Kalau anda sudah membaca artikel sebelumnya tentang 3 cara mengukur produktivitas karyawan, anda paling tidak sudah ada gambaran nih, seproduktif apa sih karyawan anda? Tidak bosan kami mengingatkan bahwa produktivitas kerja karyawan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis anda, seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya mengenai 4 alasan mengapa produktivitas kerja karyawan penting untuk sebuah bisnis. Nah sekarang pertanyaannya, bagaimana ya cara meningkatkan produktivitas kerja mereka?
Daftar Isi
5 Tips Jitu Meningkatkan Produktivitas Kerja Karyawan
Memang sih, memaksimalkan potensi bisnis dengan cara meningkatkan produktivitas karyawan tidaklah mudah, namun ingatlah bahwa produktivitas kerja mereka adalah hal yang esensial bagi kesuksesan bisnis anda. Berikut ini 5 tips jitu yang bisa anda coba untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan
-
Mengoptimalkan Rapat
Tahukah anda, menurut Clockify, karyawan menghabiskan hampir 87 jam perbulan untuk mengikuti berbagai rapat, sedangkan diantaranya merupakan diskusi yang tidak produktif. Hal ini mengakibatkan mereka mengalami kerugian sebesar 37 miliar dolar per tahun. Lalu bagaimana cara mengoptimalkan rapat?
-
Kurangi Jumlah Rapat
Cobalah untuk mengurangi jumlah rapat perhari, perminggu atau perbulannya. Adakan rapat hanya jika memerlukan pertemuan yang penting saja. -
Kurangi Jumlah Peserta
Kurangi jumlah peserta rapat. Beberapa karyawan anda mungkin tidak selalu ada kepentingan untuk hadir di rapat lo. Jadi daripada mengharuskan setiap mereka untuk hadir disetiap rapat, tentukan goals apa yang ingin dicapai dalam rapat dan siapa saja yang perlu untuk hadir. -
Kurangi Durasi Rapat
Anda bisa mengurangi durasi rapat di setiap pertemuannya, cukupkan untuk hanya membahas poin-poin terpenting saja. Biarkan mereka memanfaatkan waktu untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing. -
Gunakan Aplikasi Pengganti
Agar tidak wasting time, gunakan aplikasi pengganti untuk berkoordinasi satu sama lain setiap harinya. Kalau tim PARADIGM, kami menggunakan aplikasi Slack. dalam setiap minggunya kami memiliki 2 pertemuan rutin, agenda yang pertama untuk team learning, mempelajari skill-skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja serta untuk meningkatkan kapabilitas karyawan. Agenda yang kedua merupakan rapat koordinasi untuk semua personil. Selebihnya apalagi diperlukan rapat koordinasi dengan divisi masing-masing bisa dilakukan diluar kedua agenda tersebut.
-
Fleksibilitas Kerja
Daripada menerapkan peraturan yang kaku kepada karyawan anda namun tidak efektif. Ada 2 hal yang bisa coba anda lakukan.
-
Waktu Kerja Fleksibel
Berikan penentuan waktu kerja yang fleksibel. Daripada diharuskan bekerja selama 8 jam dengan penentuan waktu yang kaku (misalnya dari pukul 8.00 hingga jam 16.00), beri sedikit fleksibilitas karyawan untuk bisa menentukan jam kerjanya sendiri, misalnya membaginya menjadi 2 blok. Blok pertama pukul 09.00 hingga 12.00, blok kedua pukul 14.00 hingga 19.00. Jeda 2 jam bisa mereka gunakan untuk beristirahat, tidur siang, makan atau berolahraga yang cukup. Asalkan mereka tetap mudah dihubungi. Namun hal ini tidak selalu bisa diterapkan di semua industri ya. Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis anda seperti apa. -
Tempat Kerja Fleksibel
Selain waktu yang fleksibel, anda juga bisa memberikan fleksibilitas dalam hal tempat kerja. Yap, karyawan anda bisa bekerja dari mana saja. Masih dari survey Clockify, 65% karyawan percaya bahwa mereka lebih produktif saat bekerja di luar kantor. Serta 47% berharap perusahaan mereka bisa memberikan mereka pilihan. Namun, tentu saja hanya bisa diberikan pada karyawan dengan posisi tertentu. Sebagai konsekuensi mereka, anda bisa menentukan jam kerja (bahkan jam khusus kapan mereka harus available untuk dihubungi) dan laporan produktivitas mereka agar tetap terpantau walaupun bekerja secara remote.
