PARADIGMPARADIGM
  • HOME
  • Blog
    • Paradigm Latest Event
    • Personal Development
    • Professional English
    • Service Excellence
    • Our Programs
    • Character Building
    • Others
  • Programs
  • Prakerja
  • About
  • Contact Us
  • id_IDID
    • en_USEN
Mei 31, 2022 by Widya Imrani

Memperingati Hari Pancasila Tanggal 1 Juni, Apa Saja Nilai-Nilai Pancasila dalam Bekerja?

Memperingati Hari Pancasila Tanggal 1 Juni, Apa Saja Nilai-Nilai Pancasila dalam Bekerja?
Mei 31, 2022 by Widya Imrani

Hai, Learner! Ingat dong kalau Hari Pancasila tanggal 1 Juni ditahun ini diperingati esok hari? Kalau kamu diminta menyebutkan apa saja kelima bunyi Pancasila, saya yakin kamu hafal. Sejak duduk dibangku sekolah dasar, Pendidikan Pancasila merupakan mata pelajaran yang wajib ada di setiap tingkatan. Bahkan dibangku kuliah pun ada mata kuliah Pendidikan Pancasila yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa, tidak peduli apa pun jurusan atau program studinya.

Lebih tepatnya, 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila, bukan hari Kesaktian Pancasila, ya. Karena hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober nanti. Anyway, mengingat keduanya adalah hari libur nasional, daripada di tanggal tersebut kamu hanya rebahan all day long disaat libur, mending kita kulik lagi yuk mengenai Pancasila, terutama tentang bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam ranah pekerjaan.

Daftar Isi

  • Hari Pancasila Tanggal 1 Juni, Begini Bunyi Kelima Silanya…
  • Sila Ketuhanan
    • Prinsip Bekerja adalah Ibadah
    • Takut Kepada Tuhan
    • Memaksimalkan Potensi
  • 2. Sila Kemanusiaan
    • Tolong-Menolong
    • Tidak Semena-Mena
  • 3. Sila Persatuan
    • Bekerja Sama
    • Tidak Rasis
  • 4. Sila Kerakyatan
    • Bermusyawarah
    • Berkomunikasi Secara Efektif
  • 5. Sila Keadilan
    • Berempati
    • Reward & Punishment

Hari Pancasila Tanggal 1 Juni, Begini Bunyi Kelima Silanya…

Hari lahir Pancasila tanggal 1 Juni, Begini bunyi kelima silanya
Source : Mufid Majnun for Unsplash
  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Hayo ngaku siapa nih yang reflek bacanya seperti lagi di momen Upacara Bendera? Hehehe. Berbicara mengenai dunia kerja, sebagai seseorang yang telah bekerja, alangkah lebih baik jika peringatan hari lahirnya Pancasila kita jadikan sebagai sebuah ajang refleksi mengenai nilai-nilai Pancasila yang bisa kita terapkan. Karena sejatinya, adanya mata pelajaran pendidikan Pancasila di masa sekolah dan kuliah bukan sekadar untuk dihafal demi kepentingan ujian. Namun lebih dari itu; bagaimana pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk saat proses bekerja. Baiklah, mari kita mulai dari sila pertama,

  1. Sila Ketuhanan

  • Prinsip Bekerja adalah Ibadah

Kamu pasti sering mendengar konsep tentang ‘bekerja adalah ibadah’, kan? Nah, itulah salah satu pengamalan sila pertama yang bisa kita terapkan dalam bekerja. Sebetulnya, makna bekerja itu tidak hanya dalam lingkup bekerja di kantor. Namun bekerja dalam arti berkegiatan dan beraktivitas.

Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan bekerja yang paling realistis adalah untuk mendapatkan uang. Namun, kita akan mudah lelah dalam proses bekerja apabila orientasinya hanya untuk uang. Sedangkan ketika kita meyakini bahwa bekerja adalah ibadah, kita percaya bahwa kerja keras kita saat bekerja dinilai Tuhan sebagai ikhtiar dalam menjalankan perintah-Nya, apa pun agama yang dianut.

Berprinsip bahwa bekerja adalah ibadah membuat kita mudah bersyukur atas setiap amanah yang kita emban, atas setiap tugas yang perlu kita selesaikan. Kita bisa menjalani hari-hari bekerja dengan ikhlas dan tekad yang maksimal.

