PARADIGMPARADIGM
  • HOME
  • Blog
    • Paradigm Latest Event
    • Personal Development
    • Professional English
    • Service Excellence
    • Our Programs
    • Character Building
    • Others
  • Programs
  • Prakerja
  • About
  • Contact Us
  • id_IDID
    • en_USEN
Desember 7, 2022 by PARADIGM

Prinsip Berkomunikasi Antara Atasan dan Bawahan Agar Efektif

Prinsip Berkomunikasi Antara Atasan dan Bawahan Agar Efektif
Desember 7, 2022 by PARADIGM

Sudah membaca artikel sebelumnya yang membahas tentang menjadi pemimpin yang baik di lingkungan kerja? Disana kita telah sedikit menyinggung tentang cara berkomunikasi seorang atasan kepada bawahannya, salah satunya mendengarkan suara tim yang merupakan bagian dari komunikasi efektif ditempat kerja. Namun sebetulnya prinsip berkomunikasi di lingkungan kerja itu seperti apa sih? Terlebih di tempat kerjamu, mungkin sumber daya manusianya terdiri dari berbagai generasi. Ada yang baby boomer, milenial juga Gen Z. Apakah cara berkomunikasi dengan mereka harus dibedakan agar efektif?

Masih dari interview yang PARADIGM lakukan dengan Dudi Arisandi, di perusahaan tempatnya bekerja juga terdiri dari berbagai generasi. Namun, Ia menegaskan bahwa meskipun berpegang pada value ‘people and customer-oriented’, tidak berarti bahwa setiap dari mereka harus diperlakukan berbeda dan spesial. Setiap individu dari setiap generasi mempunyai keunikan tersendiri. Sebagai leader Ia tidak ingin membeda-bedakan cara berkomunikasi kepada generasi yang berbeda.

Namun, justru setiap mereka harus bisa menempatkan diri. Misalnya sebagai generasi baby boomer, tidak perlu merasa senior hanya karena usianya lebih tua daripada generasi lainnya, menghindari sikap otoriter kepada generasi dibawahnya. Lalu bagaimana cara mengelola perbedaan antar generasi? Dimulai dari sudut pandang! Menurut Dudi, membicarakan diversity itu tidak sesempit soal usia. Berikut ini beberapa upaya agar komunikasi antar generasi menjadi lebih efektif:

Daftar Isi

  • Prinsip Berkomunikasi Antara Atasan dan Bawahan Agar Efektif
    • Berkoordinasi menggunakan bahasa yang universal dan dipahami semua
    • Menggunakan data dan rasa dalam bersuara
    • Adanya tools yang trusted untuk bersuara
    • Menyediakan Sesi Pendampingan

Prinsip Berkomunikasi Antara Atasan dan Bawahan Agar Efektif

  1. Berkoordinasi menggunakan bahasa yang universal dan dipahami semua

    Dalam membentuk culture people oriented, segala informasi diberikan secara menyeluruh ke semua generasi. Tidak memandang usia, bahkan dari unsur diversity lain seperti suku, kewarganegaraan, dan agama. Karena perusahaan tempatnya bekerja bukan hanya terdiri dari orang Indonesia saja, maka perusahaan memilih bahasa Inggris yang dijadikan sebagai bahasa utama dalam berkoordinasi, baik yang sifatnya internal maupun eksternal.

  2. Menggunakan data dan rasa dalam bersuara

    Learner, apakah kamu pernah bingung bagaimana cara menyampaikan pendapat atau kritik kepada rekan yang lebih senior? Kalau kepada rekan kerja yang selevel mungkin kamu masih santai, namun jika mau bersuara kepada atasan bagaimana?Nah, menurut Dudi, ada 2 hal yang harus ada ketika kita mau bersuara: data dan rasa. Jadi, bukan hanya tentang suka dan tidak suka. Misalnya kinerja kamu dianggap tidak mumpuni sedangkan kamu merasa telah melebihi target. Jangan sampai kamu hanya protes karena merasa tidak adil ya! Bawa data yang menunjukkan bahwa kamu kinerja kamu tidak seburuk yang mereka katakan. Ingat bahwa setiap leader juga manusia, tidak 100% benar. Perusahaan juga bisa saja salah dalam memilih leader yang kurang kompeten. Kalau menurut kamu leader salah, sampaikan dengan data, bukan hanya rasa.

