Source: Andrea Piacquadio for Pexels
Halo learner! Apakah kamu pekerja full time yang sedang terpikirkan untuk beralih menjadi pekerja freelancer? Hmm… Mungkin kelihatannya menjadi pekerja freelance adalah profesi yang asyik dan mudah dijalani, mengingat nantinya kita jadi punya kebebasan dalam mengatur jam kerja sendiri dan tidak perlu ke kantor, tidak seperti pekerja full time yang biasanya harus standby 9 to 5 disetiap harinya. Iya nggak? Sehingga kamu sedang mencari-cari informasi tentang bagaimana sih langkah mudah memulai karir sebagai pekerja freelancer.
Sebetulnya, apalbila kamu ingin mendapatkan penghasilan tambahan, menjadi pekerja freelance bukan satu-satunya jalan untuk menambah pundi-pundi penghasilan, Namun nyatanya semakin banyak orang Indonesia yang menjadi pelaku profesi tersebut, lo. Apalagi sejak adanya wabah Covid-19.
Daftar Isi
Yap, data dari Badan Pusat Statistik tahun 2020 menyatakan bahwa jumlah pekerja freelance di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 33,4 juta, kenaikannya sebesar 26% daripada tahun sebelumnya. Jadi, berminat untuk menjadi pekerja freelance? Sebelum membahas mengenai bagaimana Langkah-langkah memulainya, kita bahas dulu yuk sebenarnya yang disebut dengan pekerja freelance itu apa sih?
Seringkali, kebanyakan orang masih berpikir bahwa pekerja freelance dan pekerja part time itu sama. Padahal keduanya berbeda, lo. Freelancer disebut juga dengan self-employed alias mempekerjakan dirinya sendiri, dalam Bahasa Indonesia kita menyebutnya pekerja lepas karena tidak terikat oleh suatu perusahaan tertentu, walaupun dalam pengaturan kerja biasanya tetap ada perjanjian yang disepakati kedua belah pihak. Sedangkan pekerja part-time masih merupakan bagian dari suatu perusahaan alias masih dipekerjakan oleh perusahaan tertentu, dalam Bahasa Indonesia kita menyebutnya pekerja paruh waktu karena biasanya pekerja part time bekerja 30 jam atau kurang dari itu. Berbeda juga dengan pekerja full-time yang bekerja 40 jam perminggu dengan ketentuan 9 to 5.
Nah, sebetulnya apa sih alasan kamu ingin menjadi pekerja freelance? Apakah hanya karena kamu sedang bosan dengan pekerjaan full time? Yuk coba kita simak beberapa alasan umum seseorang ingin menjadi pekerja freelance, yang mungkin kamu rasakan juga.
Menurut survey dari FlexJobs, Berikut ini 3 alasan utama yang membuat seseorang memilih menjadi pekerja freelance,
Yap, inilah alasan teratas mengapa seseorang ingin menjadi pekerja freelance. Menurut survey tersebut, 70% dari 1000 responden memilih menjadi pekerja freelance karena menginginkan work-life balance. Singkatnya, work-life balance adalah keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Dimana seseorang bisa mendapatkan kepuasan hidup karena mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi diluar pekerjaan, seperti hubungan dalam berkeluarga, berteman juga bersosialisasi dengan masyarakat.
Dari survey tersebut, sebanyak 62% dari total responden memilih menjadi pekerja freelance karena menginginkan jam kerja yang lebih fleksibel. Misalnya nih kalau bekerja full time, kita harus standby di kantor dari pukul 9 hingga 5 sore, dari Senin hingga Jumat atau Sabtu. Sedangkan jika menjadi pekerja freelance, walaupun konsekuensi dari perjanjian yang sepakati dengan klien adalah adanya deadline pengerjaan proyek tertentu, kita bisa menentukan sendiri berapa jam bekerja dalam sehari, pukul berapa mau bekerja hingga berapa hari dan di hari apa saja. Begitu juga dengan kebebasan dalam bagaimana kita bekerja yang mendapatkan 56% dari survey tersebut.
Sebetulnya, banyak perusahaan yang kini memberikan fleksibilitas pada pekerja full-time termasuk kebebasan untuk bekerja dari mana pun, salah satunya Paradigm sebagai Training dan Coaching Provider. Paradigm menjalankan sistem Hybrid, dimana karyawannya hanya perlu datang ke kantor satu sampai dua hari dalam seminggu untuk melakukan weekly meeting. Sayangnya, tidak semua perusahaan bisa memberikan fleksibilitas tersebut. Karena itu, tempat kerja fleksibel mendapatkan 55% suara dari 1000 responden dalam survey tersebut.
Adakah dari ketiga alasan tersebut yang mendasari diri kamu ingin menjadi seorang pekerja freelance? Hmm… Nyatanya menurut survey tersebut, ada sedikit perbedaan antara keinginan dan hal yang sesungguhnya responden rasakan setelah menjadi pekerja freelance.
Baca Juga: Fleksibilitas Dalam Bekerja, Terapkan 5 Tips Ini
3 manfaat utama menjadi pekerja freelance yang responden rasakan justru seperti ini,
1) Keinginan memilih Kapan Bekerja: 84%
2) Work-Life Balance: 66%
3) Keinginan Memilih Dari Mana Bekerja 61%
Yap, dari hasil survey tersebut, nyatanya fleksibilitas dalam memilih kapan waktu untuk bekerja menjadi manfaat terbesar yang responden rasakan, lebih besar dari ekspektasi mereka sendiri. Sedangkan work-life balance lebih rendah dari ekspektasi mereka.
Hal itu menunjukkan bahwa menjadi pekerja freelance juga sama seperti sistem kerja lainnya: ada tantangan tersendiri, tidak semudah yang dibayangkan dan diharapkan.
Freelance Survey Results, Plus 30 Companies Hiring Freelancers | FlexJobs
Sebagai pekerja di suatu perusahaan, kita diharuskan untuk bisa bekerja baik secara individual maupun berkelompok,…
‘Penjualan adalah seni!’ Sebagian mengatakannya seperti itu. Memang dimana letak seninya? Kemampuan dasar dari menjual…
While attending a conference in downtown Jakarta recently, I had the opportunity to meet and…
Pelanggan merupakan salah satu aset penting dalam suatu usaha, baik yang bergerak dibidang produksi barang…
Setelah sukses menyelenggarakan Sales Training dalam rangka menghadapi event Expo Pakuwon, training untuk Pakuwon Jati…
Dalam rangka memperkuat kemampuan tim sales, Pakuwon Jati menggaet PARADIGM sebagai vendor pelatihan untuk menyelenggarakan…