Siapa nih yang masih suka nervous kalau diminta berbicara di depan umum? Alias public speaking. Takut salah, takut sama penilaian audience, takut nggak menarik, takut ini, takut itu. Hmm.. Banyak sekali ya ketakutan yang muncul? Boro-boro ingin membuat banyak orang terkesan. Diminta ngomong sepatah dua kata saja sudah ‘jiper’ duluan. Padahal, keuntungan yang kamu dapatkan dari punya kemampuan public speaking itu banyak lo. Seperti yang disampaikan oleh para pembicara workshop ‘Impress Your Audience’ Rabu malam lalu, 24 November 2022.
Kalau kamu kemarin hadir di workshopnya, pasti tahu dong siapa pembicaranya? Yap, H. Clay Myers dan Peggy Putri, Certified Professional Coach sekaligus CEO dan COO PARADIGM. Bekerjasama dengan @america, ini adalah workshop sesi ke-3 yang kami selenggarakan. Baca hingga akhir ya untuk mendapatkan garis besar materi workshop tersebut!
Baca Juga: Materi Workshop sesi ke-1 ‘Finding Your Personal Branding’ bersama @america
Daftar Isi
Tujuan Public Speaking Secara Umum
Jago ngomong doang nggak otomatis bikin seseorang jago public speaking lo. Karena sebetulnya, public speaking itu bukan hanya asal ceplos doang tapi ada tujuannya.
“Public speaking is the process of speaking to a group of people in a structured, deliberate manner intended to inform, influence, or entertain the listeners.” – unknown
Yap, Coach Clay dan Coach Peggy lebih suka mendefinisikan public speaking sebagai suatu tindakan yang terstruktur dan bertujuan. Entah tujuannya untuk menyampaikan informasi, mempengaruhi atau menghibur audience. Karena itulah public speaking termasuk dalam sebuah skill, yang artinya bisa dilatih, bukan sekadar bakat atas personality yang sudah ada pada dirimu sejak lahir. Jadi, nggak ada lagi nih alasan buat kamu untuk bilang,
‘’Duh… aku kan introvert, wajar kalau nggak bisa public speaking.’’ Big no!
Jadi, gimana ya cara melatih kemampuan public speaking kita?
Baca Juga: 21 Pertanyaan Tentang Public Speaking Paling Umum, Ini Jawabannya
Cara Membuat Pendengar Terkesan dengan Public Speaking
-
Be You
Salah satu hal yang membuat kita takut public speaking adalah kita mencoba untuk sama seperti orang lain. Untuk bisa menjadi dirimu sendiri, kamu harus merasa nyaman dulu dengan dirimu. Tiga tips dari pemateri
-
Embrace Yourself
Beranikan dirimu. Cobalah untuk berani berbicara dalam perkumpulan yang kamu datangi, misalnya dengan bertanya atau mengemukakan pendapat. Beranikan diri untuk mengobrol dengan orang baru dan memperkenalkan diri di depan banyak orang.
-
Don’t Worry About Mistakes
Sebetulnya, ketika kamu membawakan materi pada sebuah event, yang tahu bahwa kamu melakukan kesalahan atau tidak ya hanya kamu. Kecuali kalau kamu terlihat grogi dan memberitahukan kesalahanmu. Tapi menurut pemateri, bahkan tidak apa-apa lo jika kamu memberitahu kesalahanmu jika memang hal itu bisa membuat kamu jadi lebih rileks dan mencairkan suasana.
-
Control Yourself
Nah, ngomong-ngomong soal nervous nih, setiap orang punya cara yang berbeda-beda dalam mengatasinya. Hal pertama yang perlu kamu gali adalah bagaimana cara mengontrol rasa gugup kamu. Bisa dengan cara dengerin musik, menggerakkan badan. Kalau Peggy Putri sendiri, sebelum melakukan public speaking, Ia biasa mengatasinya dengan mendengarkan musik favorit yang cenderung beat sambil melakukan stretching.

-
Don’t Make Yourself Small
Menurut Clay, ketika kamu sedang berada di panggung misalnya sebagai pembicara dalam seminar, tidak peduli siapa audiencenya misalkan Presiden sekalipun, kamu tidak perlu merasa kecil, merasa lebih rendah atau inferior. Kalau kata Peggy,
‘’Yang pegang mic, pegang kendali dong. Yang pegang mic, yang pegang kuasa. Say whatever you want!” -Peggy Putri
Eits, bukan berarti merasa superior ya, namun empower. Hal tersebut bisa membuat kita lebih percaya diri dan tujuan public speaking kamu untuk membuat audience terkesan pun bisa tercapai. Coba deh!
-
Making a Good First Impression
-
Appearance
Kalau kamu sedang menghadiri suatu event, pasti kamu memperhatikan bagaimana penampilan si pembicara bukan? Begitu pula ketika kamu akan public speaking. kamu perlu membuat penampilanmu menarik agar memberi kesan pertama yang positif kepada audience. Penting bagi kamu untuk bisa menyesuaikan apa yang kamu pakai dengan tema acara atau sesuatu yang berkaitan dengan tujuanmu.
Penampilan bukan hanya sekadar atasan dan bawahan ya, namun secara menyeluruh seperti perhiasan, aksesoris dan apa yang kamu kenakan seperti tas, jam, sepatu dan lainnya. -
Body Language
Bahasa tubuh adalah bagian dari komunikasi yang tidak terucap, namun mampu menunjukkan perasaan kita yang sebenarnya, bahkan memberi dampak yang lebih besar pada pesan yang ingin kita sampaikan.
Contohnya memiringkan kepala yang menunjukkan kamu sedang berpikir, atau gerakan tangan dan lengan untuk menunjukkan arah. Kamu perlu berhati-hati dengan bahasa tubuh seperti menyilangkan tangan atau mengetuk kaki dengan gelisah ya karena hal itu menunjukkan sikap defensif. -
Expression
Ketika kamu berbicara, latih dirimu untuk menunjukkan ekspresi yang sesuai dengan pesan apa yang ingin kamu sampaikan. Bayangkan jika kamu sebetulnya merasa senang dan ingin orang lain tahu, tapi ekspresi wajah kamu malah cemberut, it doesn’t make sense, right? Berikan ekspresi yang tepat agar tujuan public speaking kamu tercapai.
Itulah beberapa tips untuk memberi kesan pertama yang baik dalam public speaking kamu. Nantikan ke event-event PARADIGM bareng @america selanjutnya.
Referensi
- Clay Myers & Peggy Putri, Impress Your Audience Workshop. 2022. Jakarta.



