Sebuah bisnis tanpa ada pelanggan, apa jadinya ya? Bayangkan jika bisnis yang anda jalankan, tidak ada yang membeli produknya, atau tidak ada yang menggunakan jasanya, apakah bisnis tersebut bisa berkelanjutan? Hmm… Tentu tidak, tanpa adanya pelanggan, kontinuitas usaha tidak bisa dipertahankan. Pelanggan adalah salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik dibidang produksi atau jasa. Pelaku bisnis harus mempunyai strategi yang tepat untuk mendatangkan pelanggan. Namun, sebetulnya pelanggan seperti apa sih yang sangat berpengaruh terhadap bisnis anda? Bagaimana cara meningkatkan loyalitas pelanggan?
Untuk meningkatkan loyalitas pelanggan terhadap bisnis mereka, sangat penting bagi pelaku bisnis untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan pelanggan. Nah, sebelum mengkategorikan tipe-tipenya, mari kita coba mengerti dulu perbedaan kebutuhan pelanggan yang berbeda-beda. Anda sebagai pelaku bisnis perlu membangkitkan rasa ‘lapar’ pada pelanggan untuk membeli produk atau memakai jasa anda. Mungkin anda perlu menggunakan berbagai strategi seperti iklan, diskon atau produk dan jasa gratis untuk memikat mereka. Pada akhirnya, hal yang mendorong keputusan pembelian produk atau pemakaian jasa oleh pelanggan adalah kebutuhan mereka, disesuaikan dengan beberapa pertimbangan lainnya. Mari pelajari 5 pertimbangan pelanggan sebelum membeli suatu produk,
Daftar Isi
5 Pertimbangan Pelanggan Sebelum Membeli Produk
-
Harga
Kalau anda hendak membeli barang atau menggunakan suatu jasa, apa yang biasanya menjadi pertimbangan terbesar anda? Kami pikir, harga menjadi hal yang sangat mempengaruhi keputusan anda. Dikutip dari Marketing 91, hal pertama yang dilihat 80% pelanggan sebelum membeli adalah harga produk. Mengingat setiap pelanggan memiliki anggaran sendiri, sama seperti anda. Biasanya pelanggan cenderung membelanjakan uangnya sesuai dengan anggaran mereka. Meskipun banyak juga yang berani membeli dengan harga lebih asalkan mereka mendapatkan kualitas yang luar biasa.
-
Desain
Pernah mendengar istilah ’Don’t judge a book by its cover’? Dalam strategi pemasaran produk, istilah tersebut tidak berlaku mengingat desain produk adalah hal pertama yang mengundang daya tarik pelanggan. Bayangkan anda sedang berjalan-jalan di mall dan melihat suatu produk yang didesain unik, lucu dan berbeda dari yang lain, kemungkinan besar perhatian anda akan tertuju padanya. Anda akan berhenti sebentar untuk melihat produk tersebut lebih dekat dan mempertimbangkan aspek lainnya. Selain sebagai daya tarik, desain produk juga penting dalam meningkatkan brand awareness sebuah bisnis.
-
Fungsi
Sebelum membeli produk, pelanggan punya kecenderungan dalam mempertimbangkan fungsinya. Hal ini bisa disebut juga dengan manfaat produk (product benefit). Mengapa penting? Karena fungsi produk dapat merepresentasikan nilai yang diberikan kepada pelanggan. Pelanggan dapat merasakan dan menikmati manfaat dari pembelian sebuah produk atau menggunakan layanan tertentu.
-
Pengalaman
Setiap dari kita punya kecenderungan ingin membeli barang-barang yang bisa didapatkan dengan mudah. Begitu banyaknya alternatif produk lain di pasar dapat menjadi sebuah tantangan bagi pelaku bisnis. Karena ini, pengalaman berbelanja yang memudahkan dan kualitas produk atau jasa yang baik harus terus diupayakan agar pelanggan tidak pindah ke lain produk.
