelumnya ya. Kalau kamu akan menjadi pembicara, pastikan kamu sudah menentukan 5 gagasan utama yang ingin kamu sampaikan. Lalu lakukan brainstorming dan latihan sampai kamu merasa cukup.
Kamu diminta untuk sharing pengalaman dengan orang-orang baru dikantor? Sebagai pemula, kamu mungkin khawatir kalau apa yang akan kamu sampaikan terasa membosankan. Karena itu, muncul pertanyaan tentang public speaking ini. Nah, topik yang menarik biasanya adalah topik yang relevan dengan audiens. Karena itu, cara terbaik mengetahuinya adalah dengan bertanya pada audiens.
Kamu tidak harus bertanya pada semua orang. Cukup bertanya pada 1-2 orang dan minta mereka memilih ide yang menurut mereka menarik. Lalu lakukan wawancara singkat untuk mendapatkan brief sederhana.
Kamu bebas berlatih sebanyak atau sesedikit apapun. Tapi pastikan kamu sudah merasa puas dan menyukai hasil latihan yang kamu lakukan. Agar lebih mudah nih, kamu bisa merekam latihanmu dan melihatnya lagi sambil melakukan evaluasi mandiri.
Learner, tau nggak sih? Umumnya, orang lain hanya bisa mengingat 3-5 pesan saja dari sebuah seminar atau pembicaraan. Kalau kamu menjadi pembicara, kamu bisa memusatkan pembahasan pada 3-5 pesan saja. Dan kalau kamu menjadi MC, kamu bisa membantu pembicara dengan merangkum materinya menjadi 3 pesan sederhana saja.
Baca Juga: 15 Manfaat Public Speaking untuk Pengembangan Diri dan Karirmu
Kamu mungkin takut lupa dengan kalimat yang akan kamu sampaikan saat public speaking. Karena itu, kamu menanyakan pertanyaan tentang public speaking ini.
Sebenarnya, hampir setiap orang menyukai pembicaraan yang natural. Jadi, akan lebih baik kalau kamu tidak menghapal teks. Pembicaraan yang menarik dan natural akan membuat public speaking kamu lebih mengesankan. Tapi kalau memang dirasa perlu menghapal, tidak apa apa. Setiap orang punya cara masing-masing untuk memberikan yang terbaik saat public speaking.
Sama seperti pertanyaan tentang public speaking sebelumnya, membaca teks akan membuatmu terlihat membosankan. Sebagai gantinya, kamu bisa mencatat poin penting yang akan kamu sampaikan di lembaran kertas kecil. Jadi kamu bisa melakukan improvisasi tanpa perlu menghafal kalimatnya.
Tenang saja, menunduk sesekali untuk melihat catatan tidak akan menjadi masalah kok. Banyak pembicara profesional yang melakukan hal ini juga.
Membuat catatan sebenarnya sederhana saja. Kamu perlu membuatnya dalam bentuk bullet poin atau nomor. Pastikan tulisannya cukup besar dan mudah terbaca. Terakhir, tuliskan dalam satu halaman kecil saja. Jadi nggak perlu sampai berlembar-lembar ya!
Pertanyaan ini juga merupakan pertanyaan tentang public speaking yang sangat umum. Kamu bisa memulai public speaking dengan banyak cara. Salah satunya dengan story telling. Hampir setiap orang akan tertarik dengan public speaking yang dimulai dengan bercerita.
Kamu juga bisa membuka public speaking dengan ice breaking. Pilih ice breaking yang relevan dengan tema, mampu membuat audiens merasa santai, memancing dialog atau kedekatan antar audiens, dan dapat mendorong audiens berpikir sesuai konsep kegiatan.
Public speaking yang relevan dengan audiens biasanya akan memberikan kesan yang berbeda. Kamu bisa membuat relevansi ini dengan mengambil contoh yang dekat dengan audiens. Kemudian, ceritakan contoh tersebut dengan emosi yang tepat sehingga audiens dapat merasakannya.
Pertama, lakukan latihan. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui waktu aktual yang kamu perlu untuk bicara. Kedua, kamu bisa memasang timer di ponsel atau melihat jam secara berkala saat presentasi. Ketiga, sediakan waktu untuk tanya jawab. Jika kamu memiliki waktu 30 menit untuk bicara, tidak ada salahnya kalau kamu hanya menggunakan 25 menit saja.