  • Takut Kepada Tuhan

Ketika kita percaya bahwa Tuhan ada, Tuhan menjaga dan mengawasi setiap gerak-gerik hambanya. Kita jadi bisa lebih berhati-hati dalam berpikir, berkata dan berbuat. Keyakinan ini dapat mencegah kita melakukan perbuatan negatif dilarang Tuhan. Juga yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, misalnya takut untuk melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Atau sesederhana membicarakan keburukan orang lain dikantor alias bergosip.
Baca Juga: Gosip di Tempat Kerja adalah Hal Biasa, Ini 5 Tips Elegan Menyikapinya

  • Memaksimalkan Potensi

Kalau kita percaya bahwa Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan yang sepaket dengan kekurangan, kita jadi punya motivasi yang besar untuk memaksimalkan potensi. Setiap dari kita terlahir dengan membawa keunikan masing-masing. Efeknya, dalam bekerja tujuannya bukan hanya membantu perusahaan untuk mencapai target, namun juga membantu diri kita sendiri agar berkembang secara personal.

2. Sila Kemanusiaan

  • Tolong-Menolong

Sadari bahwa sebagai manusia, kita adalah makhluk sosial. Kita bisa saja bilang bahwa kita mampu bekerja secara mandiri. Namun, sangat penting untuk bisa memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan tim. Nah, bekerja bersama rekan lain perlu didasari oleh prinsip tolong-menolong. Selalu terlambat menyesaikan laporan yang dibutuhkan oleh rekanmu dikantor, adalah salah satu perbuatan yang kurang didasari oleh prinsip tolong menolong karena dapat menghambat tugas rekan lainnya.

Membantu rekan lain yang kesulitan dalam tugas juga salah satu pengamalan sila kedua, lo. Asalkan tugas-tugasmu sendiri tidak terbengkalai, ya!

  • Tidak Semena-Mena

“Ah, dia kan anak baru, biarin aja suruh lembur terus, kan kita sih udah senior!” Hayo siapa nih yang pernah seperti itu? Atau setidaknya pernah dengar rekanmu berkata begitu. Sikap kemanusiaan salah satunya ditunjukkan pada bagaimana sikap kita kepada sesame rekan kerja, atasan maupun bawahan. Dalam bekerja, hendaknya tidak bersikap semena-mena terhadap rekan lainnya hanya karena jabatanmu lebih tinggi, misalnya. Kamu juga pernah berada di posisi mereka, bagaimana rasanya jika mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari seniormu? Tidak mau, bukan?

3. Sila Persatuan

  • Bekerja Sama

Apakah kantormu terdiri dari berbagai divisi? Kalau iya, barangkali tidak semua rekan kerja kamu kenal apabila jika kamu berada di divisi yang berbeda. Meski begitu, ketika memutuskan bekerja dalam sebuah perusahaan, kamu sepatutnya bisa bekerja sama dengan baik dengan semua rekan kerja. Apabila keputusan yang kamu ambil dapat merugikan rekan atau divisi lain, pertimbangkan kembali. Ingat-ingat sila ketiga ini, ya!

Seperti yang telah saya sebutkan, selain bekerja secara mandiri, kamu juga harus memiliki kemampuan untuk bekerja secara berkelompok. Demi mencapai tujuan yang sama dalam perusahaan.

  • Tidak Rasis

Barangkali, lingkungan tempatmu bekerja merupakan lingkungan multikultural, alias terdiri atas orang-orang dari berbagai suku, ras, agama, bahkan negara. Nah, hal yang bisa kamu amalkan dari sila ketiga adalah tidak membeda-bedakan mereka. Misalnya nih kamu hanya mau berteman dekat dengan yang satu agama saja. Atau memusuhi rekan yang tidak satu ras hanya karena kulitmu putih dan rekanmu hitam.

Bahkan, nilai persatuan bukan hanya bersatu dengan rekan yang sama-sama warga negara Indonesia. Dengan siapa pun kamu perlu menunjukkan dukungan kepada satu sama lain.

4. Sila Kerakyatan

  • Bermusyawarah

Hari lahir pancasila tanggal 1 Juni, biasakan bermusyarawah, pengamalan sila ke 4 dalam bekerja

Salah satu kebiasaan yang dicerminkan dari sila keempat adalah membiasakan untuk bermusyawarah, alias berdiskusi atau mengadakan meeting untuk mencapai kesepakatan bersama. Misalnya nih, kantormu mendapat penawaran sebuah project besar yang sangat disayangkan jika tidak diambil. Namun masalahnya, tim kantormu hanya tim kecil yang terdiri dari 7 orang saja dan akan kerepotan apabila menghandle project tersebut.

