Source: Pavel Danilyuk for Pexels
“F & B is one of the most complex business!” Masih ingat dengan kutipan tersebut di salah satu artikel kami? Dicetuskan oleh salah satu trainer PARADIGM, Peggy Putri. Yap bekerja di industri food and beverage adalah sebuah tantangan tersendiri, entah bagi pemilik bisnis maupun bagi yang bekerja di industri tersebut. Termasuk bagi seorang Reza Zainudin, Organizational Development Assistant Manager di Legit Group. PARADIGM melakukan interview dengan Reza yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun di industri food and beverage. Kira-kira apa saja sih skill yang dibutuhkan di industri tersebut? Artikel ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang sedang atau ingin berkecimpung di industri food and beverage.
Daftar Isi
Menurut Reza, skill utama yang wajib ada, pertama adalah hard skill. Yaitu kemampuan yang berkaitan dengan pekerjaan itu sendiri. Ibarat kalau kita mau mengemudi mobil, kita harus bisa nyetir, punya SIM dulu biar kemampuan kita terbukti. Nah dalam industri f&b, sudah pasti hard skill sangat dibutuhkan seperti ada yang harus bisa memasak, membuat minuman, hingga melayani pelanggan.
Selain hard skill, Reza mengatakan kalau di era sekarang, apalagi setelah pandemi Covid-19, soft skill juga penting sekali untuk dikuasai dan bisa membantu para profesional di bidang f&b dalam keseharian. Salah satu soft skill yang paling penting adalah komunikasi. Seiring berkembangnya zaman, teknologi yang semakin maju, tipe-tipe pelanggan yang semakin beragam, ini lah yang membuat soft skill penting untuk di dunia f&B.
Menurut Reza, kemampuan bahasa Inggris juga penting banget lo untuk dimiliki! Apalagi di dunia f&b. Bagaimana tidak, penggunaan SOP pada perusahaan yang harus dipahami karyawan saja biasanya berbahasa Inggris. Bahasa Inggris ini penting sekali untuk bisa dikuasai, tidak hanya untuk mereka yang posisinya sebagai frontliner saja namun juga untuk semua level.
Baca Juga: Ingin Meningkatkan Loyalitas Pelanggan? Pahami 7 Tipe Pelanggan Berikut Ini
Skill Utama Yang Harus Ada di Industri Food and Beverage adalah 3 Hal Tersebut, Lalu apa saja tantangan yang dialami oleh Reza?
Skill Utama Yang Harus Ada di Industri Food and Beverage adalah 3 Hal Tersebut, Lalu apa saja tantangan yang dialami oleh Reza?
Reza bercerita bahwa pada saat memasuki dunia food and beverage adalah masa-masa transisi, dimana sebagai staff dan anak baru harus ‘nurut’ dengan perintah atasan dan tidak boleh banyak bertanya.
“Saya pernah dilempar es batu dan macam-macam lah yang kerja di jaman dulu itu berbeda dengan sekarang,” Kata Reza. Sedangkan sekarang ini, ketika Reza sudah ada dalam barisan management level, eranya sangat berbeda. Struggle pertama Reza pada saat memimpin timnya adalah dealing with culture. Dulu ia berada dimana rekan kerjanya kebanyakan adalah baby boomer. Sedangkan saat ini rekan dan tim kerjanya kebanyakan adalah Gen Z (generasi Z). Lalu bagaimana cara Reza menghadapi tantangan tersebut?
Menurut Reza, hal pertama adalah memiliki mindset selalu siap dan mau belajar. Active learning dimanapun. Jadi ketika ada hal baru yang terjadi, kita jadi memiliki kesiapan untuk menerimanya.
Sebagai leader yang membawahi tim kerja, kita perlu mencari tahu sebetulnya apa kebutuhan dari tim kerja. Misalnya nih perusahaan Reza saat ini adalah food technology. Jadi yang harus dikuasai tim kerja pastinya technology.
Selanjutnya, ia mengobrol dan berdiskusi dengan rekan kerjanya, baik secara vertikal maupun horizontal. Menerapkan komunikasi yang terbuka dengan user serta manajer-manager departemen lainnya sehingga kita bisa tau kebutuhannya apa dan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Bagi Reza, kalau kita menerapkan konsep kepemimpinan yang keras yang seperti jaman dulu, itu sudah tidak relevan untuk Gen Z. Menurut Reza, bisa-bisa Gen Z pada kabur. Harus tegas namun bukan berarti membentak.
“Gen Z apabila diberitahu what-nya dulu itu tidak bisa, Harus dimulai dari why. Why, How, baru deh What.” -Reza Zainudin.
Bagi yang sudah atau baru ingin bekerja di industri FnB, Reza berpesan agar kita mengumpulkan informasi, kira-kira skill apa yang dibutuhkan? Lalu apa yang sudah ada dan belum ada pada diri kita. Be more active! Jangan cuma berharap dari perusahaan. Di social media, banyak sekali seminar atau training dari yang gratis hingga berbayar. Dengan mengikuti kegiatan seperti itu, kita bisa menambah koneksi dan ilmu dari bertemu dengan orang-orang hebat. Bagus untuk bertukar pikiran dan menambah wawasan dan pengalaman.
Mau di training untuk menjadi leader yang excellence seperti Reza?
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…