Kalau tanganmu sering bergerak saat bicara, kamu membutuhkan pertanyaan tentang public speaking ini. Dan jawabannya sangat sederhana: kamu tidak perlu mengaturnya.
Biarkan tanganmu bergerak secara alami. Sama seperti saat kamu mengobrol biasa. Yang terpenting, kamu merasa nyaman dan percaya diri saat public speaking. Dan tanganmu akan bergerak natural dengan sendirinya.
Kamu sering bicara cepat saat gugup? Cobalah untuk menarik napas di beberapa momen saat public speaking. Khususnya saat kamu menyadari kalau bicaramu mulai terlalu cepat. Selain itu, kamu juga bisa mengambil jeda dengan minum, berjalan, atau bertanya pada audiens.
Selain membuka public speaking, menutupnya juga bisa cukup membingungkan. Karena itu, banyak orang yang mengajukan pertanyaan tentang public speaking ini.
Sebelum menutup public speaking, kamu bisa merangkum gagasan utama yang kamu sampaikan. Lalu berhenti sejenak. Jika masih ada waktu, kamu bisa memberikan kesempatan audiens untuk bertanya.
Setelah melakukan public speaking, kamu bisa bertanya pada audiens tentang kesan mereka terhadap apa yang kamu sampaikan. Kamu juga bisa menanyakan pendapat mereka mengenai tema yang kamu angkat. Jika jawaban mereka sesuai dengan yang kamu sampaikan, artinya public speakingmu cukup efektif.
Semakin dekat dengan waktu bicara, kamu akan mulai menanyakan pertanyaan tentang public speaking ini. Hampir semua orang akan gugup saat akan public speaking. Untuk menghilangkannya, kamu perlu memindahkan fokus pikiran.
Saat gugup, kamu berfokus pada kekuranganmu. Untuk mengatasi ini, cobalah berfokus pada kebutuhan audiens. Karena itu, pastikan kamu sudah melakukan latihan yang cukup dan memahami materi yang kamu sampaikan dengan baik.
Power Point hanyalah sarana yang bisa kamu lakukan untuk mendukung public speaking. Kalau kamu merasa power point membosankan, kamu bisa mempelajari cara membuat power point yang lebih menarik.
Pertanyaan ini juga menjadi salah satu pertanyaan tentang public speaking yang paling umum. Sebenarnya, tidak ada aturan baku untuk hal ini. Kamu bisa menggunakan slide sesuai kebutuhan. Namun, pastikan setiap slide memiliki salah satu dari dua hal ini: berkesan atau bermanfaat. Jika tidak, artinya slide tersebut tidak kamu perlukan.
Sama seperti pertanyaan tentang public speaking sebelumnya, yang terpenting bukan jumlah poin dalam satu slide. Tapi, bagaimana hal tersebut dapat membuat public speaking kamu lebih efektif.
Kalau kamu perlu mengirimkan naskah presentasi tersebut sebagai handout, memuat banyak poin justru akan membantu. Audiens dapat membuat catatan atau menggarisbawahi hal-hal yang dianggap penting.
Namun, kalau kamu menggunakan slide sebagai latar belakang saat berbicara, slide dengan sedikit poin lebih baik. Terlalu banyak tulisan akan membuat audient tidak fokus.
Dalam beberapa kondisi, bisa saja kamu perlu membuat audiens lebih fokus pada apa yang kamu katakan. Sehingga, kamu perlu mematikan sementara slide presentasi di latar belakang. Caranya ternyata sangat mudah. Klik huruf B pada keyboard, dan layar akan menjadi hitam. Lalu tekan tombol apapun untuk menyalakan kembali.
Nah, itulah 21 pertanyaan tentang public speaking yang perlu kamu tahu. Kalau kamu masih merasa cemas saat akan presentasi, ada kalimat dari Richard Branson yang menarik untuk diingat:
“Picture yourself in a living room having a chat with your friends. You would be relaxed and comfortable talking to them, the same applies when public speaking.”
Public speaking FAQs: Answers To the Top 22 Common Questions (speakandconquer.com)
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…