Dalam hidup, perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari, bukan? Termasuk perubahan dalam dunia kerja, hal ini seharusnya membuat kita merenung: sejauh mana pengembangan karir kita? Seiring dengan penggunaan teknologi yang semakin berkembang, di satu sisi pekerjaan manusia menjadi lebih efisien, namun di sisi lain, peran manusia dalam berbagai pekerjaan juga mulai berkurang. Apalagi saat ini kita sudah memasuki tahap awal revolusi industri ke-4 dimana semuanya serba digital.
Di tahun 2025 mendatang, World Economic Forum memperkirakan kalau ada 85 juta jenis pekerjaan manusia yang diperkirakan perannya akan dibagi dengan otomatisasi teknologi. Karena itu, dikatakan oleh forum tersebut bahwa 50% dari semua karyawan perlu memperbaharui kemampuan mereka. Agar punya nilai tambah dan bisa bersaing di dunia kerja di 2025 mendatang, sumber daya manusia perlu mengasah 10 jenis kemampuan terpenting. Wah, kira-kira apa saja ya?
Terlepas dari apapun pekerjaan kita saat ini, tidak peduli kita berada di level manapun dalam pekerjaan, 10 skill ini wajib dimiliki demi pengembangan karirmu lima tahun mendatang, versi World Economic Forum :
Daftar Isi
Secara sederhana, ini adalah kemampuan untuk memahami masalah dan menciptakan sebuah inovasi dalam mengatasi masalah tersebut. Memahami masalah, dalam hal ini adalah dengan cara memecahnya menjadi bagian-bagian kecil yang lebih sederhana agar mudah dianalisis.
Memiliki kemampuan untuk belajar secara aktif dan mandiri membuat kita lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Sebelum memiliki kemampuan tersebut, kita harus terlebih dulu memiliki kemauan yang kuat dari dalam diri.
Sebenarnya, kemampuan menyelesaikan masalah bukanlah skill yang baru dibutuhkan. Namun semakin berkembangnya teknologi, masalah yang mungkin timbul dalam pekerjaan juga semakin kompleks sehingga kemampuan dalam memecahkan masalah juga sangat perlu ditingkatkan. Salah satunya adalah mampu menilai: mana yang merupakan masalah dan mana yang bukan merupakan masalah.
Ini adalah tentang bagaimana kita memahami sebuah informasi. Tidak menelan mentah-mentah segala informasi yang masuk. Kita harus terbaisa menganalisis: mana informasi yang diperlukan, mana yang tidak.
Teknologi memang semakin canggih, tapi kemampuan manusia dalam kreativitas adalah salah satu yang mampu bertahan dan sangat kecil kemungkinannya untuk digantikan teknologi. Kreativitas melibatkan rasa dan intuisi dari dalam diri manusia, namun tidak hanya berbicara tentang seni, ya! Dalam pekerjaan yang tidak berhubungan dengan bidang seni pun, kreativitas sangat dibutuhkan. Ketidakpastian dalam berbagai hal menuntut manusia untuk bisa bertindak kreatif dalam situasi apapun.
Baca Juga: Kreativitas Adalah Hal Penting dalam Bekerja, Ini Alasannya
Kepemimpinan dalam diri kita mendorong kita untuk berperan dan berkontribusi dalam masyarakat. Selain itu, kepemimpinan juga mendorong rasa tanggung jawab terhadap kinerja diri. Kepemimpinan juga harus disertai dengan kemampuan untuk memengaruhi orang lain.
Apalah artinya teknologi yang semakin canggih kalau sumber daya manusia sendiri tidak ada kemauan untuk memanfaatkannya? Teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, namun perlu diingat bahwa teknologi hanyalah alat. Manusia perlu mengasah kemampuan dalam memaksimalkan dan mengontrolnya.
Sekarang ini, begitu banyak aplikasi bermunculan dan memang didesain sedemikian rupa untuk memudahkan manusia dalam beraktivitas. Kemampuan dalam mendesain teknologi dan pemrograman ini semakin dibutuhkan, manusia perlu untuk terus berinovasi mendesain teknologi yang menjadi segala hal menjadi lebih efektif dan efisien.
Adanya teknologi memang memudahkan manusia dalam mengakses segala informasi. Namun hal itu juga bisa menjadi bumerang karena membuat manusia rentan stres. Apalagi sejak adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini. Manusia perlu memiliki kemampuan untuk bertahan dan mengelola stres agar tetap ‘waras’ dalam menjalani pekerjaan.
Kemampuan menggunakan nalar sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Sebab kemampuan ini akan berpengaruh pada cara manusia mengambil keputusan diantara banyak pilihan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Bersiap Diri dalam Pengembangan Karir dan Persaingan Kerja Tahun 2025
Agar memudahkan kamu dalam memahaminya, Paradigm mencoba menarik benang merah dari 10 skill tersebut menjadi 4 skill yang perlu kamu re-skilling dan up-skilling, hal ini pernah disampaikan oleh salah satu trainer kami dalam program Paradigm Connection Online Gathering pada akhir November 2020 lalu :
Bagaimana, sudah siap untuk bersaing di dunia kerja tahun 2025?
Whiting, Kate. 2020. What are the top 10 job skills for the future? | World Economic Forum (weforum.org)
Critical-thinking-vs-analytical-thinking | Critical Thinking Secrets
Maulida, Cinta. 2020. Handout ‘Memahami Masa Depan Dunia Kerja Tahun 2025’. Paradigm Connection Online Gathering
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…