-
Kenyamanan
Selain 4 faktor diatas, kenyamanan juga menjadi hal yang menjadi pertimbangan pelanggan. Desain produk bisa saja semenarik mungkin. Namun jika pelanggan tidak merasa nyaman dengan produk tersebut, dia tidak akan melakukan pembelian.
Apakah kelima hal tersebut juga menjadi pertimbangan anda sebelum membeli barang dan menggunakan jasa? Sekarang, mari kita bahas mengenai tipe-tipe pelanggan, termasuk apa yang menjadi pertimbangan terbesar mereka dalam membeli produk dan jasa anda dan bagaimana cara meningkatkan loyalitas mereka. Karena beda tipe pelanggan, berbeda juga loh dalam menanganinya. Ini dia 7 tipe pelanggan dan cara memahaminya agar meningkatkan loyalitas pelanggan.
7 Tipe Pelanggan, Pahami Agar Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
-
Loyal Customers
Adalah pelanggan setia. Segmen yang paling penting dan perlu menjadi perhatian utama bagi bisnis mana pun. Pelaku bisnis juga harus membuat pelanggan setianya tetap puas. Tidak hanya setiap pada bisnis anda, mereka juga memuji dan merekomendasikannya kepada orang lain. Mereka adalah segmen yang membantu mempromosikan bisnis anda ‘dari mulut ke mulut’ secara cuma-cuma. Umumnya, pelanggan setia tidak lebih dari 20% total pelanggan namun mereka punya kontribusi yang besar terhadap total pendapatan perusahaan.
Untuk meningkatkan loyalitas mereka, kami menyarankan agar anda melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. Anda bisa meminta masukan dan feedback mereka misalnya melalui media sosial, sesederhana saat anda ingin meluncurkan produk baru, anda bisa melibatkan mereka dalam menentukan nama produk tersebut. Bukan hal yang berlebihan untuk memosting tentang mereka di media sosial karena anda perlu berinteraksi dengan mereka secara teratur. Pengalaman dan kenyamanan menjadi faktor utama bagi loyal customers dalam pertimbangan membeli produk. -
New Customers
Adalah pelanggan yang baru pertama kali membeli produk atau menggunakan jasa anda, artinya mereka sangat pemula dan belum tahu banyak tentang bisnis anda. Karena itu anda perlu memberi mereka pengetahuan tentangnya, ibaratnya menjadi ‘asisten’ untuk memudahkan mereka. Tetapi perlu berhati-hati dalam memberikan kesan pertama, jika anda menyinggung mereka meskipun tidak sengaja, anda bisa kehilangan mereka dan memberi kesan terakhir. Namun apabila mereka merasa nyaman dengan produk dan jasa anda, harapannya hal tersebut dapat mengubah pelanggan baru menjadi pelanggan setia. Desain dan harga produk berperan penting dalam pengambilan keputusan oleh new customers. -
Discount Customers
Tipe pelanggan ini kontributor utama arus kas perusahan. Bisa dibilang merupakan pelanggan yang paling tidak loyal apalagi jika adanya penawaran yang lebih rendah di beberapa perusahaan lain. Mereka dengan mudah akan berpindah tempat. Meskipun pelanggan ini jarang memberi produk dengan harga penuh.
Namun discount customers sangat membantu dalam mengatur inventaris perusahaan. Mereka biasanya sangat tertarik pada penawaran di waktu-waktu khusus dengan harga yang murah karena mereka selalu menginginkan diskon. Harga menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan mereka.
Cara untuk menenangkan pelanggan ini adalah dengan memberikan nilai tambah pada produk dan jasa anda. Apabila anda tidak ingin memberikan diskon terlalu besar, berikan nilai tambah berupa manfaat lain yang bisa mereka rasakan. -
Impulse Customers
Impulse customers adalah pelanggan paling menarik kedua setelah loyal customers yang perlu anda utamakan. Pelanggan impulsif tidak memerlukan daftar hal yang ingin dibeli saat berbelanja karena mereka membeli secara spontan, tidak berdasarkan kebutuhan. Biasanya mereka membeli karena mendapatkan rekomendasi dari orang lain.
