Source: Jonathan Borba for Pexels
Leaders, anda pasti tahu dong kalau kemampuan berkomunikasi bagi seorang leader di tempat kerja itu sangat penting? Karena anda bukan hanya memimpin diri sendiri namun juga tim kerja. Sebagai leader, anda bukan sekedar mengatakan kepada tim bahwa mereka harus melakukan ini dan itu. Mungkin, cara tersebut relevan jika diterapkan di masa lalu, namun sekarang sudah tidak lagi, apalagi jika tim kerjamu adalah generasi milenial. Anda harus belajar ilmu komunikasi secara efektif dengan mereka agar tim Anda makin solid!
Daftar Isi
Sebelum masuk ke contoh komunikasi efektif, kita perlu memahami lebih dulu apa itu komunikasi efektif. Komunikasi efektif bukan hanya berbicara tentang bagaimana memberikan informasi, namun juga tentang bagaimana menerima informasi. Dalam konteks komunikasi efektif sebagai leader ditempat kerja, artinya leader bukan hanya mampu menyampaikan informasi dengan jelas, namun mampu mendengarkan tim masukan dan saran dari tim tentang pekerjaan mereka.
Manajer harus mampu membuat tim kerja merasa bahwa mereka merupakan kontributor berharga yang terlibat dalam mencapai tujuan. Lebih jauh lagi, komunikasi yang efektif lebih dari sekedar bertukar informasi namun juga tentang memahami emosi di balik setiap informasi.
Dikutip dari situs Harvard Business School Online, menurut sebuah laporan dari Economist Intelligence Unit, komunikasi yang buruk bisa membuat semangat bekerja menjadi rendah. Tujuan perusahaan tidak tercapai salah satu sebabnya karena penjualan yang rendah.
Di sinilah peran leader untuk bisa berkomunikasi secara efektif. Yap, ibaratnya, komunikasi adalah alat paling kuat bagi seorang leader. Karena dengannya, leader mampu menyatukan visi misi dengan tim, memberdayakan tim, membangun kepercayaan tim yang akan berdampak pada kemajuan sebuah organisasi atau perusahaan. Ketika anda sebagai leader kurang komunikasi atau berkomunikasi namun tidak efektif, informasi penting yang disampaikan kepada tim bisa disalahartikan. Hubungan dengan tim menjadi kurang baik, proses kerja terganggu dan menjadi sebuah hambatan bagi kemajuan perusahaan.
Tidak mau dong hal itu terjadi pada anda dan tim?
Berikut ini kami rangkum 5 ilmu komunikasi efektif dengan rekan kerja, masing-masing disertai dengan contoh-contoh praktis :
“When people talk, listen completely. Don’t be thinking what you’re going to say. Most people never listen. Nor do they observe.” – Ernest Hemmingway
Nah, apakah anda juga termasuk orang seperti itu? Saat tim anda sedang berbicara anda malah memikirkan apa yang harus anda katakan pada mereka. Hmm… Jangan dibiasakan, ya. Fokuslah pada apa yang tim anda katakan, bukan apa yang akan anda katakan pada mereka. Bahkan, active listening bukan hanya tentang memahami kata-kata atau informasi, namun juga memahami emosi yang ingin disampaikan oleh mereka dalam kata-kata tersebut. Mulai sekarang, berlatihlah untuk mendengarkan secara aktif. Ini beberapa tips nya:
Baca Juga: Profesionalisme adalah Kunci Kesuksesan dalam Bekerja, Berikut 15 Tipsnya…
Komunikasi non-verbal mencakup gerak tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, nada suara bahkan pernapasan anda. Cara anda melihat, bergerak dan bereaksi terhadap tim membuat mereka lebih mudah menangkap pesan yang anda sampaikan. Hal itu membuat hubungan anda dan tim jauh lebih baik. Berikut beberapa tipsnya :
Satu hal lagi, penting bagi anda untuk mempertimbangkan perbedaan budaya dari masing-masing tim. Barangkali, tidak semua anggota tim suka bila anda melakukan kontak mata berlebihan, ada juga yang tidak nyaman ketika harus bersentuhan fisik dengan anda sekalipun hanya adu kepalan tangan. Pertimbangkan usia, budaya, agama, jenis kelamin dan keadaan emosional masing-masing tim. Ilmu komunikasi memang tidak mudah namun anda perlu mempelajarinya.
Pernah tidak saat kondisi emosional anda sedang tidak baik, anda berselisih dengan tim, mengatakan sesuatu yang menyakiti mereka lalu anda menyesalinya? Penyesalan memang selalu datang belakangan, ya.
Mendengarkan secara aktif, memahami emosi tim kerja bukan berarti anda menjadi tidak tegas, ya! Sebagai leader yang menjadi panutan. Anda harus tetap bersikap tegas kepada mereka. Ketegasan membuat anda dapat berkomunikasi dengan jelas dan meningkatkan harga diri anda. Walaupun anda sedang belajar menjadi pemimpin yang berempati terhadap tim, belajarlah untuk mengatakan ‘tidak’ apalagi saat ada tim yang berusaha memanfaatkan diri anda.
Bagaimana, sudah paham bagaimana penerapannya? Mengetahui teori memang penting namun yang lebih penting lagi adalah anda berlatih dan terus berlatih untuk bisa menerapkan contoh-contoh yang telah kami sebutkan tadi.
Communication and Management | Principles of Management (lumenlearning.com) 8 Essential Leadership Communication Skills | HBS Online Effective Communication – HelpGuide.org Effective Communication in Leadership (thesilverlining.com) 5 Important Communication Skills for Leaders – Training Industry 27 Key Principles of Leadership Communication (virtualspeech.com)
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…