  3. Adanya tools yang trusted untuk bersuara

    Salah satu upaya leader yang bisa membantu karyawan dalam bersuara adalah menyediakan tools yang trusted. Artinya, karyawan punya media yang tepat dan terpercaya untuk menyampaikan feedback, pendapat, saran, kritik, keluh kesah bahkan curhatan. Di perusahaan tempatnya bekerja sudah ada tools survey yang di translate oleh Artificial Intelligence. Dimana semua suara yang masuk akan dicek oleh Dudi selaku Chief People Office bekerjasama dengan Human Resources Business Partner (HRBP). Apakah upaya para leader hanya sebatas itu? Tentu tidak, akan ada tindakan selanjutnya.

  4. Menyediakan Sesi Pendampingan

    Nah, tindakan selanjutnya setelah menyediakan tools untuk berusaha adalah pada leader menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan para karyawan, mengajak sesi 1 on 1, misalnya. Diharapkan, beberapa prinsip berkomunikasi yang telah dilakukan tersebut mampu membuat komunikasi menjadi lebih efektif.

    “Be a good listener and make your time for your team,” – Dudi Arisandi

Intinya, leader yang excellence harus memiliki kemampuan active listening, bukan mendengarkan namun masuk telinga kanan keluar telinga kanan, misalkan sedang sesi 1 on 1 tapi mendengarkan samil bermain hp. Ada action lagi setelah sesi 1 on 1. 1 on 1 bukan sekedar untuk mengisi waktu senggang namun benar-benar hadir untuk mendampingi karyawan. Apalagi menurut Pak Dudi, generasi sekarang ini adalah generasi yang sangat perlu apresiasi.

Previous articlePenerapan People-Oriented, Pemimpin Yang Baik Di Tempat KerjaPenerapan People-Oriented sebagai Pemimpin Yang Baik Di Lingkungan KerjaNext article 3 Skill Utama & Tantangan di Industri Food and Beverage adalah Berikut3 skill dan tantangan di industri food and beverage adalah
PARADIGM
People & Professional Development Company.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MOST POPULAR

  • Pentingnya First Impression bagi Seorang Pemimpin: Penentu Kinerja TimAgustus 14, 2024
  • Meningkatkan Kualitas Karir dengan Training Kerja: Menyongsong Masa Depan Lebih BaikAgustus 14, 2024
  • Meningkatkan Kualitas Bisnis F&B dengan Kritik dan SaranAgustus 14, 2024
  • Pelatihan Komunikasi Efektif 'Passion with Action & Effective Communication'
    Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMaret 31, 2024
  • Menguasai Seni Penjualan: Membuka Kesuksesan dengan Sales Training ProgramFebruari 29, 2024
logo paradigm white

PARADIGM endeavors to treat each customer with respect and kindness, to grow through innovation, invention, and creativity and to incorporate honesty and integrity in all aspects of business.

recent post

Pentingnya First Impression bagi Seorang Pemimpin: Penentu Kinerja TimAgustus 14, 2024
Meningkatkan Kualitas Karir dengan Training Kerja: Menyongsong Masa Depan Lebih BaikAgustus 14, 2024
Meningkatkan Kualitas Bisnis F&B dengan Kritik dan SaranAgustus 14, 2024
Pelatihan Komunikasi Efektif: Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hubungan dengan PelangganMaret 31, 2024

CONTACT INFORMATION

OPERATIONAL OFFICE
Gedung Permata Cikini
lt. 3, Jl. Pegangsaan Timur No 7 Kel. Pegangsaan Kec. Menteng Jakarta Pusat 10320

CORRESPONDING OFFICE
Penthouse Plaza Marein
lt. 23, Jakarta Selatan, Indonesia
business@paradigm.co.idwww.paradigm.co.id
Monday - Friday 9.00 AM - 6.00 PM (WIB)
PT. Paradigma Lintas Semesta ©2023