“Bingung deh, kata orang aku banyak bisanya sih. Tapi aku sendiri merasa nggak ada bidang pekerjaan yang menonjol banget nih!” Kalau kamu pernah merasa begitu, bisa jadi kamu adalah seorang generalis. Tapi, apa sih generalis itu?
Dalam dunia kerja, sering kali kamu akan dihadapkan pada dua jalur. Menjadi seorang generalis yang tahu banyak hal dan punya banyak kemampuan, atau menjadi spesialis yang fokus di satu area saja. Sebenarnya, setiap orang memiliki kecenderungannya masing-masing.
Memahami apakah kamu seorang generalis atau spesialis akan memberikan banyak manfaat. Khususnya dalam bidang pekerjaan. Nah, untuk membantu kamu mengenal generalis atau spesialis, kami sudah merangkumnya di artikel ini.
Daftar Isi
Apa Itu Generalis Dan Spesialis?
Secara sederhana, generalis adalah orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian di banyak topik. Biasanya, seorang generalis memiliki ketertarikan pada berbagai hal dan memiliki banyak hobi.
Sedangkan seorang spesialis adalah seseorang yang ahli di satu bidang. Seorang spesialis cenderung tertarik pada satu topik spesifik dan mengembangkan keahlian pada bidang tersebut saja. Sehingga, dia dapat memahami topik tersebut secara mendalam.
Dalam Suatu Bidang Pekerjaan, Ini Kelebihan Generalis Dan Spesialis
Banyak orang yang menganggap bahwa generalis lebih baik dari spesialis atau sebaliknya. Sebenarnya, baik generalis atau spesialis memiliki kelebihannya masing-masing. Sebagai gambaran, berikut ini adalah kelebihan yang dimiliki seorang generalis dan spesialis:
Kelebihan Seorang Generalis

1. Koneksi Lintas Departemen
Seorang generalis memiliki banyak pengetahuan mengenai berbagai bidang pekerjaan. Dengan pengetahuan ini, seorang generalis bisa lebih mudah melihat koneksi antar departemen. Sehingga, mencari solusi dari permasalahan yang ada juga jadi lebih mudah.
2. Fleksibilitas Karir
Pemahaman yang luas dan kemampuan yang beragam memberikan keuntungan tersendiri bagi seorang generalis. Dengan pemahaman dan kemampuan yang dimiliki, seorang generalis bisa membantu generalis untuk mengejar karir yang diinginkannya. Selain itu, hal tersebut juga membuat seorang generalis tidak mudah bosan.
Umumnya, seorang generalis juga memiliki kemampuan problem solving dan komunikasi yang baik. Dua keahlian ini sering kali dibutuhkan di berbagai industri. Sehingga, seorang generalis cenderung mudah mendapatkan pekerjaan atau memiliki opsi pekerjaan yang lebih fleksibel.
3. Kemampuan Adaptasi
Keberadaan seorang generalis bisa menguntungkan bagi perusahaan. Apalagi jika generalis tersebut memiliki berbagai keahlian dan pengalaman yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dibutuhkan. Keahlian yang dimiliki seorang generalis membantunya menangani berbagai tugas dengan lebih mudah.
Kelebihan Seorang Spesialis