Sebagai seorang pengambil keputusan, alih-alih langsung memutuskan sendiri dan langsung memerintahkan yang lain dalam pembagian tugas. Alangkah baiknya kamu mengadakan meeting terlebih dulu untuk mempertimbangkan baik buruknya serta menentukan strategi yang tepat.

  • Berkomunikasi Secara Efektif

Nah, hal yang tidak kalah penting sebagai bagian dari proses diskusi adalah, setiap tim perlu punya keberanian dalam mengungkapkan pendapat. Tidak hanya menjadi orang yang pasif namun mengeluh dibelakang tim lainnya. Kamu perlu belajar bagaimana menyampaikan pesan kepada rekan lainnya agar proses koordinasi dalam pekerjaan pun lancar.

5. Sila Keadilan

  • Berempati

Learner, salah satu sikap pengamalan dari sila kelima adalah mempunyai rasa empati terhadap rekan kerja. Salah satu sikap empati yang paling sederhana adalah belajar mendengarkan orang lain. Tidak memotong pembicaraan, mendengarkan secara aktif saat mereka berbicara dan berpendapat adalah beberapa contoh dari sikap empati. Apalagi jika kamu seorang pemimpin yang membawahi tim kerja.

  • Reward & Punishment

Memberikan pujian atas kinerja rekan kerja adalah salah satu bentuk kepedulian yang dicerminkan dari sila kelima. Pujian adalah bentuk reward yang paling sederhana namun bisa sangat berarti bagi orang lain. Puji rekan kerjamu dengan tulus terhadap apa yang mereka capai.

Dan juga, beranilah untuk menegur rekan lain apabila mereka melakukan sesuatu yang tidak baik bahkan merugikan kamu dan rekan lainnya. Kalau kamu seorang pemimpin yang membawahi tim kerja, berlakukan sistem reward & punishment secara adil.

Previous articleGeneralis Vs Spesialis? Pentingnya Memilih Bidang PekerjaanGeneralis Vs Spesialis, Pentingnya Memilih Bidang Pekerjaan Agar Karirmu TerarahNext article Komunikasi adalah Kunci Service Excellent, Pahami 5 Faktor IniKomunikasi adalah Kunci Pelayanan Unggul Pada Pelanggan Restoran dan Kafe, Pahami 7 Faktor Ini
Widya Imrani
Widya is the Content Writer of PARADIGM. She is an outgoing introvert who loves drinking tea. You must try to tell a story to her, she can listen you for hours!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MOST POPULAR

  • Pelatihan Komunikasi Efektif 'Passion with Action & Effective Communication'
    Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMaret 31, 2024
  • Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruari 29, 2024
  • Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your Career
    Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your CareerFebruari 29, 2024
  • Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja Perusahaan
    Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja PerusahaanFebruari 28, 2024
  • Excellent Leadership Training Pakuwon Jati bersama PARADIGM
    Tingkatkan Kualitas Pemimpin, Pakuwon Jati Adakan Excellent Leadership TrainingOktober 31, 2023
logo paradigm white

PARADIGM endeavors to treat each customer with respect and kindness, to grow through innovation, invention, and creativity and to incorporate honesty and integrity in all aspects of business.

recent post

Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMaret 31, 2024
Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruari 29, 2024
Mastering the Language of Success: How an English for Business Course Can Enhance Your CareerFebruari 29, 2024
Dari Baik Menjadi Unggul: Bagaimana Pelatihan Service Excellence Meningkatkan Kinerja PerusahaanFebruari 28, 2024

CONTACT INFORMATION

OPERATIONAL OFFICE
Gedung Permata Cikini
lt. 3, Jl. Pegangsaan Timur No 7 Kel. Pegangsaan Kec. Menteng Jakarta Pusat 10320

CORRESPONDING OFFICE
Penthouse Plaza Marein
lt. 23, Jakarta Selatan, Indonesia
business@paradigm.co.idwww.paradigm.co.id
Monday - Friday 9.00 AM - 6.00 PM (WIB)
PT. Paradigma Lintas Semesta ©2023