Sangat tepat untuk menawarkan produk baru dan memberikan bonus pada pelanggan impulsif. Tantangannya, mereka selalu ingin penjelasan yang singkat dan bantuan yang cepat untuk produk dan jasa yang anda tawarkan. Mereka juga tidak mencari produk yang spesifik karena itu anda perlu meyakinkan mereka bahwa barang yang anda tawarkan bagus, bermanfaat dan sangat produktif di masa depan. Contoh paling umum dari pelanggan impulsif adalah seorang wanita yang berbelanja barang-barang dekorasi rumah. Desain dan fungsi produk sangat dipertimbangkan oleh pelanggan ini. -
Need-Based Customers
Kebalikan dari impulse customers, need-based customer membeli produk berdasarkan kebutuhan yang spesifik. Mudahnya, mereka masuk ke sebuah toko dengan cepat, hanya melihat dan membeli apa yang sudah ada daftar daftar belanjaan lalu pergi. Mereka biasanya tidak memerlukan bantuan ataupun penjelasan lebih lanjut terkait produk yang akan mereka beli. Bahkan kemungkinan besar mereka tidak tertarik untuk diajak ngobrol.
Meskipun hanya membeli sesuai kebutuhan, tipe pelanggan ini mudah ditarik ke produk anda yang lain yangs serupa, asalkan anda menunjukkan cara dan alasan yang jauh lebih menarik, dengan strategi yang sudah terencana. Mulailah membangun interaksi dengan mereka. Interaksi pribadi yang positif dan tepat dapat mengubah need-based-customer menjadi loyal customer. Fungsi dan pengalaman produk menjadi faktor utama yang menentukan pembelian mereka terhadap produk dan jasa anda.Wandering Customers. -
Wandering customers
atau pelanggan yang berkeliaran berkontribusi paling sedikit terhadap bisnis anda. Tipe pelanggan ini tidak mempunyai tujuan spesifik ketika pergi ke suatu toko, bisanya hanya ingin menghabiskan waktu dan menikmati suasana. Atau paling tidak untuk mengkonfirmasi apakah ada suatu produk yang sedang mereka butuhkan, namun tidak berminat membelinya pada saat itu juga.
Pelanggan ini cenderung menyukai interaksi sosial dan mereka seringkali menanyakan secara acak ketika anda menawarkan sebuah produk, meskipun saat itu minat mereka sangat rendah. Contoh paling umum dari tipe pelanggan ini adalah segerombolan mahasiswa yang sedang hangout di mall.
Sebetulnya anda tidak perlu menghabiskan waktu untuk mereka karena mereka tidak terlalu menguntungkan, namun harapannya, dengan memberikan informasi dan wawasan yang luas tentang produk-produk anda, suatu saat mereka bisa menjadi pelanggan setia. -
Potential Customers
Pelanggan potensial belum tentu menjadi pelanggan anda. Tipe pelanggan ini membutuhkan sedikit dorongan dan perhatian sebelum membeli produk anda. Mereka hanya perlu diyakinkan sedikit dan dibantu agar melakukan pembelian. Untuk itu, anda harus bisa menunjukkan kepada mereka tentang detail informasi tentang nilai tambah dari yang anda tawarkan. Biasanya, ciri mereka merupakan pelanggan potensial adalah adanya pertanyaan yang diajukan atau kesediaan untuk mengisi form kontak.
Referensi
Types of Customers – Overview, Five Main Types, and Selling Techniques (corporatefinanceinstitute.com)
7 Types Of Customers based on Consumer Behavior (marketing91.com)
Different Types of Customers (managementstudyguide.com)