-
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
Tahukah anda bahwa program pelatihan dan pengembangan karyawan membantu mereka meningkatkan pengetahuan? Yang akan berpengaruh pada kinerja mereka juga. Ada 3 cara yang bisa anda lakukan.
-
Pelatihan LMS
Anda bisa memberi mereka akses untuk pelatihan secara tidak langsung guna membantu mereka memperluas wawasan dan keterampilan, baik mempelajari skill baru atau memperdalam skill yang sudah dimiliki. -
Pelatihan Langsung
Kedua, anda bisa memberikan pelatihan secara langsung. Pelatihan ini memberi mereka kesempatan untuk mempraktekkan ilmu yang mereka dapatkan dari pelatihan secara langsung. Jangan lupa pilih training yang dirancang dengan FUNTERACTIVE ya. Alias fun dan interactive! Seperti program-program pelatihan yang PARADIGM selenggarakan. Untuk apa? Agar pembelajaran tidak membosankan dan berdampak lebih positif. -
Personal Development
Ketiga, berikan mereka fasilitas untuk pengembangan diri mereka secara personal. Misalnya akses premium podcast, belajar bahasa baru atau hal lain yang berdampak secara tidak langsung pada produktivitas karyawan.
-
Hindari Micro-Management
Maksudnya bagaimana tuh? Micro-management adalah melakukan pengawasan terus-menerus, mengatur detail dalam setiap tugas-tugas yang karyawan kerjakan. 85% karyawan merasa bahwa micro-management adalah suatu demoralisasi, diawasi terus-menerus membuat karyawan kehilangan kepercayaan atas kemampuan mereka dalam menyelesaikan pekerjaan, bahkan membuat kinerja mereka menjadi dibawah standar. Sebagai gantinya, lakukan tiga hal berikut,
-
Jelaskan Ekspektasi Anda
Dalam setiap tugas yang perlu diselesaikan karyawan, beri penjelasan sejauh mana harapan anda akan proses atau hasilnya. Meskipun nantinya anda tidak akan mengecek setiap saat, anda bisa tahu kinerja mereka dari hasilnya, apakah sesuai dengan yang anda harapkan atau masih kurang. -
Jelaskan Tugas
Biasanya, konflik terjadi apabila adanya kesalahpahaman mengenai tugas itu sendiri. Karena itu, jelaskan sedetail mungkin tugas yang anda maksud. Pastikan karyawan memahai dengan baik. -
Delegasikan
Setelah mereka memahami apa yang menjadi ekspektasi anda serta bagaiamna alur kerja dari setiap tugasnya, delegasikan dan percayakan kepada mereka bahwa mereka mampu. Ingat, tidak perlu mengawasi mereka terus-menerus ya. Lakukan evaluasi dalam kurun waktu tertentu saja.
-
Dukung Self-Care
Kesehatan karyawan adalah hal utama yang harus anda perhatikan, baik kesehatan fisik maupun mental. Kenapa? Karena kesehatan berdampak pada tinggi rendahnya produktivitas mereka. Berikut ini dua hal yang bisa anda berikan,

-
Tunjangan Kesehatan
Pastikan semua karyawan anda mendapatkan fasilitas berupa asuransi kesehatan. Jika belum memungkinkan bagi bisnis anda untuk memberikan fasilitas kesehatan untuk keluarganya juga (seperti pasangan dan anak), paling tidak untuk diri mereka sendiri. Jangan sampai ketika karyawan anda sakit dan membutuhkan perawatan, ia kesusahan karena tidak mendapatkan fasilitas dari bisnis anda. -
Kursus Perawatan Diri
Selain mendukung kesehatan fisik, dukung juga kesehatan mental mereka dengan memfasilitasi kursus, dimana dapat meningkatkan well-being mereka. Misalnya kursus tentang bagaimana meredakan stres karena pekerjaan seperti yoga, bagaimana menerapkan work-life harmony agar menyelaraskan antara pekerjaan, keluarga dan kehidupan sosial. -
Berikan Penghargaan
Tahukah anda bahwa 79% profesional berhenti dari pekerjaan karena kurangnya penghargaan di tempat kerja? Penghargaan rekan kerja atas diri mereka secara tidak langsung membantu meningkatkan kepercayadirian. Sesederhana anda memberikan pujian atas segala pencapaian mereka, baik dalam ranah personal maupun pekerjaan. Ketika anda perlu untuk menunjukkan kesalahan mereka ketika berbuat salah, mengapa tidak dengan mengapresiasi atas keberhasilan mereka?
Leader, itulah 5 tips jitu yang bisa kamu coba untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan anda. Semoga berhasil ya!
Referensi



