Berbicara mengenai kepribadian, saya yakin kamu pernah mendengar tentang dua tipe kepribadian yang digagas oleh Carl Jung: introvert dan ekstrovert. Barangkali, tidak semua dari kita sudah memahami keduanya. Paradigma yang berkembang dalam masyarakat seringkali mengidentikkan seorang introvert sebagai kepribadian yang pemalu dan anti sosial. Padahal itu tidak tepat. Arti introvert tidaklah sesempit itu.
Para introvert memang biasanya tidak terlalu banyak berbicara seperti para ekstrovert sehingga muncul pertanyaan seperti,
“Emang bisa ya seorang introvert menjadi pemimpin? Bagaimana cara mereka mempengaruhi orang lain?”
Hmm… Saya kira, pertanyaan tersebut juga seringkali muncul dari para introvert itu sendiri. Iya, diri mereka sendiri tidak jarang mempertanyakan apakah mereka bisa menjadi seorang pemimpin yang berpengaruh. Menarik, ya? Padahal, kalau kita mencoba mencari tahu para pemimpin berpengaruh kelas dunia, banyak dari mereka yang merupakan seorang introvert, loh! Sebut saja Bill Gates, Warren Buffet dan Marissa Mayer (CEO Yahoo!). Kok bisa, ya?
Dikutip dari Quietrev, para tokoh dunia yang berpengaruh, memproyeksikan leadership mereka bukan dengan menjadi orang yang lebih keras atau meningkatkan energi mereka, tapi dengan mempelajari beberapa keterampilan untuk mendukung karakter alamiah mereka. Yap. Artinya sebagai pemimpin, para introvert tidak perlu berusaha menjadi seperti ekstrovert.
Eh, by the way, kamu udah tahu dong apa bedanya introvert dan ekstrovert? Kita bahas arti introvert menurut tokoh ternama dulu, yuk!
Daftar Isi
Arti Introvert dan Bedanya dengan Ekstrovert
Carl Jung (dibaca ‘Yoong’), seorang psikolog terkenal dia abad 20, memperkenalkan istilah introvert dan ekstrovert dalam menggambarkan tipe kepribadian yang berbeda. For your information, Jung adalah seorang introvert, loh. Dan dia adalah orang pertama yang menjelaskan bahwa introvert menggambarkan tentang dunia internal yakni pemikiran dan perasaan, sedangkan ekstrovert kebalikannya yaitu tentang dunia eksternal seperti orang-orang dan aktivitas.
Jung mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar introvert atau ekstrovert. Agar kamu lebih paham, bayangkanlah ada sebuah penggaris panjang. Katakanlah seorang introvert ekstrim spektrumnya berada di ujung penggaris, dan seorang ekstrovert ekstrim berada di ujung sisi lainnya. Dan ada seseorang yang berada di tengah-tengah penggaris tersebut yang biasa kita dengar sebagai ambivert, ia adalah campuran dari seorang introvert dan ekstrovert.
Pada kenyataannya, banyak introvert yang bilang kalau mereka menyukai diskusi dan punya banyak teman. Juga banyak ekstrovert yang suka berada di keramaian namun butuh waktu untuk menyendiri. Intinya, seseorang hanya punya 2 kecenderungan: cenderung introvert atau cenderung ekstrovert. Tidak ada yang 100% introvert atau 100% ekstrovert.
Baca juga: Ingin Membentuk Kebiasaan Baru? Baca Rekomendasi Buku Self Improvement Ini
Tips Menjadi Pemimpin Introvert yang Berpengaruh
Setelah kamu tahu tentang arti introvert, penasaran dong bagaimana sih cara menjadi pemimpin introvert yang berpengaruh? Berikut tipsnya :
-
Fokus Pada Kekuatan Alami