1. Gaji yang Lebih Tinggi
Seorang spesialis biasanya bekerja sesuai dengan pendidikan yang dimiliki. Hal ini membuat seorang spesialis menjadi lebih unggul secara latar belakang dan kualifikasi. Sehingga, gaji yang didapatkan juga cenderung lebih tinggi.
2. Kompetisi yang Lebih Rendah
Seorang spesialis di bidang yang unik dan langka memiliki nilai tambah yang menguntungkan. Semakin unik atau langka bidang pekerjaan yang dikuasai, semakin rendah juga kompetisi yang ada di dalamnya. Sehingga, akan lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan dengan bayaran yang tinggi.
3. Pengetahuan yang Spesifik
Fokus mempelajari satu hal dalam waktu yang panjang membuat seorang spesialis memahami satu hal secara mendalam. Sehingga, seorang spesialis dapat menemukan dan menyelesaikan masalah dengan lebih tepat. Serta memberikan usulan pengembangan yang lebih tepat sesuai kebutuhan dan tujuan.
Dalam Suatu Bidang Pekerjaan, Ini Kekurangan Generalis Dan Spesialis
Selain memiliki banyak kelebihan, menjadi generalis atau spesialis juga memiliki beberapa kekurangan. Dengan memahami kekurangan tersebut, kamu bisa belajar meminimalisir kekurangan tersebut sesuai dengan tipe dan kebutuhan dalam bidang pekerjaan yang dibutuhkan.
Kekurangan Seorang Generalis
1. Kelayakan Dalam Pekerjaan
Kalau kamu seorang generalis, kamu pasti pernah merasa bingung dan kurang layak. Umumnya, perasaan tersebut muncul karena kamu merasa kalau tidak ada satu bidang pekerjaan yang kamu kuasai dengan baik. Apalagi jika pekerjaan yang kamu geluti bersifat teknikal.
Akan tetapi, kalau kamu melihat dari sisi positifnya, kamu bisa mengatakan kalau kamu memiliki banyak keahlian dan pengetahuan. Dua hal tersebut menjadi keunggulan utama seorang generalis di dunia kerja.
2. Sulit Mendapat Keamanan Pekerjaan
Mengganti seorang generalis dengan generalis lain adalah sesuatu yang sangat mudah dibandingkan dengan mengganti seorang spesialis. Akan tetapi, mencari pekerjaan baru juga bukan hal yang sangat sulit bagi seorang generalis.
3. Kelelahan dan Burnout
Seorang generalis cenderung mudah lelah, baik secara mental maupun fisik. Apalagi jika seorang generalis dituntut untuk melakukan banyak pekerjaan yang membutuhkan keahlian berbeda. Jika kamu seorang generalis, pertimbangkan untuk mencari posisi yang jelas dengan pekerjaan yang konsisten. Hal ini akan meminimalisir kemungkinan burnout.
Baca Juga: Stres Kerja Bikin Burnout? Terapkan 5 Mindfulness Berikut Ini…
Kekurangan Seorang Spesialis
1. Potensi Tergantikan
Meski posisi seorang spesialis cenderung aman, posisi seorang spesialis tetap memiliki resiko dan bisa tergantikan. Salah satunya adalah tergantikan oleh teknologi. Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar seorang spesialis perlu mencari jalur karir dan bidang pekerjaan yang baru.
Akan tetapi, seorang spesialis tetap bisa menghindari atau meminimalisir kemungkinan tergantikan. Misalnya dengan mengasah kemampuan di bidang pengembangan dan pembuatan teknologi baru. Posisi ini cenderung lebih minim risiko tergantikan.
2. Karir yang Tidak Fleksibel
Kalau kamu seorang spesialis, kamu pasti menyadari kalau pengetahuan dan keahlian yang kamu punya sangat spesifik. Seringkali, hal ini membuat kamu cukup kesulitan mencari pekerjaan. Akan tetapi, begitu kamu menemukan bidang pekerjaan yang cocok, kamu cenderung bertahan selama bertahun-tahun atau bahkan sepanjang usia kerjamu.
Contoh Bidang Karir Sebagai Generalis Dan Spesialis
Setelah mengetahui definisi, kelebihan, dan kekurangan generalis dan spesialis, akan lebih mudah bagimu untuk mengetahui apakah kamu termasuk generalis atau spesialis. Selanjutnya, bagaimana mencari bidang pekerjaan yang sesuai dengan profil kamu?
Baik generalis atau spesialis cenderung memiliki bidang karir yang berbeda. Menemukan bidang karir yang tepat membantumu untuk berkembang dengan lebih baik di dunia kerja. Berikut ini adalah beberapa contoh bidang karir yang bisa kamu jadikan gambaran atau pertimbangan dalam mencari kerja:
Bidang Karir Seorang Generalis
1. Pemimpin Perusahaan
Karena memiliki banyak keahlian dan pengetahuan dan keahlian, seorang generalis bisa menjalankan posisi pemimpin dengan lebih baik. Keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya bisa bermanfaat untuk memahami pekerjaan setiap departemen yang berjalan dalam perusahaan.
2. Dokter Hewan
Seorang dokter hewan biasanya diminta untuk menangani hewan dari berbagai spesies. Sebagai seorang generalis, kamu bisa menerapkan kemampuan dan pengetahuanmu akan berbagai spesies hewan dengan baik.
3. Customer Service
Seorang generalis yang memiliki kemampuan komunikasi bisa berkembang baik di berbagai bidang pekerjaan. Apalagi jika kemampuan komunikasi yang dimiliki mencakup kemampuan secara verbal dan tertulis. Pekerjaan sebagai customer service bisa jadi pilihan yang baik.
Bidang Karir Seorang Spesialis
1. Content Creator
Sebenarnya, baik generalis ataupun spesialis dapat menjadi content creator. Hanya saja, cara bekerja dan ruang lingkup pekerjaan yang digeluti bisa sangat berbeda. Seorang generalis bisa menjadi mempelajari keahlian SEO, copywriting, dan sosial media dari berbagai industri.
Sementara seorang spesialis cenderung berpusat pada detail spesifik atau industri tertentu. Sebagai contoh, seorang spesialis bisa menjadi konten kreator yang fokus pada teknologi. Sehingga, konten yang dibuatnya akan membahas seputar teknologi, hardware, sistem, dan hal lain yang berkaitan.
2. Dokter Hewan Spesialis
Seorang spesialis juga bisa menjadi dokter hewan. Namun, akan lebih baik jika mengambil spesialisasi. Misalnya spesialis hewan laut. Dengan menjadi spesialis, spesies yang ditangani akan lebih fokus dan pengetahuan yang dimiliki juga menjadi lebih dalam. Bahkan mencakup diet dan latihan yang dibutuhkan oleh hewan laut seperti lumba-lumba.
Secara umum, seorang generalis akan berkembang baik pada bidang pekerjaan yang membutuhkan banyak pengetahuan dan keahlian. Sementara seorang spesialis akan lebih baik bekerja di bidang yang membutuhkan fokus dan pengetahuan mendalam mengenai suatu hal.
Generalis Vs Spesialis, Mana Yang Lebih Baik?

Lalu, apakah generalis lebih baik dari spesialis atau sebaliknya?
Ada kutipan menarik untuk menjawab hal ini:
“We just need more dots to connect. You should develop broad personal interests in a variety of subjects. What you present to the world should be narrow and show deep focus. In other words, generalize internally, and specialize externally.”
― Chris Do, Pocket Full of Do
Baik generalis maupun spesialis memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau kamu seorang generalis, tidak ada salahnya memilih satu bidang pekerjaan yang akan kamu kuasai lebih dalam dari bidang lainnya. Sedangkan kalau kamu seorang spesialis, tidak ada salahnya mempelajari keahlian lain yang mendukung keahlian utama yang kamu punya.
Source
Generalist vs. Specialist: Which Is Better? (indeed.com)
The Ultimate Career Choice: Generalist vs. Specialist (cleverism.com)
What are the Differences and Advantages between a Specialist and a Generalist? (innovationmanagement.se)



