Learner, seringkah kamu overthinking setiap kali ada masalah? Entah itu masalah yang berkaitan dengan pekerjaan, keluarga atau hal lainnya. Sampai-sampai bikin kamu tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkannya terus menerus. Padahal sih masalahnya kecil, tapi karena terus dipikirkan jadi kelihatannya besar. Hmm… Kalau iya, coba deh kamu belajar untuk lebih fokus pada pemecahan masalah setiap kali menemui kendala. Alias punya kemampuan solution based thinking.
Dilansir dari The US At Work, sebuah survey ‘Job Outlook 2017’ terhadap pemberi kerja menyatakan bahwa keterampilan pemecahan masalah menjadi satu dari tiga skill terpenting yang mereka cari dari seorang kandidat pekerja. Kalau mau diperhitungkan di dunia kerja, penting banget nih buat kamu belajar jadi seorang problem solver! Syaratnya, mindset solution based thinking harus kamu miliki lebih dulu. Pentingnya mindset tersebut dalam dunia kerja, membuat Paradigm menjadikan Solution Based Thinking adalah salah satu tema training yang kami tawarkan pada klien.
Daftar Isi
Solution Based Thinking VS Problem Based Thinking dalam Pemecahan Masalah Overthinking
Jadi, ada 2 macam mindset seseorang ketika menghadapi masalah. Pertama, problem based thinking, Ia fokus kepada masalah itu sendiri, terlalu memikirkan sebab masalah itu muncul. Kedua, solution based thinking dimana Ia lebih fokus memikirkan kemungkinan solusi pemecahan masalah. Memiliki mindset solution based thinking bukan berarti seseorang menyangkal kalau ada masalah, ya, tapi memilih untuk lebih fokus pada solusi dibanding masalahnya sendiri.
Perbedaan mendasar tersebut selalu disampaikan oleh trainer kami dalam setiap Training ‘Solution Based Thinking’, khususnya dalam sesi workshop di awal pelaksanaan training. Ini menjadi pondasi bagi peserta training sebelum mereka mengaplikasikan cara berpikir solution based thinking melalui model-model pemecahan masalah seperti Fish Bone Model, The 5 Why dan Analisa Root Cause.

Source: Dokumentasi Pribadi, Sesi Workshop dalam Solution Based Thinking Training. 30 November 2020
Baca juga: Pentingnya Berjejaring! Jangan Hanya Tahu Apa Itu Networking
Lalu, Kenapa Sih Solution Based Thinking Penting?
Merupakan Gaya Kepemimpinan Modern
Pendekatan solution based thinking berorientasi pada solusi. Maksudnya, fokus pada mengidentifikasi cara pemecahan sebuah masalah serta mencegahnya terjadi lagi. Dalam lingkungan kerja, pendekatan ini harus difokuskan pada perubahan alur kerja dan sistem untuk memecahkan masalah. tujuannya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas jangka panjang. Mindset ini menjadi salah satu yang paling diinginkan dalam gaya kepemimpinan bisnis modern. Pendekatan ini membantu anggota tim tetap termotivasi, berpikiran maju dan positif serta fokus pada tujuan.
Mengurangi Stres dalam Bekerja Salah Satu Pemecahan Masalah
Problem based thinking membuat kita stres dan tertekan. Misalnya nih, kamu terus mempertanyakan, “Kenapa ya ini bisa terjadi?” “Kenapa harus saya yang mengalaminya?” “Apa yang salah dengan diri saya sampai harus mengalami masalah seperti ini?”
Kalau untuk bahan evaluasi, boleh saja. Tapi kalau terus menerus dipikirkan, bisa membuat kamu kehilangan nafsu makan dan susah tidur. Pertanyaan ‘mengapa’ hanya akan membuang waktu yang seharusnya digunakan untuk mencari pemecahan masalah. Bayangkan kalau setiap harinya kamu menemui lebih dari satu masalah? Kesehatanmu bisa terganggu, baik secara fisik maupun mental.
Nah, solution based thinking bisa membantu mengurangi stres, terhindar dari memikirkan pertanyaan-pertanyaan semacam tadi. Setiap ada masalah, kamu seperti berkata pada dirimu sendiri, “Oke, saya sedang mengalami masalah ini. Kira-kira solusinya apa, ya?”

Melihat Masalah Sebagai Peluang
Problem based thinking membuat seseorang melihat masalah sebagai sebuah ancaman. Sedangkan solution based thinking membuatnya melihat masalah sebagai sebuah peluang untuk belajar. Ia tidak berpikir untuk mengasihani bahkan menyalahkan diri sendiri. Orang semacam ini bersemangat untuk menemukan solusinya. Entah nantinya solusi yang diambil tepat atau tidak untuk memecahkan masalah, Ia tetap bisa mengambil pelajaran berharga dari prosesnya mengambil keputusan dalam memilih solusi.
Tahu Kapan Harus Mengambil Tindakan Juga Pemecahan Masalah
Saat menemui masalah, seseorang yang punya mindset solution based thinking tidak hanya duduk diam menunggu solusi muncul. Ia akan mencari kemungkinan-kemungkinan solusi yang bisa diterapkan sebagai pemecahan masalah. Namun, berhenti sejenak untuk ‘mengambil jeda’ sebelum menanggapi masalah itu penting. Semacam merenungkan apa yang terjadi secara objektif, dengan pikiran yang jernih, bukan tergesa-gesa. Jadi, solusi yang diambil berdasarkan pertimbangan yang logis. Ia tahu kapan waktunya ‘mundur’ sejenak untuk merenung dan kapan waktunya untuk maju dan bertindak.
Berpengaruh Pada Produktivitas Kerja
Kalau kita hanya fokus pada masalah, seringkali bikin overthinking, iya tidak sih? Sampai-sampai bisa mengganggu produktivitas kerja kamu. Ya bagaimana tidak berpengaruh, fokus kamu terbagi antara mengerjakan tugas dalam pekerjaan dan masalah diluar pekerjaan yang sedang kamu hadapi. Belum lagi kalau kamu juga menemui masalah dalam pekerjaanmu. Apa semakin tidak overthinking dan membuat produktivitas kerja kamu makin turun? Untuk itu, kamu perlu melatih diri untuk punya mindset solution based thinking ini.
SOURCE :
https://www.nexalearning.com/blog/the-importance-of-having-a-solutions-mindset-at-work