Source : Anna Vander Stel for Unsplash Seorang introvert cenderung memiliki 3 kekuatan alami yang bisa dimaksimalkan. Pertama, active listening. Saya yakin setiap orang ingin didengar. Mereka membutuhkan orang lain yang bisa mendengar. Kabar baiknya, kemampuan mendengar secara alamiah ada dalam diri introvert. Salah satu kunci untuk menjadi pemimpin yang dihormati adalah dengan mendengarkan secara aktif baik rekan kerja, klien atau partner bisnis. Dengan mendengarkan, mereka akan lebih terbuka dan kamu akan mendapatkan banyak wawasan dan ide dari mereka.
Jadi buat kamu para introvert, latih kemampuan active listening. Caranya ketika orang lain sedang berbicara, dengarkan dulu mereka dan hindari memotong pembicaraan, baru kemudian berikan respon atau saran jika mereka diminta. Listen first, talk second.
Kedua, empati. Berempati artinya mencoba menempatkan dirimu pada posisi orang lain. Latih dirimu dalam berempati dengan cara melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, sehingga akan lebih peka dan tidak mudah menghakimi. Hal ini dapat membuat orang lain sangat enjoy berhubungan dan bekerjasama denganmu.
Ketiga, Deep Thinking. Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk mengambil keputusan, entah itu kecil atau besar. Kabar baiknya, seorang introvert secara alamiah suka berpikir secara mendalam, salah satunya sebelum mengambil keputusan. Manfaatkanlah kemampuan ini untuk menentukan strategi-strategi terbaik. Bantulah rekan kerjamu untuk mencapai tujuan bersama dalam perusahaan. Latih juga kemampuan untuk mengambil keputusan dengan lebih cepat.
-
Persiapan Matang Sebelum Rapat
Introvert akan tahu bagaimana cara merespon kalau sudah mempertimbangkan data dan merencanakan apa yang ingin dikatakan. Sederhananya, mereka mengolah apa yang ingin dikatakan dalam pikiran mereka lebih dulu, sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Karena itu, terlibat dalam rapat besar mungkin menjadi salah satu hal yang melelahkan bagi introvert dimana setiap orang diharuskan aktif berbicara dan merespon pembicaraan dengan cepat.
Sebagai antisipasi, sebelum ada rapat yang harus kamu ikuti, buat persiapan seperti menuliskan poin-poin tentang apa saja yang akan kamu sampaikan. Pikirkan tentang topik apa saja yang akan kamu bahas. Juga, belajarlah tentang bagaimana melakukan eye contact dan menanggapi perkataan orang lain agar mereka tetap merasakan kehadiran kamu dalam rapat meski mungkin kamu tidak mendominasi pembicaraan.
-
Metode One-on-One kepada Tim

Source : Product School for Unsplash
Konsep yang digagas oleh Carl Jung adalah bahwa para introvert mendapatkan energi dari dalam dirinya, sedangkan ekstrovert mendapatkan energi dari luar dirinya yaitu orang-orang disekitar. Inilah yang menyebabkan introvert cenderung lebih menyukai pembicaraan pada kelompok yang lebih kecil.
Menurut Jennifer Kahnweiler, salah satu dari Top Introvert Leadership Speakers, rapat besar bukan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan sesuatu. Bahkan diskusi-diskusi dalam kelompok kecil misalnya percakapan 1 lawan 1, seringkali lebih efektif, loh. Apalagi bagi kamu yang introvert karena akan merasa lebih nyaman dan terbuka kepada orang lain, membuat mereka bisa mendengar pemikiran-pemikiran kamu yang mungkin tidak tersampaikan dalam rapat besar. -
Atur Jadwal Bersosialisasi

Source: Rizki Yulian for Unsplash
Kalau ekstrovert justru merasa energinya bertambah ketika bersama orang lain, introvert justru merasa energinya terkuras ketika menghabiskan waktu bersama orang lain. Karena itu, kamu yang introvert sebaiknya tidak menjadwalkan terlalu banyak agenda yang melibatkan banyak orang dalam satu hari atau satu pekan. Jadwalkan kapan kamu akan mengadakan rapat besar, kapan mengadakan diskusi one-on-one dan kapan kamu akan menghabiskan waktu sendirian untuk mengisi ulang energi.
Misalnya di hari Senin mengadakan rapat besar, di hari Rabu dan Kamis mengadakan diskusi one-on-one, dihari lainnya untuk mengerjakan tugas dengan tidak melibatkan banyak orang dan di hari Minggu kamu gunakan untuk beristirahat penuh dan menghabiskan waktu sendiri. -
Pelajari 4 Gaya Berkomunikasi yang Paling Cocok
Introvert ekstrover adalah personality, tidak menentukan cara berkomunikasi. Sedangkan komunikasi adalah sebuah skill.
Yap. Peggy Putri, COO dari Paradigm menyatakan bahwa seorang introvert juga bisa berkomunikasi dengan baik. Kuncinya, kamu mau belajar dan mengembangkan kemampuan. Simak deh 4 tipe komunikasi dalam video ini. Manakah yang paling cocok dengan kepribadianmu?
Source :
Cain, Susan. 2016. Quiet Power. Great Britain: Pinguin Life.
The Introvert’s Guide to Leadership Presence – Quiet Revolution



