Kalau berbicara tentang peran mentor, pasti banyak sekali bayangan yang muncul dalam benak kita. Mulai dari guru les saat masa pendidikan dasar atau kakak pembimbing pada masa kuliah. Wajar saja, karena kita banyak menggunakan istilah mentor pada orang – orang yang memberi kita ilmu atau pendampingan di luar pendidikan formal.
Dengan pemahaman ini, kita suka membatasi bahwa seorang mentor hanya ada dalam masa pendidikan saja. Padahal setelah masa pendidikan berakhir, peran mentor bisa jadi adalah hal yang sangat kita perlukan untuk berkembang dalam karier.
Daftar Isi
Siapakah Mentor itu?
Mentor karier merupakan seseorang yang telah memiliki pengetahuan, pengalaman, maupun achievement pada suatu bidang dan bersedia untuk membaginya denganmu. Berbeda dengan seorang coach yang membantumu untuk mencapai berbagai tujuan hidupmu, mentor hanya memberi pengetahuan bagaimana jalan untuk mencapai karier pada bidangmu.
Adanya mentor ini bisa jadi sangat berpengaruh pada perkembangan karier kita. Sebab, mentor akan memberi warning pada tantangan yang akan datang serta mampu memberikan advice dalam pemecahan masalah yang kita hadapi.

Salah seorang kawan saya bersedia menjadi mentor secara cuma-cuma kepada adik tingkat semasa kuliahnya dari daerah. Dia berkaca pada pengalamannya dahulu ketika datang ke ibu kota dan memulai karier dari nol. Proses yang dilalui untuk memahami seluk beluk karier hingga mendapat jabatan yang cukup mentereng dalam perusahaan akan menjadi sangat sulit dan lama, jika tidak bertemu dengan seorang supervisor yang melihat potensi dirinya serta membantunya dalam menemukan jalan karier yang tepat.
Di lain waktu dalam suatu seminar, saya bertemu dengan seorang yang telah berkecimpung puluhan tahun dalam dunia branding. Beliau telah berhasil mengaktivasi puluhan brand dari perusahaan – perusahaan ternama yang produknya saat ini sering kita konsumsi dalam keseharian. Di usianya yang telah senja, beliau memilih untuk mengajar para pelaku umkm tentang branding. Tentu saja tidak hanya ilmu branding, tapi beliau juga memberikan berbagai ilmu yang diambil langsung dari pengalamannya dan diajarkan secara step by step ditambah dengan fasilitas pendampingan jarak jauh. Beberapa dari siswanya berhasil membuat pelanggan yang datang semakin loyal dengan produk miliknya.
Belakangan, saya juga menemui jasa mentoring, dimana kita akan dihubungkan kepada professional yang telah berpengalaman pada bidang yang kita butuhkan, untuk mendapat mentoring khusus baik secara one on one maupun group. Tidak main – main, mereka mampu mendatangkan mantan VP Gojek, Senior Manager, Brand Director, dan masih banyak deretan professional yang telah berpengalaman lainnya. Tidak jarang slot mentoring penuh dan peserta harus mengantri beberapa hari atau di minggu berikutnya.
Peran Mentor dalam Karier
Para professional yang telah berpengalaman dalam kariernya akan sangat mudah memahami tangga menuju puncak karier. Selain itu, mereka juga memahami big picture dalam bidang karier yang mereka tekuni.
Kita yang masih melakukan eksplorasi untuk menapaki tangga karier akan mempersingkat waktu apabila kita menemukan seorang mentor. Sebab, mentor yang tepat sudah terlatih dalam melihat masalah pada saat kita masih bingung sendiri. Mereka mampu memberi saran pemecahan masalah dalam bidangnya ketika kita masih mencoba – coba. Mentor yang tepat bahkan telah terlatih melihat kemungkinan resiko dan peluang pada setiap keadaan, disaat kita masih tidak peka.
Pertanyaannya, dengan pengalaman yang telah dimiliki oleh seorang mentor, apakah mereka masih membutuhkan mentee?
Setelah berdiskusi dengan kawan saya yang menjadi mentor, saya menemukan bahwa semakin berkembang seseorang, ternyata semakin besar rasa ingin berbagi. Semakin banyak mereka berbagi, maka semakin banyak mereka temukan pertanyaan – pertanyaan yang bisa mengembangkan diri mereka. Lewat mentoring, seorang mentor pun mengalami proses bertumbuh.
Baca Juga: Jenjang Karir Adalah Hal Penting Demi Kesuksesan, Simak 7 Tipsnya

Menemukan Mentor yang Tepat
Mentor akan senang melihat mentee berkembang dan aktif dengan berbagai pertanyaan serta permasalahan. Walaupun begitu, mentor bukan guru atau pembimbingmu yang akan senantiasa menanyakan kabar dan menyuapimu dengan materi–materi.
Oleh karena itu, kebanyakan mentor lebih condong memilih mentee yang memiliki potensi di bidangnya. Hal yang lebih penting adalah, seorang mentee yang memiliki semangat belajar yang tinggi, karena mentor tidak memiliki waktu untuk menyuapi mentee.
Jadi, apabila kamu sedang mencari mentor, pastikan bahwa dirimu sudah memiliki arah dalam kariermu. Tunjukkan pula kalau kamu melakukan progress dalam mencapai tujuan yang kamu inginkan agar mentor melihatmu tidak sekedar berencana tanpa ada eksekusi yang jelas.
Jangan lupa untuk mencari mentor yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Ketahui dahulu apa hal yang ingin kamu pelajari, lalu temukan seseorang yang pernah memiliki pengalaman dalam hal tersebut. Karena walau dalam satu bidang, seseorang bisa jadi memiliki spesialisasi yang berbeda-beda.
Bila kamu telah mendapatkan seorang mentor, pastikan kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan, sehingga kamu harus proaktif. Ingatlah bahwa mentor hanya salah satu ‘fasilitas’ dalam perjalanan kariermu. Apakah fasilitas ini bisa membantumu lebih bertumbuh atau tidak, kembali lagi pada bagaimana usahamu dalam memanfaatkan fasilitas yang telah kamu miliki.
Source:
https://www.thebalancecareers.com/how-to-find-a-career-mentor-2059757



